Penyakit Polio

-

Penyakit ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman pra-sejarah. Lukisan dinding di kuil-kuil Mesir kuno menggambarkan orang-orang sehat dengan kaki layu yang berjalan dengan tongkat.

Pada paruh pertama abad ke-20, mengutip dari situs poliotoday.org, polio menyebabkan ribuan anak di negara industri lumpuh setiap tahun. Wabah polio menjadi pandemi di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru. Di AS, pada 1952, epidemi polio terburuk ditandai hampir 58.000 kasus, 3.145 pasien meninggal dan 21.269 pasien cacat. Penyebaran virus polio bisa dieliminasi setelah vaksin polio pertama yang aman dan efektif sukses dikembangkan Dr Jonas Salk tahun 1955. Sebelum vaksin tersedia luas, rata-rata kasus polio di AS lebih dari 45.000 pasien. Tahun 1962, angka itu turun menjadi 910 kasus. Namun, penularan virus polio masih menjadi masalah kesehatan utama di negara berkembang. Untuk itu, pada 1970-an imunisasi rutin dikenalkan di dunia sebagai bagian program imunisasi nasional.

Sejauh ini, inisiatif eradikasi atau bebas polio global menekan angka polio lebih dari 99 persen. Jumlah negara endemik polio turun drastis dari 125 negara jadi tiga negara. Bahkan, sejak Agustus 2014, virus polio liar hanya terdeteksi di Afganistan dan Pakistan, sedangkan Nigeria negara endemik polio ketiga tak ada kasus sejak Juli 2014.

Apa sebenarnya penyakit polio?

Polio atau lebih lengkapnya disebut poliomyelitis adalah penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pada sebagian kasus menyebabkan kematian.

 

Penyebab Polio

220px-Polio-150x150

Polio disebabkan oleh virus polio (genus enterovirus) tipe 1, 2 dan 3; semua tipe dapat menyebabkan kelumpuhan. Tipe 1 dapat diisolasi dari hampir semua kasus kelumpuhan, tipe 3 lebih jarang, demikian pula tipe 2 paling jarang. Tipe 1 paling sering menyebabkan wabah.

Cara dan Masa Penularan

Penularan terutama terjadi dari orang ke orang melalui rute oro-fekal; virus lebih mudah dideteksi dari tinja, dalam jangka waktu panjang dibandingkan dari sekret tengorokan. Di daerah dengan sanitasi lingkungan yang baik, penularan terjadi melalui cairan (sekret) faring daripada melalui rute orofekal. Walaupun jarang, susu, makanan dan barang-barang yang tercemar dapat berperan sebagai media penularan. Belum ada bukti serangga dapat menularkan virus polio. Air dan limbah jarang sekali dilaporkan sebagai sumber penularan.

Masa penularan tidak diketahui dengan tepat, namun penularan dimungkinkan tetap terjadi sepanjang virus masih dikeluarkan melalui tinja. Virus polio dapat ditemukan didalam sekret tenggorokan dalam waktu 36 jam dan pada tinja 72 jam setelah terpajan dengan infeksi baik dengan penderita klinis maupun dengan kasus inapparent. Virus tetap dapat ditemukan pada tenggorokan selama 1 minggu dan didalam tinja 3-6 minggu atau lebih. Penderita polio sangat menular selama beberapa hari sebelum dan beberapa hari sesudah gejala awal.  Masa inkubasi penyakit ini umumnya 7-14 hari untuk kasus paralitik, dengan rentang waktu antara 3-35 hari.

Ciri-ciri dan Gejala Polio

poliomyelitis_4-240x300Gejala umum serangannya adalah pengidap mendadak lumpuh pada salah satu anggota gerak setelah demam selama 2-5 hari. Penyakit polio dibedakan menjadi 3 jenis, maka masing – masing dari jenis penyakit polio tersebut memiliki gejala/tanda – tanda sendiri.

  1. Polio non-paralisis: Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.
  2. Polio paralisis spinal: Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Namun penderita yang sudah memiliki kekebalan biasanya terjadi kelumpuhan pada kaki.
  3. Polio bulbar: Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung syaraf motorik yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher. Sudah bisa dibayangkan jenis polio ini menyebabkan kematian.

 

Faktor Risiko yang Dapat Meningkatkan Penularan Polio

Penyakit polio disebabkan oleh virus yang umumnya masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja dan virus polio. Sama halnya seperti cacar, polio hanya menjangkiti manusia. Dalam tubuh manusia, virus polio menjangkiti tenggorokan dan usus. Selain melalui kotoran, virus polio juga bisa menyebar melalui tetesan cairan yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.

Imunisasi atau pemberian vaksin polio dapat meminimalisasi terjangkit virus polio. Anak-anak, wanita hamil dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, sangat rentan terkena virus polio jika di daerah mereka tidak terdapat program imunisasi atau tidak memiliki sistem sanitasi yang bersih dan baik.

Orang-orang yang belum divaksinasi akan memiliki tingkat risiko terjangkit polio yang tinggi jika melakukan atau mengalami hal-hal seperti berikut ini.

  • Tinggal serumah dengan penderita polio
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun
  • Bepergian ke daerah di mana polio masih kerap terjadi
  • Telah melakukan operasi pengangkatan amandel

 

Pencegahan Polio

Beberapa cara yang penting dilakukan dalam upaya pencegahan penyakit polio:

  1. Imunisasi polio yang biasanya dilakukan saat bayi atau anak-anak. Vaksin polio ada 2 jenis yaitu vaksin salk (vaksin virus polio yang tidak aktif), dan vaksin sabin (vaksin virus polio yang aktif). Pada penderita gangguan sistem kekebalan vaksin sabin bisa menyebabkan polio.
  2. Bila memasak air harus mendidih dengan sempurna. Dengan suhu yang tinggi dapat cepat mematikan virus polio, sebaliknya bila keadaan beku atau suhu yang rendah virus ini bisa bertahan hidup bertahun-tahun.
  3. Biasakan menjalani pola hidup yang sehat
  4. Sanitasi yang baik dan bersih.

 

 

 

Sumber Bacaan:
1. WHO (2000). Manual Pemberantasan Penyakit Menular
2. Depkes (2007). Pedoman Surveilans Acute Flaccid Paralysis (AFP)
3. Wkipedia (2015). Poliomyelitis