Informasi RS Jakarta

Berita Terkini

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
PLDD.jpg
15/Oct/2021

Banyak diantara kita pasti sering mengangkat barang yang cukup berat namun tidak dalam posisi yang tepat. Jika terlalu sering kita lakukan maka akan mengakibatkan nyeri pada tulang belakang. Nyeri tersebut bisa menjadi tanda terjadinya Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau dikenal dengan sebutan saraf terjepit.
HNP terjadi ketika struktur cincin annulus fibrosus pada bantalan antar ruas tulang belakang mengalami robekan sehingga jaringan nucleus pulposus yang terdapat di dalam cincin itu menonjol dan menekan saraf yang ada di dekatnya. Penekanan pada saraf itulah yang memunculkan gejala seperti nyeri, baal, hingga kelumpuhan pada area pinggang hingga tungkai.

HNP terjadi secara bertahap. HNP tahap awal, yakni sebelum cincin annulus fibrosus mengalami robekan, bisa ditangani dengan teknik Percutaneous Laser Disc Compression (PLDD).

PLDD adalah suatu alternatif pengobatan pada kasus saraf terjepit pada usia muda (HNP) dan saraf terjepit pada usia tua (Spinal Stenosis), dengan metode penciutan bantalan tulang (Disc) dengan menggunakan sinar laser yang disuntikan pada bantalan tulang yang megalami penonjolan.

Teknik ini dilakukan dipandu dengan teknologi C-arm terbaru yang dikenal aman dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Tahapan Prosedur PLDD :

  • Pasien sadar , tidak perlu puasa, posisi tengkurap di meja operasi
  • Dilakukan gambar pada titik -titik yang akan dilakukan PLDD ( bisa 1/2/3 level) dgn bantuan alat C-arm.
  • Aseptik dan antiseptik daerah tindakan
  • Dilakukan penyuntikan pada bantalan yang menonjol dengan bantuan alat C-arm.
  • Pastikan jarum suntik pada bantalan dengan pemberian kontras
  • Jarumdihubungkan dengan tip laser ke alat BIOLITEC
  • Dilakukan proses heating sampai mencapai 1200 joule pada pinggang dan 800 Joule pada leher dengan panjang gelombang yang sesuai masing 2 lokasi.
  • Prosedur selesai.

Keunggulan Tindakan PLDD :

  • Tanpa Pembedahan
  • Tanpa Pembiusan
  • Tanpa Puasa
  • Perawatan RS hanya 8-12 jam
  • Dapat langsung pulang sehabis tindakan bila pasien sanggup/ tidak ada keluhan

Oleh :

dr. Muki Partono, Sp OT

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatology , Jakarta Orthopaedic Center, RS Jakarta.


WhatsApp-Image-2021-09-30-at-11.13.09-1200x898.jpeg
30/Sep/2021

Katarak merupakan kondisi yang mengganggu fungsi penglihatan yang ditandai dengan lensa mata yang menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya, sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi buram bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Faktor penyebab katarak, antara lain :

  • Proses degeneratif atau bertambahnya usia
  • Riwayat trauma atau cidera pada mata
  • Gangguan metabolisme
  • Paparan sinar radiasi dan sinar UV yang langsung pada mata dalam waktu yang lama
  • Penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kortikosteroid
  • Faktor genetik

Perkembangan teknologi operasi katarak pada saat ini sudah sangat maju, yaitu dengan metode Phacoemulsifikasi. Operasi Katarak dengan metode Phacoemulsifikasi menggunakan energi ultrasound untuk menghancurkan masa lensa yang keruh, kemudian menjadi bagian kecil, sehingga mudah di aspirasi kedalam mesin.

Kelebihan Operasi dengan alat Fakoemulsifikasi :

1.Insisi atau luka yang kecil,

2.Proses penyembuhan lebih cepat

3.Hasil yang lebih baik,

4.Tidak memerlukan jahitan.

