Mengenal Bahaya Penyakit Kanker Serviks

-

Kanker Serviks adalah kanker yang terkena pada leher rahim, bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dan vagina.

Menurut data Globocan 2008, diseluruh dunia terdapat 530.232 perempuan di diagnosa terkena kanker serviks tiap tahun nya dan 275.008 perempuan meninggal karena kanker serviks tiap tahun nya. Di dunia, lebih dari 700 perempuan meninggal setiap hari karena kanker serviks, 80% kasus dan kematian terjadi di negara berkembang.

Kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian nomor 2 untuk perempuan di negara berkembang (11,4%), setelah kanker payudara.

Di Indonesia terdapat 38 kasus baru kanker serviks yang di diagnosa setiap harinya dan 21 perempuan meninggal karena kanker serviks per hari.

Apa Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks bukanlah penyakit keturunan. Kanker serviks disebabkan oleh virus Human Papillomavirus (HPV). HPV merupakan virus umum dan terdapat lebih dari 100 tipe, lebih dari 30 tipe HPV yang menginfeksi daerah kelamin beberapa tipe tersebut bisa berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian. Ada 4 tipe HPV yang biasanya menginfeksi manusia :

– Type 16

– Type 18

– Type 6

– Type 11

(Human Papillomavirus (HPV)

Tipe 16 & 18 merupakan 70% penyebab kasus kanker serviks dan tipe 6 & 11 merupakan penyebab 90 % kasus kutil kelamin.

Bagaimana Orang Terkena HPV HPV dapat menginfeksi baik laki-laki maupun perempuan. Bisa melalui semua aktivitas yang memungkinkan adanya kontak kelamin dengan orang yang terinfeksi (bukan hanya melalui hubungan seksual). Infeksi HPV bukan berarti melakukan praktek seksual yang tidak sehat. Kebanyakan infeksi HPV dan “low grade dysplasia” dapat dibersihkan oleh tubuh kita sendiri tanpa pengobatan dan bukan prediksi dari penyakit yang lebih serius, demikian penjelasan dr. Nonny Nurul Handayani, Sp.OG yang merupakan salah satu dokter kebidanan-kandungan di RS Jakarta.

Gejala Kanker Serviks

Kebanyakan infeksi HPV tidak menunjukan gejala ataupun tanda khusus, kebanyakan orang yang sudah terinfeksi HPV tidak menyadari kalau dirinya sudah terinfeksi HPV atau bahkan menularkannya. Pada kebanyakan orang, sistem imunitas tubuh dapat membersihkan infeksi HPV. Namun jika tidak dibersihkan oleh tubuh, beberapa penyakit dapat timbul. Gejala yang lain seperti post coital bleeding (pendarahan setelah berhubungan seks)

Kanker serviks tidak terjadi tiba-tiba, biasanya diperlukan waktu bertahun-tahun walau terkadang juga dapat terjadi dalam waktu yang singkat. Ketika seorang perempuan terinfeksi tipe-tipe tertentu HPV dan sistem imun tubuhnya tidak mampu membersihkan virus tersebut maka sel-sel yang abnormal dapat berkembang dipermukaan serviks. Bila tidak diobati / terdeteksi dini maka sel-sel yang abnormal akan berkembang menjadi prakanker dan secara bertahap akan menjadi kanker.

Deteksi Dan Penanganan Kanker Serviks

Test pap smear merupakan bagian dari pemeriksaan ginekologi yang dapat membantu mendeteksi adanya sel yang abnormal pada serviks sebelum sel tersebut berkembang menjadi prakanker atau kanker serviks. Di Eropa, Amerika, dan Kanada screening paps smear mampu mengurangi angka kejadian kanker serviks sebesar 40-50%.

Jika seseorang sudah terkena kanker serviks maka ada 3 metode utama penanganan kanker

1. Surgery

Tindakan operasi untuk membuang kanker

2. Chemotherapy

Penggunaan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker

3. Radiation Therapy

Penggunaan energy tinggi X-ray untuk memastikan sel kanker