MIGRAIN

-

“Migrain adalah sakit kepala yang menyakitkan, sering disertai dengan mual, muntah dan kepekaan terhadap cahaya.”

Serangan migrain dapat berlangsung mulai dari 4 jam sampai 3 hari. Bahkan kadang kala serangan migrain ini akan berlangsung lebih lama.

Apa penyebab migrain?

Penyebab pasti dari migrain masih belum diketahui, meskipun demikian migrain terkait dengan perubahan di otak serta penyebab genetik. Orang dengan migrain mungkin mewarisi kecendrungan untuk terpengaruh pemicu migrain tertentu, seperti : kelelahan, cahaya terang benderang, perubahan cuaca dan lain sebagainya.

Selama bertahun-tahun, para ilmuan percaya bahwa migrain terkait dengan perluasan dan penghambatan/kontiksi pembuluh darah dipermukaan otak. Namun, sekarang percaya bahwa migrain disebabkan oleh kelainan yang diwariskan didaerah tertentu di otak.

Ada terdapat “Pusat Sakit” migrain atau generator di otak. Migrain dimulai ketika sel-sel saraf hiperaktif mengirimkan impuls ke pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah dilarang atau dibatasi, diikuti dengan pelebaran (pengembangan) dan pelepasan prostaglandin, serotonin, dan zat inflamasi lain yang menyebabkan denyutnya menyakitkan.

Beberapa pemicu migrain antara lain :

 

  1. Stres emosional Pemicu paling umum untuk sakit migrain adalah stres. Saat stress, bahan kimia tertentu diotak akan dilepaskan untuk memerangi situasi tersebut. Pelepasan bahan kimia tersebut dapat memprovokasi perubahan vaskuler yang dapat menyebabkan migrain. Emosi yang tertekan disekitar stres, seperti : kecemasan, kekhawatiran, kegembiraan, dan kelelahan dapat meningkatkan ketegangan otot dan pelebaran pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan keparahan migrain.
  2. Kepekaan terhadap bahan kimia tertentu dan pengawet dalam makanan. Makanan dan minuman tertentu, seperti : keju tua, minuman beralkohol, dan penyedap makanan seperti nitrat (dalam pepperoni, sosis, daging untuk makan siang) dana monosodium glutamat (MSG), memungkinkan memicu terjadinya migrain hingga 30%.
  3. Kafein. Konsumsi kafein berlebihan atau proses penarikan efek kafein dapat menyebabkan sakit kepala ketika tingkat kafein tiba-tiba turun. Pembuluh darah tampaknya menjadi peka terhadap kafein, dan ketika kafein tidak dicerna, sakit kepala akan timbul. Kafein sendiri sering membantu dalam mengobati serangan migrain akut.
  4. Perubahan cuaca/iklim. Hujan, panas, dingin, badai, perubahan tekanan udara, angin kencang atau perubahan ketinggian semua dapat memicu migrain.
  5. Periode menstruasi. Pada wanita yang mengalami menstruasi, sering kali menderita sakit yang cukup parah. Bisa mual, muntah atau sakit yang amat sangat dibagian perut yang berimplikasi pada sakit dikepala.
  6. Kelelahan yang berlebihan, jam makan yang tidak teratur serta perubahan pola tidur normal.

 

Apakah migrain merupakan penyakit keturunan?

Ya, migrain memeiliki kecendrungan untuk menjadi turun temurun. Menurut penetilian, 4 dari 5 penderita migrain memiliki riwayat keluarga migrain. Jika salah satu orang tua memiliki riwayat migrain, anak-anaknya akan memiliki kesempatan 50% memiliki migrain. Jika orang tua keduanya memiliki riwayat migrain, maka anak-anaknya memiliki resiko hingga 75% terkena migrain.

 

Bagaimana gejala migrain ?

Sakit kepala Migrain memiliki gejala sebagai berikut :

  1. Sakit kepala yang berdenyut / seperti memukul, yang sering berawal sebagai rasa nyeri dan berkembang menjadi rasa sakit yang berdenyut-denyut. Rasa sakit diperparah lagi dengan aktivitas fisik. Rasa sakit akan bergeser dari satu sisi kepala kesisi lainnya atau dapat mempengaruhi kepala bagian depan dan sakitnya seperti keseluruhan kepala.
  2. Sensitivitas terhadap cahaya, kebisingan dan bau
  3. Mual dan muntah serta sakit perut.
  4. Kehilangan nafsu makan.
  5. Rasa sensasi yang hangat atau dingin.
  6. Kepucatan
  7. Kelelahan.
  8. Pusing
  9. Penglihatan kabur
  10. Diare
  11. Demam, (kasusnya jarang tapi ada)

Bagaimana mengobati migrain ?

Pengobatan penderita migrain dapat dilakukan dengan cara :

 

  1. Berusaha untuk mengindari hal-hal yang menjadi pemicu migrain seperti diatas.
  2. Pemberian obat penghilang rasa sakit. Bahan utama obat penghilang rasa nyeri adalah obat ibuprofen, aspirin, asetaminofen dan kafein.
  3. Obat anti mual. Apabila penderita mengalami mual, maka dokter dapat meresepkan obat penghilang rasa mual.
  4. Obat-obatan abortif (menghentikan migrain). Beberapa obat khusus yang jika digunakan pada gejala pertama dari migrain, dapat segera menghentikan proses yang menyebabkan sakit kepala. Obat-obatan ini juga membantu mencegah gejala-gejala migrain. Obat-obatan ini bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah, membawa kembali kekeadaan normal dan menghilangkan rasa sakit yang berdenyut-denyut.
  5. Obat-obatan Pencegah. Obat-obatan pencegahan diberikan pada penderita yang memiliki kecendrungan migrain berulang dan parah. Bisa terjadi 2 – 3 kali sebulan. Obat-obatan ini dimaksudkan untuk mencegah dan mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala dan umumnya dikonsumsi secara teratur setiap harinya.
  6. Biofeedback. Biofeedback membantu orang untuk belajar mengenali situasi stres yang memicu migrain. Jika migrain muncul perlahan-lahan, biofeedback ini dapat digunakan untuk menghentikan serangan migrain sebelum menjadi serangan total.

Kesemua pemicu, gejala, dan penatalaksanaan pengobatan terhadap penyakait migrain ini haruslah berdasarkan saran, petunjuk dan anjuran melalui hasil konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis terkait, yaitu Dokter Spesialis Syaraf.