JAKARTA BRAIN CENTRE

jbcOtak (Brain)

Otak manusia dengan berat hanya 2% dari total berat badan, merupakan pusat pengendali seluruh tubuh. Setiap “milimeter” bagian otak mengendalikan fungsi organ dan bagian tubuh lainnya.

Untuk dapat berfungsi optimal, otak mendapat suplai 15% dari total jumlah darah yang dikeluarkan oleh jantung, 20% dari total oksigen yang dikonsumsi seluruh tubuh, serta 25% gula darah yang dipakai tubuh. Agar fungsi otak dapat terjaga dengan baik, dibutuhkan sirkulasi darah yang optimal ke otak.

Kerusakan otak dan perubahan lingkungan di sekitar otak dapat mengakibatkan fungsi otak terganggu. Hal ini mengakibatkan fungsi bagian tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak yang rusak tidak bekerja dengan maksimal.

Sistem Saraf

Informasi ke otak dari bagian tubuh lain dan “perintah” otak untuk bagian tubuh lain dihantarkan melalui sistem saraf. Gangguan pada sistem saraf dapat mengakibatkan informasi ke otak kurang sempurna, sehingga perintah yang diberikan salah atau tidak dapat dijalankan sama sekali.

Letak otak yang sangat terlindung di dalam tulang tengkorak membuat kerusakan otak tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Tampilan kerusakan otak dan sistem persarafan hanya dapat dilihat dari gangguan fungsi berbagai bagian tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak atau saraf yang rusak.

Jakarta Brain Centre RS Jakarta adalah pusat layanan terpadu untuk membantu menjaga, merawat, mengobati, serta mempertahankan fungsi otak dan sistem saraf Anda. Jakarta Brain Center didukung oleh:

  1. Tenaga profesor dan dokter spesialis saraf yang ahli dan kompeten dalam bidangnya
  2. Peralatan diagnostik dan terapi yang memadai

Tes Diagnostik dan Terapi untuk Otak dan Sistem Persarafan Mencakup:

  • Electro Encephalo Graphy – EEG:
    Pemeriksaan aktifitas listrik otak untuk mengetahui apakah fungsi neuron berlangsung dengan baik atau tidak.
  • Brain Mapping:
    Pemertaan gambaran EEG menjadi spectrum warna yang menggambarkan aktifitas neuron sehingga focus epileptiform ataupun perlambatan fokal dapat diketahui letaknya dengan mudah.
  • Trans Cranial Dopier – TCD:
    Pemeriksaan menggunakan gelombang suara ultra untuk mengetahui gambaran sirkulasi atau flow aliran darah di otak, khususnya “Circulus Willisi”.
  • Transcranial Magnetic Stimulation – TMS:
    Untuk diagnostic motor evoke potential dan untuk terapi pada kelainan-kelainan stroke, epilepsi, depresi, migrain, vertigo, ADHD, Parkinson, demetia, dan lain-lain
  • Peripheral Magnetic Stimulation – PMS:
    Untuk terapi pada penanggulangan nyeri, arthritis, chronic low back pain dan sebagainya.