Fracture

-

KENALI & TANGANI

FRAKTUR PADA TANGAN, PERGELANGAN, SIKU DAN JARI

 

 “Fraktur atau yang lebih dikenal dengan patah tulang merupakan kondisi yang dapat terjadi kapan saja dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kejadian yang tidak terduga yang dapat menyebabkan terjadinya fraktur, baik itu fraktur tertutup maupun fraktur terbuka”

Menurut Dr. dr. Lukman Shebubakar, Sp.OT(K) dari Jakarta Orthopedic, Traumatology and Sport Medicine Centre – RS Jakarta, fraktur pada tangan, pergelangan dan siku merupakan beberapa jenis fraktur dari banyak fraktur yang dapat terjadi pada ekstremitas bagian atas. Dampak yang dapat terjadi akibat fraktur adalah timbulnya ketidaknyamanan berupa rasa nyeri yang disebabkan oleh beberapa hal seperti pembengkakan dari jaringan halus, kejang otot, serta penanganan kerusakan saraf.

“Setiap fraktur tentunya memiliki jenis penanganan yang berbeda-beda,” lanjut dr. Lukman. Tingkat parahnya suatu fraktur merupakan acuan dari penanganan yang dilakukan, karena tidak semua fraktur perlu ditangani dengan prosedur operasi. Oleh karena itu, gejala yang timbul perlu dilihat secara cermat agar dapat dilakukan penanganan yang tepat. Untuk memahami lebih lanjut mengenai jenis, gejala, serta penanganan fraktur, berikut ini dr. Lukman menjelaskan jenis-jenis fraktur yang dapat terjadi pada tangan, pergelangan tangan dan siku, antara lain :

• Boxer’s Fracture
Boxer’s fracture merupakan patah tulang yang terjadi pada tulang yang terdekat dengan buku jari dari jari kelingking.
Gejala dari Boxer’s fracture meliputi :
– Rasa sakit, nyeri dan terjadinya pembengkakan pada buku jari dari jari kelingking
– Munculnya memar di tangan
– Ketidakmampuan jari kelingking untuk diluruskan

Penanganan yang dapat dilakukan terhadap fraktur jenis ini adalah dengan pemasangan pin untuk menstabilkan fraktur tersebut. Pada kondisi fraktur yang lebih berat, perlu dilakukan prosedur closed reduction di mana tulang yang mengalami fraktur didorong agar kembali ke posisi semula sebelum kemudian dipasang pin.

• Colles Fracture
Patah tulang yang terjadi pada satu maupun kedua tulang di atas pergelangan tangan.

Colles Fracture

Colles Fracture

Gejala dari Colles fracture meliputi :

– Rasa nyeri dan terjadinya pembengkakan tepat di atas pergelangan tangan
– Ketidakmampuan untuk menggenggam atau mengangkat barang-barang berat

Penanganan yang dapat dilakukan terhadap fraktur jenis ini adalah dengan melakukan imobilisasi dengan gips pada perge
langan tangan dan lengan. Pada kondisi fraktur yang lebih berat, operasi dapat dilakukan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

• Elbow Fracture
hawi-80Patah tulang yang terjadi pada sendi siku. Fraktur pada siku biasanya disebabkan oleh trauma pada siku. Beberapa olahraga seperti sepak bola, hoki, tinju dan senam dapat memperbesar faktor resiko terjadinya fraktur pada sendi siku. Selain itu, faktor resiko lain yang perlu diwaspadai adalah penuaan, penurunan kekuatan otot, osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

 

Gejala dari elbow fracture meliputi :

– Rasa sakit pada siku dan sekitar siku
– Baal/kebas pada jari tangan, tangan dan lengan bagian bawah
– Menurunnya jangkauan pergerakan
– Terdapat perubahan bentuk (deformitas) yang nyata pada daerah yang mengalami fraktur
– Rasa nyeri, terjadinya pembengkakan dan memar di sekitar siku

Penanganan yang dapat dilakukan terhadap fraktur jenis ini adalah dengan pemasangan pin sementara guna menyangga tulang dalam proses penyembuhan. Pada kondisi fraktur yang lebih berat, operasi dapat dilakukan dengan pemasangan metal plate.

• Finger Fracture
Patah tulang yang terjadi pada tulang jari. Fraktur pada jari dapat terjadi walaupun tidak terjadi perubahan posisi pada tulang jari.
Gejala dari finger fracture meliputi :
– Rasa sakit dan terjadinya pembengkakan pada jari yang patah
– Terdapat memar dan terjadi perubahan bentuk (deformitas)
– Kesulitan dalam menggerakkan jari

Penanganan yang dapat dilakukan pada fraktur jenis ini adalah dengan pemasangan splint. Pada kondisi fraktur yang lebih berat, operasi dapat dilakukan dengan pemasangan metal plate.

Jangan Menunda!

Perlu diwaspadai bahwa kelalaian dalam penanganan dapat memperparah keadaan fraktur. Dr. dr. Lukman Shebubakar, SpOT(K) menjelaskan bahwa semakin cepat ditangani, penyembuhan fraktur dapat berjalan lebih cepat karena kerusakan yang terjadi baik pada tulang yang patah maupun jaringan di sekitarnya masih dalam tahap yang responsif pada penanganan.

“Berkaitan dengan fraktur, RS Jakarta menyediakan MRI (Magnetic Resonance Imaging-red) dan CT-Scan (Computerized Tomography Scanner-red) yang dapat digunakan untuk mengobservasi fraktur yang kurang jelas dilihat dan untuk
menegakkan diagnosa agar dapat diberikan penanganan yang tepat,” lanjut Dr. dr. Lukman Shebubakar, SpOT(K) sebelum menutup wawancara.

Selain MRI dan CT-Scan, RS Jakarta menyediakan pelayanan diagnostik lengkap mulai dari Bone Densitometry (BDM) yang berfungsi untuk mendeteksi osteoporosis hingga tindakan operatif yang didukung dengan peralatan yang modern serta fasilitas lainnya demi kenyamanan pasien. Pelayanan masalah kesehatan tulang yang tersedia di Jakarta Orthopedic, Traumatology & Sport Medicine Centre – RS Jakarta meliputi :

• Trauma
• Cedera atau trauma pada bidang olah raga
• Cedera tulang belakang
• Gangguan pada muskuloskeletal
• Tumor muskuloskeletal
• Infeksi muskuloskeletal
• Bedah renik daerah tangan (hand microsurgery)
• Pemulihan bidang orthopedic
• Penggantian sendi menyeluruh (total joint replacement)
• Bedah pemindaian sendi (arthroscopic surgery)
• Gangguan pertumbuhan tulang

Dengan tim dokter spesialis yang kompeten di bidangnya, Jakarta Orthopedic, Traumatology & Sport Medicine Centre – RS Jakarta hadir untuk memberikan solusi terhadap aneka permasalahan kesehatan tulang dan jaringan sekitarnya demi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi dokter orthopedic di Jakarta Orthopedics, Traumatology & Sports Medicine Centre – RS Jakarta

Jl. Garnisun No. 1 Jend. Sudirman, Jakarta 12930 tlp. 021 573 2241 ext 1172/1444/1081