Operasi katarak modern menggunakan teknologi Fakoemulsifikasi, memberikan hasil operasi yang optimal, tidak hanya dalam hal pemberantasan kebutaan katarak, tapi juga peningkatan kualitas hidup.

Oleh :

dr. Wita Jayanti, Sp M,

Dokter Spesialis Mata

Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta


WhatsApp-Image-2021-09-28-at-09.44.41-1.jpeg
30/Sep/2021

Masa penyembuhan Covid-19 berbeda-beda pada setiap orang, ada yang mengalami pemulihan dengan cepat namun ada juga yang mengalami pemulihan yang berkepanjangan, terutama ketika mencoba untuk kembali melakukan aktifitas fisik/berolahraga. Banyak orang yang mengalami komplikasi jangka panjang setelah infeksi Covid-19 yang disebut post-acute syndrome atau long covid. Dalam kaitannya dengan latihan/fisik atau berolahrga, kondisi long covid yang perlu mendapat perhatian adalah adanya kondisi myocarditis.

Latihan fisik yang dilakukan pada kondisi myocarditis dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Untuk mengurangi risiko, rekomendasi latihan fisik pasca Covid-19 menggunakan pendekatan Stratifikasi Risiko. Walaupun dengan pertimbangan kondisi kardiopulmuner tertentu pasien pasca infeksi Covid-19 sedang – berat tidak disarankan untuk segera melakukan latihan fisik, tetapi setidaknya dengan latihan fisik intensitas ringan dapat memberikan perlindungan terjadinya hiperkoagulasi pada pasien tanpa gejala (OTG) dan pasien bergejala ringan2. Selain terdapat adanya bukti penelitian yang menunjukkan bahwa latihan yang disesuaikan dan diawasi mungkin merupakan terapi multi sistem yang efektif untuk sindrom pasca-COVID-19. Untuk kembali melakukan latihan fisik yang benar, terarah dan aman maka perlu mendapatkan pengawasan dan pendampingan ahli pada saat berlatih.

Segera nikmati Promo Spesial Paket Recovery Pasca Covid-19 bersama Dokter Spesialis Sport Medicine, Rumah Sakit Jakarta. Terdapat berbagai paket latihan yang disesuaikan dengan kondisi kamu. Dan kamu bebas memilih jumlah sesi sesuai dengan kebutuhan kamu dan dapatkan harga yang lebih hemat dengan memilih sesi latihan 4x, 8x atau 12x.

Untuk pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


images.jpg
10/Sep/2021

Ortodonti adalah perawatan untuk memperbaiki posisi gigi yang tidak teratur (berjejal) serta meningkatkan fungsi mastikasi agar kesehatan mulut dapat terjaga secara keseluruhan. Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan alat-alat untuk menggerakkan gigi-gigi dan mengkoreksi kelainan yang ada. Secara umum alat ortodonti dibagi menjadi dua yakni alat ortodonti lepasan (removable appliance) dan alat ortodonti cekat (fixed appliance).

Kelainan Dentofasial (Wajah & Gigi)

Kelainan dentofasial sering disebabkan oleh ketidak-seimbangan dan fungsi otot-otot bibir, pipi, dan lidah yang tidak normal. Posisi lidah saat menelan ataupun berbicara dijadikan indikator penting untuk melihat ada tidaknya masalah fungsional dari otot-otot yang membentuk struktur dentofasial.

Terapi Myofunctional Pada Usia Tumbuh Kembang

Alat ortodonti lepasan pada umumnya digunakan untuk menggerakkan gigi-gigi pada usia dini (6-12 tahun). Terdapat berbagai jenis alat ortodonti lepasan termasuk alat myofunctional seperti bionator, monoblok, twin block, Frankel dan lain-lain.

Pemilihan berbagai jenis alat ortodonti lepasan adalah berdasarkan dari hasil diagnosisnya.

