Strabismus (Mata Juling)

-

Strabismus yang kita kenal dengan sebutan mata juling merupakan salah satu masalah sering kita temukan. Prevalensi dan tipe strabismus di dunia berbeda-beda tergantung pada variasi ras dan letak geografisnya. Tipe Strabismus yang paling sering terjadi berdasarkan arah terjadinya adalah esotropia dan eksotropia. di Indonesia diperkirakan 2-2,5 juta penduduk menderita strabismus dengan tipe terbanyak adalah eksotropia.

Ciri-ciri mata juling akan tampak bila kedua mata tidak tertuju pada satu objek sehingga satu mata lurus ke depan dan mata lainnya menyimpang dari posisi yang seharusnya. Keadaan ini bukan hanya terjadi pada anak-anak namun dapat ditemukan pada berbagai usia, Baik pria maupun wanita.

Juling dapat bersifat keturunan, namun meskipun tidak ada riwayat di dalam keluarga, juling dapat terjadi. Mata juling dapat bersifat horizontal, yaitu satu mata ke dalam atau satu mata ke luar, dan dapat juga bersifat vertikal yaitu satu mata lebih tinggi atau lebih rendah dari mata yang lain. Selain itu, juling dapat bersifat konstan, yaitu tampak setiap saat, atau timbul pada keadaan-keadaan tertenu, seperti bila anak sedang sakit, melamun lihat jauh atau lelah.

Terapi/Pengobatan

Terapi anak dengan juling terdiri dari 2 bagian:

  • Bila ditemukan amblyopia atau mata malas maka harus diatasi terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan menutup mata yang baik untuk memaksa anak menggunakan matanya yang malas (terapi oklusi atau patching) dilakukan bergantian. Bila tajam penglihatan pada mata yang menyimpang sudah menjadi normal, maka anak telah menggunakan kedua mata secara seimbang dan juling akan terlihat bergantian pada kedua mata.
  • Bila penglihatan mata yang malas telah membaik, baru dilakukan operasi juling untuk mengembalikan kedudukan bola mata. Diharapkan peluang berkembangnya penglihatan binocular juga tercapai bila juling ditangani pada anak usia dini.

Pseudo Strabismus (Juling Palsu)

Terdapat pada banyak bayi atau anak Asia, khusunya keturunan/etnis tertentu, terlihat seperti juling ke dalam. Keadaan ini terjadi akibat adanya lipatan kulit pada sudut mata atau batang hidungnya yang masi agak lebar. Bila saat pemeriksaan mata tidak ditemukan juling, hal ini disebut Pseudo Strabismus (juling palsu) dan tidak memerlukan tindakan/terapi.

Juling dan Kacamata

Sebagian juling terjadi akibat adanya kelainan tajam penglihatan (refraksi) yang tidak dikoreksi. Dengan demikian, kacamata kadang-kadang dapat mengobati juling atau menghilangkan kebutuhan akan operasi juling. Setiap anak dengan juling harus dicek keadaan mata dan kelainan refreaksinya. Bila diberikan kacamata, harus dipakai sepanjang hari untuk membantu meluruskan matanya. Bila kacamata tidak dapat menghilangkan juling sepenuhnya maka operasi juling perlu dilakukan untuk menghilangkan juling yang belum terkoreksi.