INFEKSI SALURAN KEMIH

-

isk

Sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil ataupun pada terasa sakit saat buang air kecil  merupakan salah satu tanda infeksi saluran kemih dan biasanya diderita oleh kaum perempuan.

Jumlah pasien yang terkena infeksi saluran kemih (ISK) semakin bertambah di dunia terutama pada wanita dewasa yang tentunya akan berpengaruh khususnya terhadap aktivitas harian dan kualitas hidup dari pasien.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang mengenai bagian dari saluran kemih. Ketika mengenai saluran kemih bagian bawah dinamai sistitis (infeksi kandung kemih) sederhana, dan ketika mengenai saluran kemih atas dinamai plelonefritis (infeksi ginjal).

Selain dengan gejala buang air kecil terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kceil, pada gejala  pielonefritis meliputi demam dan nyeri panggul dan pada orang tua atau anak kecil, gejalanya bisa samar atau tidak spesifikasi.

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang terjadi di saluran kemih. Dalam hal ini, terkumpulnya bakteri lebih dari 10 ribu bakteri per millimeter air seni. Adapun bakteri yang paling sering menyebabkan adalah Escherichia coli atau E. coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Di antara ketiganya, penyebab paling utama adalah E. coli yang ada di mana-mana, termasuk tinja kita.

Siapa Saja Yang Dapat Terjangkit? 

Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi wanita dibanding laki-laki, dengan separuh perempuan mengalami setidaknya satu kali infeksi selama hidupnya.  Kenapa? Penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 centi meter). Berbeda dengan uretra pria yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman sulit masuk. Dengan alasan anatomis ini, bakteri patogen lebih mudah mengadakan infiltrasi ke dalam saluran kencing wanita.

Infeksi saluran kemih dapat sangat menyakitkan. Organ ginjal anda dapat juga terinfeksi sehingga dapat menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Infeksi ini adalah infeksi oleh mikro0organisme dalam saluran kemih.

Berikut faktor risiko yang membuat seseorang bisa terkena ISK.

a. Salah cebok. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing, bisa memicu ISK. Apalagi dengan cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.

b. Kebiasaan menahan kencing. Pada perempuan, jika menahan kencing, uretra jadi semakin pendek dan memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Sedangkan pada pria, meski dia menahan kencing, uretranya tetap panjang.

c. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Hal ini menyebabkan uretra penuh. Jika uretranya pendek, terkena gesekan saat berhubungan seks, bisa menyebabkan kuman-kuman gampang terdorong masuk ke salurang kencing dan mengakibatkan infeksi yang disebut sistitis,. Hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis. Keluhannya seperti kencing sakit dan anyang-anyangan.

d. Penyakit kelamin. Yaitu berhubungan seksual dengan orang yang punya penyakit kelamin seperti penyakit kencing nanah. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada uretra dan menghasilkan nanah. Karena itu disebut kencing nanah. Kadang-kadang pada perempuan tidak terlihat gejalanya, tidak seperti pada pria. Pada pria, 3-4 hari setelah terkena penyakit kelamin, gejalanya bisa terasa dan terlihat, seperti sakit dan mengeluarkan nanah. Karena itu, pria yang terkena penyakit kelamin bisa cepat berobat.

e. Batu di daerah saluran kencing. Keberadaan batu di saluran kencing bisa menjadi fokus infeksi dan menyebabkan infeksi berulang. Misalnya ada infeksi berulang pada saluran kencing, kemungkinan disebabkan adanya infeksi di batu di saluran kencing. Batu tersebut terinfeksi dan bisa menjadi sumber infeksi dan sumber kuman.

Tips Mencegah Infeksi Saluran Kemih

  1. Banyak minum air putih untuk mendorong  bakteri keluar
  2. Jangan menahan buang air kecil, segeralah buang air kecil saat terasa
  3. Basuh kemaluan dari arah depan ke belakang bukan sebaliknya
  4. Menggunakan pelicin/lubrikasi saat berhubungan seksual apabila cairan vagina terlalu sedikit.
  5. Jika anda menderita infeksi saluran kemih berulang, maka hindari penggunaanalat  kontrasepsi diafragma. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memilih alat kontrasepsi yang lain

Pemeriksaan Apa Saja Yang Diperlukan?

Pemeriksaan laboratorium  untuk menegakkan diagnosis Infeksi Saluran Kemih adalah urin rutin dan kultur rutin dimana urin yang dipergunakan sebaiknya  adalah urin pagi atau urin pertama kali dikeluarkan pada pagi hari.

Pemeriksaan urin rutin meliputi kimia (berat jenis, PH, leukosit, esterase, nitrit, albumin, glukosa, keton, urobilinogen,  bilirubin, darah), sedimen mikroskopis (eritosit, leukosit, silinder, epitel sel, bakteri, kristal) dan makroskopis (warna dan kejernihan).

Bila anda mengalami gejala Infeksi Saluran kemih segeralah konsultasikan diri anda ke Dokter untuk melakukan pengobatan.

sumber : dari berbagai sumber

kw/-