Oleh :

drg. RA Ravitri, Sp. Ort

Dokter Gigi Spesialis Orthodonti

Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta


images.jpg
31/Aug/2021

Vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum telah dibuka beberapa pekan lalu.  Ada beberapa keluhan yang dialami peserta vaksin pasca vaksinasi seperti, nyeri pada lengan di tempat suntikan, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam, dll. Beberapa keluhan/reaksi diatas termasuk dalam KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menerima vaksin Covid-19 mengalami reaksi setelah vaksinasi. Kalaupun terjadi, reaksi yang timbul adalah wajar. Hal yang perlu diingat adalah KIPI jauh lebih ringan dibandingkan terkena COVID-19 ataupun komplikasi terkait COVID-19.

Reaksi yang terjadi biasanya menandakan vaksin sedang bekerja di dalam tubuh kita. Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit. KIPI umumnya bersifat sementara, hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Yang harus dilakukan jika terjadi reaksi/ keluhan/ efek samping setelah vaksinasi Covid-19, sebagai berikut :

  • Tetap tenang
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada tempat suntikan tersebut.
  • Jika demam, kompres/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Laporkan semua reaksi/keluhan yang terjadi setelah vaksinasi ke petugas kesehatan.
  • Untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius, sasaran diminta untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 15 menit*) sesudah vaksinasi.

INSIGHT_COVER.png
31/Aug/2021

Vaksinasi COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan agar kita tidak tertular atau sakit berat akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin. Butuh waktu dua hingga tiga minggu agar antibodi pasca divaksin dosis kedua terbentuk dengan baik.

Vaksinasi COVID-19 dosis lengkap dan sesuai jadwal yang dianjurkan serta penerapan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit COVID-19. Supaya vaksin COVID-19 dapat bekerja optimal, Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum dan setelah vaksinasi covid-19, sebagai berikut :

DO

Sebelum vaksin

  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi makanan cukup nutrisi
  • Jika memiliki penyakit penyerta, periksa dan ikuti anjuran dokter sebelum melakukan vaksinasi.

DON’T

  • Vaksin saat sedang sakit, seperti ; demam

DO

Setelah Vaksin

  • Perhatikan reaksi tubuh, jika demam, menggigil atau pegal-pegal boleh minum paracetamol (jika tidak ada alergi paracetamol).
  • Istirahat yang cukup
  • Jika mengalami gejala berat, segera hubungi petugas kesehatan.

DON’T

  • Tidak memakai masker
  • Bekerumun
  • Tidak rutin mencuci tangan

WhatsApp-Image-2021-08-04-at-14.50.06-1200x674.jpeg
04/Aug/2021

Definisi Glaukoma

Gangguan pada mata dimana tekanan cairan dalam bola mata meningkat, berakibat kerusakan pada serat lembut saraf optik yang bertugas membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.

Bagaimana mengenali tanda-tanda glaukoma?

  • Sakit mata yang parah,
  • Penglihatan yang terus memburuk,
  • Kemerahan pada mata,
  • Sakit mata yang disertai mual dan muntah.
  • Saat melihat lampu terdapat lingkaran seperti pelangi.

Pemeriksaan skrining glaukoma secara berkala pada :

  • Usia < 40 tahun: setiap 2-4 tahun
  • Usia > 40 tahun: setiap 2 tahun
  • Riwayat keluarga memiliki glaukoma: setiap 1 tahun

Skrining berkala dilakukan untuk mendeteksi glaukoma secara dini, salah satunya adalah dengan Pemeriksaan Humphrey Field Analyzer.

