Stroke

-

WASPADAI GEJALA  STROKE

 

Stroke merupakan penyebab kematian terbanyak (perkotaan 19,4% dan pedesaan 16,1%) dan kecacatan utama (70% penderita stroke membutuhkan perawatan jangka panjang) di Indonesia (Riskerdas 2007).
Namun di balik fakta yang menakutkan tersebut, ternyata stroke dapat dicegah, dapat diobati dan dapat ditatalaksana secara ekonomis dalam jangka panjang. Karenanya, perlu dipahami apa saja faktor resiko, gejala dan penanganan stroke.
Bagaimana Terjadinya Stroke?
Menurut Prof. dr. Teguh AS Ranakusuma, SpS (K) konsultan dari Jakarta Brain Centre – RS Jakarta, stroke merupakan sebuah keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan gangguan neurologis yang bersifat permanen atau bahkan kematian.
“Stroke dapat terjadi ketika suplai darah dan oksigen pada sebagian area di otak tidak seimbang yang menyebabkan sel-sel otak mengalami kematian. Perlu diperhatikan bahwa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya stroke adalah usia lanjut, tekanan darah tinggi, terdapat riwayat stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok dan riwayat fibrilasi atrial,” lanjutnya.

Stroke dapat disebabkan oleh 2 hal, yaitu :

Penyumbatan pembuluh arteri
. Penyempitan pembuluh-pembuluh arteri kecil di otak dapat menyebabkan terjadinya stroke lacunar. Penyumbatan dari sebuah pembuluh arteri saja dapat mempengaruhi area kecil dari otak yang akan menyebabkan terjadinya kematian jaringan.

. Pengerasan pada pembuluh darah arteri atau athelosclerosis yang menuju ke otak. Sirkulasi anterior pada otak yang mengontrol aktivitas motorik, sensasi, pikiran, bicara dan emosi disuplai oleh dua arteri karotis, sedangkan sirkulasi posterior yang menyuplai darah ke batang otak dan cerebellum berfungsi mengontrol fungsi otak dan koordinasi mendapatkan suplai dari dua arteri vertebrosilar.
Jika kedua arteri ini mengalami penyempitan yang diakibatkan oleh atherosclerosis, plak, atau kolesterol, hal ini dapat menyumbat suplai darah pada bagian otak tertentu.

. Emboli dari jantung menuju otak
Pada beberapa kasus tertentu, thrombus atau penggumpalan darah dapat terbentuk di jantung dan berpotensi untuk berpindah jalur kepada arteri yang terdapat di otak yang akhirnya dapat menyebabkan stroke. Fibrilasi atrial atau ritme jantung yang tidak beraturan merupakan penyebab umum dari terjadinya pembentukan thrombus.

Pecahnya pembuluh arteri (pendarahan)
. Cerebral hemorrhage (pendarahan pada substansi otak)
Penyebab umum dari pendarahan yang terjadi di otak adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol. Situasi lain adalah menyebabkan terjadinya aneurysma yang mengalami kerusakan adalah jika terdapat kumpulan pembuluh darah abnormal yang rapuh yang mengakibatkan mudahnya terjadi pendarahan.

Penyebab Stroke
Berkaitan dengan penyebab stroke, Prof. dr. Teguh AS Ranakusuma, SpS(K) menjelaskan bahwa penyebab stroke dapat terbagi dalam beberapa jenis, yaitu stroke thrombotis, stroke embolik, pendarahan cerebral, pendarahan subarachnoid, vasculitis dan bahkan sakit kepala yang berupa migren. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab-penyebab stroke :

. Embolic stroke
Tipe lain dari stroke dapat muncul ketika terdapat gumpalan darah atau bagian dari plak atherosclerotis (berisi kolesterol dan kalsium yang terdapat pada dinding dalam jantung maupun pembuluh arteri) yang melekat pada pembuluh arteri di otak. Ketika aliran darah berhenti, sel-sel yang terdapat di dalam otak tidak lagi mendapat oksigen dan glukosa yang diperlukan untuk berfungsi sehingga timbullah stroke. Stroke tipe ini dikenal dengan stroke embolik.

. Pendarahan cerebral
Pendarahan cerebral timbul ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya pendarahan di jaringan otak sekitarnya. Pendarahan jenis ini menimbulkan gejala-gejala stroke akibat terhambatnya aliran darah dan oksigen ke otak.

. Pendarahan subarachnoid
Pada pendarahan ini, darah terakumulasi di ruang di antara membran arachnoid yang membatasi otak.

. Vasculitis
Vasculitis merupakan penyebab stroke yang jarang terjadi, di mana pembuluh darah mengalami pembengkakan yang menyebabkan aliran darah yang menuju jaringan otak menjadi berkurang.

. Sakit kepala migren
Mekanisme dari migren atau sakit kepala vascular meliputi penyempitan pembuluh darah di otak. Sebagian gejala sakit kepala migren dapat “menyerupai stroke” dengan hilangnya fungsi dari satu sisi tubuh, penglihatan dan kesulihatan berbicara.

Gejala-gejala Stroke

– Rasa kesemutan yang terjadi tiba-tiba
– Kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi dari tubuh
– Kesulitan pada keseimbangan
– Kesulitan pada berbicara
– Kesulitan pada menelan
– Kesulitan pada penglihatan
Penanganan Terhadap Stroke
Jakarta Brain Centre – RS Jakarta yang menyediakan tim dokter spesialis yang kompeten di bidangnya, terutama dalam penanganan stroke dengan prinsip “Aggressive Medical Reaction” yang merupakan satu kesatuan tim medis dalam tatalaksana stroke : “Cepat, Tepat, Cermat, Akurat” dalam meminimalkan kerusakan otak akibatstroke.

Selain itu, pencegahan mandiri juga dapat dilakukan dengan dengan meminimalisir faktor resiko, seperti mengontrol tekanan darah, kolesterol, pengonsumsian tembakau dan diabetes.

Untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi dokter saraf di Jakarta Brain Centre – RS Jakarta

Jl. Garnisun No. 1 Jend. Sudirman, Jakarta 12930 tlp. 021 573 2241 ext 119