Informasi RS Jakarta

Berita Terkini

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
154F5A22-A7EA-4601-A3AF-5773B12601C9.jpeg
04/May/2021

Air merupakan elemen penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Faktanya, air merupakan zat gizi esensial dan sekitar 60% tubuh manusia tersusun atas air.

Berikut ini beberapa kebaikan hidrasi bagi tubuh kita:

1. Mendistribusikan oksigen dan berbagai zat gizi

Darah bertugas untuk mendistribusikan oksigen dan berbagai zat gizi ke seluruh sel tubuh. Lebih dari 90 persen kandungan plasma darah adalah air, sehingga jika Sahabat Sehat mengalami dehidrasi dapat menyebabkan gagal sirkulasi

2. Mengatur suhu tubuh

Keringat akan bercucuran jika Sahabat Sehat berada di ruangan yang cukup panas atau setelah berolahraga. Keringat tersebut berfungsi untuk membawa keluar panas tubuh agar suhunya tetap berada pada kisaran normal (36,5–37,2 derajat Celcius).

3. Mendukung fungsi pencernaan

Proses pencernaan makanan pada tubuh Sahabat Sehat sangat bergantung dengan ketersediaan air. Oleh sebab itu, kebutuhan cairan tubuh yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan seperti konstipasi dan asam lambung.

4. Menjaga konsentrasi dan suasana hati

Beberapa dampak dehidrasi ringan adalah gangguan pada fungsi kognitif yang dapat langsung dirasakan, seperti mudah lelah, mengantuk, dan penurunan daya ingat.

Dengan cukup minum, Sahabat Sehat bisa terhindar dari gejala-gejala tersebut dan dapat tetap fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan kognitif, konsentrasi, dan suasana hati yang baik.


F4D81A1E-A49F-4C10-8999-711C8104EA54.jpeg
29/Apr/2021

Dental Bridge adalah salah satu jenis metode untuk memperbaiki gigi yang umum digunakan saat ini. Sesuai namanya, Dental Bridge digunakan sebagai “jembatan” yang mengisi kekosongan dari gigi yang hilang. 

Dental Bridge terdiri atas dua buah mahkota yang dipasang pada kawat besi dan diletakkan pada kedua gigi pada ujung-ujung kekosongan. Kedua gigi yang digunakan sebagai penopang Dental Bridge disebut sebagai “gigi perbatasan.” Jembatan tersebut kemudian dipasang gigi palsu yang disebut sebagai pontics. Gigi palsu tersebut dapat terbuat dari porselen, emas, logam, atau campuran dari material-material tersebut.

Jenis-jenis Dental Bridge

Terdapat tiga jenis Dental Bridge yang umum digunakan:

  • Dental Bridge Tradisional – jenis Dental Bridge yang paling umum dipakai dan umumnya terbuat dari keramik atau porselen dengan campuran logam. Dengan Dental Bridge tradisional, sebuah mahkota digunakan dan dipasang pada kedua ujung jarak antara gigi yang hilang, dan pontic dipasang diantaranya.
  • Dental Bridge Cantilever (Baca: Kantilever) – Dental Bridge ini digunakan apabila hanya ingin menggantikan satu gigi, biasanya gigi yang terdapat pada ujung belakang dari mulut. Dental Bridge cantilever hanya digunakan ketika hanya terdapat satu gigi yang dapat digunakan sebagai penopang sehingga jarang digunakan dengan harga yang cukup mahal.
  • Dental Bridge Berperekat Damar – Dental Bridge dengan bahan perekat dari damar (resin) atau umum disebut sebagai Maryland bonded bridges menggunakan kerangka logam atau porselen, kemudian ditopang oleh gigi dan gusi yang terbuat dari campuran porselen dengan logam, keramik, atau plastik.

Jenis Dental Bridge yang akan dipasang akan sangat bergantung pada kondisi dari gigi yang tersisa dan lokasi pemasangan.

Keuntungan dari Dental Bridge

Dental Bridge adalah solusi ekonomis untuk mengembalikan gigi dan memberikan efek estetik dan kesehatan. Keuntungan dari Dental Bridge antara lain:

  • Mengembalikan bentuk fisik gigi seperti semula
  • Memberikan senyuman yang lebih menawan
  • Mengembalikan kemampuan untuk berbicara dan mengunyah
  • Mempertahankan bentuk wajar dari wajah
  • Mendistribusikan tekanan pada saat mengunyah untuk menghindari masalah rahang dan sakit kepala 
  • Melindungi gigi yang tersisa agar tidak bergeser dari posisi aslinya

Kapan Harus Menemui Dokter Gigi?