Prosedur Humphrey Field Analyzer

  • Ruangan harus gelap dan tenang, waktu pemeriksaan adalah sekitar 10 menit untuk setiap mata.
  • Pengisian data pasien dan detail pemeriksaan
  • Penempatan pasien : Mata yang tidak diperiksa ditutup, pasien duduk dikursi pemeriksaan dengan tangan memegang bel. Dagu diletakkan diatas sandaran dagu sehingga mata yang akan diperiksa terletak ditengah garis lintasan pada layar monitor.
  • Pasien harus selalu melihat cahaya kuning yang ada ditengah.
  • Pada saat mata pasien terfiksasi pada cahaya kuning, komputer akan memancarkan sinar kecil secara acak di sekitarnya. Pasien harus menekan tombol yang berada ditangannya setiap kali mereka melihat sinar tersebut.
  • Pasien diperbolehkan mengedipkan mata, terutama setelah melihat target.
  • Pasien tidak diperbolehkan bicara selama pemeriksaan kecuali mengalami masalah.

Keunggulan Humphrey Field Analyzer

  • Lebih akurat
  • Parameter stimulus terstandarisasi dan dapat bervariasi
  • Tidak ada bias yang mempengaruhi respon pasien
  • Penyimpanan dan analisis data dilakukan dengan komputer
  • Dapat beradaptasi dengan setiap penderita

WhatsApp-Image-2021-06-10-at-11.12.01.jpeg
13/Jul/2021

Retina adalah organ yang sangat vital dari seluruh jaringan di dalam rongga mata, yang berfungsi untuk menangkap rangsangan cahaya dan mengirimkan rangsangan tersebut ke otak, sehingga kita dapat melihat suatu objek. Retina memerlukan suplai darah, normalnya suplai darah retina dimulai pada usia 16 minggu kehamilan dan terbentuk secara sempurna pada umur kehamilan 41-42 minggu.

Gangguan pembentukan pembuluh darah retina atau retinopathy of prematurity (ROP) yang bisa terjadi pada bayi premature sejatinya bisa di skrining. Untuk mendapatkan gambaran maupun rekaman kondisi retina dan mata bagian depan, termasuk kondisi sudut bilik mata depan secara real adalah menggunakan Retcam atau Retina Camera. Klinik Mata Jakarta Aini telah dilengkapi fasilitas RetCam atau Retina Camera.

Kelainan retina yang dapat dideteksi dengan Retcam ;

  • Retinopathy Of Prematurity ( kelainan pertumbuhan pembuluh darah retina pada bayi premature),
  • Retinoblastoma (tumor retina),
  • Penyakit infeksi yang dapat mengenai retina seperti : Toxoplasma, Cyto Megalo Virus (CMV), dll

Keunggulan penggunaan Retcam dalam deteksi dini ROP adalah didapatkannya gambaran Retina secara keseluruhan sehingga dapat digunakan dalam evaluasi progresivitas ROP dan hasil terapi yang telah diberikan.


inside-header-KNEE-ARTHROSCOPY2-1200x582.jpg
06/Jul/2021

Artroscopy adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mendiagnosis dan menangani sejumlah gangguan sendi menggunakan alat bernama artroskop yang dimasukkan lewat sayatan kecil berukuran sekitar 0,75 cm – 1cm. Sendi yang paling sering didiagnosa dan ditangani dengan teknik arthroscopy ini adalah sendi lutut.

Gangguan Sendi Lutut yang dapat ditangani dengan Arthroscopy :

  • Robekan ligamen: Hal ini menyebabkan lutut menjadi tidak stabil, mengarah pada kerusakan lebih lanjut pada struktur lutut yang lain. ProsedurArthroscopydapat merekonstruksi ligamen dan memperbaiki ketidakstabilannya untuk memperpanjang umur bagian lutut yang lain.
  • Kerusakan tulang rawan lutut: Hal ini dapat diobati dengan terapi atroskopi sel punca (stem cell), prosedurArthroscopylain, di mana tulang rawan diregenerasi dengan penggunaan sel punca.
  • Robekan meniskus: Jika Anda mengalamirobekan meniskus(bantalan sendi lutut), Anda harus memelihara meniskus dengan memperbaikinya agar dapat mempertahankan sifat penyerap guncangannya. Jika meniskus Anda mengalami cedera parah dan perlu dibuang, maka hal ini akan menyebabkan lutut yang semakin aus dan robek, serta artritis dini.

