Rabun jauh ( Miopia)

-

Merupakan kelainan refraktif mata berupa gambar yang dihasilkan berada di depan retina ketika mata tidak dalam keadaan akomodasi. Miopia dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram.

Orang yang menderita rabun jauh dapat melihat dengan jelas benda yang ada di dekatnya, namun bisa mengalami kesulitan dalam melihat benda yang jauh, seperti rambu lalu-lintas, papan tulis atau wajah orang yang ada di ujung ruangan. Kondisi ini banyak dijumpai, dan dialami 1 dari 4 orang dewasa di seluruh dunia.

Penyebab:

  • Miopia dapat bersifat keturunan (herediter), ketegangan visual atau faktor lingkungan. Faktor herediter pada miopi pengaruhnya lebih kecil dari faktor ketegangan visual. Terjadinya miopi lebih dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menggunakan penglihatannya, dalam hal ini seseorang yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau seseorang yang menghabiskan banyak waktunya dengan membaca tanpa istirahat akan lebih besar kemungkinannya untuk menderita myopia.
  • Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi misalnya pada rabun senja yang disebabkan oleh kesulitan mata untuk memfokuskan cahaya dan membesarnya pupil. Keduanya karena kurangnya cahaya, menyebabkan cahaya yang masuk kedalam mata tidak difokuskan dengan baik.
  • Dapat juga terjadi keadaan pseudo-miopi atau miopi palsu disebabkan ketegangan mata karena melakukan kerja jarak dekat dalam waktu yang lama. Penglihatan mata akan pulih setelah mata diistirahatkan.

Diagnosis:

Diagnosis miopia dapat ditegakkan dengan pemeriksaan visus menggunakan optotip Snellen dan foropter. Pemeriksaan visus akan menunjukkan ketajaman penglihatan di bawah 6/6.

Pengobatan:

Pemakaian lensa kacamata dengan lensa sferis negatif merupakan pilihan utama untuk mengembalikan penglihatan. Beberapa tindakan bedah juga dapat dilakukan seperti photorefractive keratectomy (PRK) atau laser assisted in-situ keratomileusis (LASIK). Dapat juga dilakukan orthokeratorlogi atau terapi penglihatan (vision therapy).