NYERI LUTUT

-

Nyeri lutut dapat terjadi pada keadaan diam ataupun bergerak. Pada umumnya nyeri lutut dirasakan pada saat lutut digerakkan. Keadaan ini dapat membuat penderita nyeri lutut kesulitan untuk berdiri, karena lutut menjadi tidak stabil dan tidak kuat menyangga tubuh.

Gejala Nyeri Lutut

Beberapa gejala yang dapat menyertai sakit lutut adalah:

  • Lutut terasa kaku.
  • Lutut tampak kemerahan, bengkak, dan terasa hangat.
  • Lutut terasa lemah, tidak stabil, serta sulit untuk diluruskan.
  • Lutut mengeluarkan suara gemeretak (bunyi ‘kretek-kretek’).

Penyebab Nyeri Lutut

Nyeri lutut dapat muncul saat seseorang mengalami cedera (trauma), atau muncul secara bertahap dan bertambah nyeri seiring waktu. Tingkat nyeri lutut berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung penyebabnya.

Pada saat terjadi cedera, beberapa jaringan yang menyusun lutut, seperti tulang rawan atau tulang, dapat terganggu. Gangguan pada jaringan penyusun lutut akibat cedera bisa berupa:

  1. Ligamen atau jaringan antar tulang di sendi lutut terkilir.
  2. Ligamen lutut robek, misalnya akibat cedera ligament lutut anterior.
  3. Tulang rawan robek.
  4. Bursitis.
  5. Dislokasi tulang tempurung lutut.
  6. Patah tulang tempurung lutut, tulang paha, atau tulang kering

Selain karena cedera, nyeri lutut dapat juga disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti:

  1. Rheumatoid Arthritis
  2. Osteoarthritis
  3. Penyakit asam urat (gout)
  4. Infeksi pada lutut
  5. Kanker yang menyebar ke sendi lutut

Mengingat fungsinya yang cukup berat dalam menopang berat tubuh, sendi lutut rentan mengalami kerusakan. Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cedera atau penyakit pada lutut hingga menyebabkan nyeri lutut adalah:

  1. Berat badan berlebih.
  2. Pernah mengalami cedera lutut.
  3. Memiliki kebiasaan merokok.
  4. Memiliki pekerjaan yang mengharuskan sering berlutut, mengangkat benda berat, atau melakukan aktivitas fisik yang berat, misalnya pekerja bangunan atau olahragawan.

Diagnosis Nyeri Lutut

Dalam hal ini dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (bilamana perlu). Dokter memeriksa lutut yang sakit dengan cara:

  1. Melihat kondisi lutut, untuk mencari adanya pembengkakan, kemerahan, atau lebam di sekitar lutut.
  2. Meraba dan merasakan perubahan pada lutut, misalnya kulit sekitar lutut menjadi hangat atau kelainan pada bentuk sendi lutut.
  3. Menggerakkan lutut, untuk melihat seberapa besar kekakuan atau hambatan pergerakan lutut.

Ada beberapa pilihan pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan adalah:

  1. Rontgen
  2. USG
  3. CT Scan
  4. MRI.
  5. Pemeriksaan darah (laboratorium)

Dari hasil pemeriksaan penunjang tersebut maka akan diketahui kondisi lutut penderita dan penyebab nyeri lutut.

Pengobatan Nyeri Lutut

Pengobatan untuk nyeri lutut bergantung pada penyebabnya. Setelah mengetahui penyebab yang diderita pasien, dokter baru bisa memberikan pengobatan yang sesuai. Pengobatan dapat berupa:

Obat-obatan

Obat-obatan bertujuan untuk meredakan nyeri lutut maupun mengobati penyebab nyeri tersebut.

Fisioterapi

bertujuan untuk melatih dan menguatkan otot di sekitar lutut, sehingga sendi lutut lebih stabil. Jika diperlukan, misalnya pada penderitaosteoarthritis, dokter akan menyarankan penggunaan alat penyangga lutut (knee support) untuk meredakan nyeri lutut.

Suntik sendi

Penyuntikan obat ke sendi lutut dilakukan untuk meredakan nyeri. Zat yang disuntikkan dapat berupa kortikosteroid, asam hialuronat, atau Platelet Rich Plasma (PRP).

Jika sakit lutut yang diderita sangat buruk dan metode pengobatan di atas tidak berhasil meredakan nyeri lutut. Maka dokter akan melakukan tindakan operasi, seperti arthroskopi atau bahkan Total Knee Replacement (TKR).

Untuk mempercepat pemulihan nyeri lutut sekaligus mencegah komplikasi, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan di rumah, yaitu:

  1. Mengompres lutut dengan es untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit pada lutut.
  2. Meminimalkan gerakan pada lutut, misalnya dengan penggunaan knee support.
  3. Memosisikan kaki lebih tinggi dari lutut, misalnya dengan meletakkan kaki di atas bantal, untuk mengurangi pembengkakan pada lutut.
  4. Banyak beristirahat, untuk mengurangi tekanan pada lutut sehingga dapat pulih lebih cepat.

Pencegahan Nyeri Lutut

Untuk menjaga kesehatan sendi lutut dan mencegah cedera lutut, dapat dilakukan langkah-langkah sederhana di bawah ini:

  1. Selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga serta peregangan setelah selesai berolahraga.
  2. Menggunakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki atau yang menyangga kaki dengan baik saat olahraga.
  3. Meningkatkan intensitas dan frekuensi olahraga secara bertahap, dari yang ringan ke yang berat.
  4. Menyesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan kemampuan dan kondisi tubuh.
  5. Menjaga berat badan ideal.

/VI