Prosedur Arthroscopy

  • Pemberian anestesi lokal, regional, atau total, sesuai dengan kondisi pasien. Setelah bius bekerja, pasien akan diposisikan sedemikian rupa, tergantung bagian sendi yang akan dioperasi.
  • Pemberian desinfeksi dan pembedahan, dokter akan membuat sayatan sebesar lubang kunci di kulit pasien sebagai jalan masuknya artroskop. Dokter juga bisa membuat beberapa sayatan untuk memasukkan alat atau instrumen bedah lainnya.
  • Dokter dapat melihat gambaran sendi yang ditangkap oleh artroskop di layar monitor. Sambil memantau sendi yang bermasalah, dokter juga dapat melakukan tindakan, seperti mengangkat atau memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak di daerah sendi. Umumnya, prosedur artroskopi berlangsung selama 30 menit sampai 2 jam.

Keunggulan arthroscopy antara lain ; Luka yang kecil atau minimal invasive, Proses penyembuhannya lebih cepat, Secara kosmetik atau bekas luka pasca operasi akan terlihat lebih baik., Efektivitas prosedur yang memudahkan karena bisa menjangkau tempat- tempat yang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan open surgery dan proses operasi tergolong cukup singkat.


dr-adrian-spot-1200x800.jpg
06/Jul/2021

Patah tulang atau dalam bahasa medis disebut fraktur adalah kondisi tulang yang terputus, baik sebagian, komplit ataupun remuk. Biasanya diakibatkan oleh trauma benturan baik oleh kecelakaan lalu lintas, terpeleset di kamar mandi atau cedera saat olahraga. Sedangkan sendi yang keluar (Dislokasi) diakibatkan oleh trauma yang hebat sehingga mengakibatkan persendian keluar dari tempatnya. Dapat terjadi pada sendi besar seperti sendi bahu, siku, panggul, lutut maupun sendi – sendi kecil seperti pada jari – jari tangan dan kaki.

Gejala paling sering ditemukan adalah nyeri yang tiba – tiba muncul setelah trauma. Biasanya disertai dengan bengkak, lebam, kaki menjadi lebih pendek, melengkung ataupun bengkok. Dapat pula disertai dengan luka pada kulit ataupun tampak tulang yang menonjol keluar dengan otot sekitar lebam ataupun robek. Pada sendi yang keluar gejala yang ditemukan adalah nyeri yang hebat, sendi menjadi tidak bisa digerakkan ataupun diluruskan setelah trauma.

Penanganan

  • Pemasangan gips (pasang semen melingkar), bertujuan mempertahankan posisi tulang hingga sembuh menyatu. Pada tulang belakang diberi korset untuk membantu menyangga punggung belakang.
  • ORIF (Open Reduction Interna Fixation) yaitu pemasangan pen pada patah tulang dengan menjaga agar tulang menjadi stabil sambil memberikan kesempatan pada patah tulang untuk sembuh.
  • Pemasangan sendi buatan, pada patah tulang bonggol paha (hip) pada usia tua sering dilakukan penggantian sendi buatan (Arthroplasty). Hal ini dilakukan karena pembuluh darah sekitar hip sudah tidak optimal untuk proses penyembuhan/penyatuan kembali.

Komplikasi yang dapat terjadi yaitu komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek meliputi adanya perdarahan, jepitan pembuluh darah dan saraf oleh karena bengkak, infeksi. Sedangkan resiko jangka panjang yang dapat terjadi adalah tulang tidak menyatu, ataupun tulang menyatu tetapi pada posisi bengkok sehingga tungkai menjadi lebih pendek. Penderita tidak dapat berjalan ataupun jika dapat berjalan dengan kondisi pincang. Jika hal ini telah terjadi maka memerlukan operasi untuk mendapatkan hasil yang optimal.




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.