Apabila secara sengaja atau tidak sengaja, gigi permanen bagian depan atau belakang Anda hilang atau rusak, penting bagi Anda untuk segera menemui dokter gigi untuk berkonsultasi. Pemasangan Dental Bridge pada umumnya disarankan karena memiliki tampilan yang lebih natural dan lebih nyaman daripada gigi palsu maupun implantasi gigi. Jarak kosong antar gigi yang ditinggalkan oleh gigi yang hilang dapat menyebabkan banyak masalah. Tidak hanya pada penampilan, tetapi lokasi tersebut dapat memberikan beban lebih pada gigi-gigi di sebelahnya. Selain itu, kekosongan tersebut dapat menyebabkan pengunyahan yang tidak normal, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan penyakit gusi.


2ED2602A-940B-4565-9261-BC012D0F9BE4.jpeg
22/Apr/2021

Hai, Sahabat Sehat! Tahukah bahwa metode crown gigi perlu dapat mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan melindungi gigi yang rapuh?

 

Crown gigi atau dental crown adalah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak atau patah. Normalnya, gigi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk keropos. Meski begitu, beberapa kondisi bisa membuat gigi menjadi rusak atau malah patah, misalnya gigi berlubang yang sudah parah atau cedera yang menyebabkan patahnya gigi.

Metode crown gigi dibutuhkan untuk tujuan-tujuan berikut ini:

  • Memperbaiki penampilan gigi yang rusak dan patah.
  • Melindungi gigi yang rentan mengalami kerusakan akibat pembusukan.
  • Menutup bentuk gigi yang sudah rusak atau yang berubah warna.
  • Melindungi dan mendukung susunan gigi bila ada gigi yang copot.
  • Melindungi posisi implan gigi.

Proses Pemasangan Crown Gigi

Pemasangan crown gigi biasanya membutuhkan waktu beberapa kali kunjungan ke dokter gigi. Jumlah kunjungan yang diperlukan akan tergantung pada kondisi gigi Sahabat Sehat. Berikut ini prosedur pemasangan crown gigi yang perlu diketahui:

1. Menentukan bahan pembentuk crown gigi

Crown gigi memiliki bahan yang bermacam-macam dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahan crown gigi yang akan dipakai ditentukan oleh dokter gigi. Beberapa jenis material untuk crown gigi meliputi logam, porselen atau keramik, rasin, campurun porselen dan logam, stainless steel.

2. Pemeriksaan mulut

Dokter gigi umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, seperti foto rontgen, untuk mengetahui kondisi akar gigi dan dan tulang di sekitar gigi. Jika ditemukan kerusakan gigi yang parah atau risiko infeksi pada akar gigi, dokter akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dulu.

3. Mencetak crown gigi

Crown gigi dicetak dengan kondisi gigi yang akan ditutupi. Dari cetakan yang telah dibuat, umumnya crown gigi akan selesai sekitar 2–3 minggu kemudian.

Dokter akan menggunakan anestesi atau pembiusan di jaringan gusi sekitar gigi saat memberikan crown gigi sementara untuk melindungi gigi sampai crown gigi permanen selesai dibuat.

4. Pemasangan crown gigi permanen

Setelah crown gigi selesai dibuat, dokter akan melepas crown gigi sementara dan membersihkan sisa-sisanya agar crown permanen bisa menempel dengan baik. Sesudah proses pasang crown gigi permanen selesai dan gigi sudah terasa nyaman, Sahabat Sehat diperbolehkan untuk pulang.


1DF0D72D-3665-44D8-961F-5279EA52F4D7.jpeg
13/Apr/2021

Hai, Sahabat Sehat!

Bulan puasa merupakan momen yang baik untuk memperbanyak beribadah dan mendekatkan diri kepada keluarga. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.

Berikut merupakan beberapa cara untuk menjaga tubuh agar sehat dan bugar di bulan suci Ramadhan ini.

  • Mengonsumsi makanan dengan zat gizi lengkap

Setiap kali makan sahur dan berbuka, makanan yang dikonsumsi harus mengandung zat gizi lengkap, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah.

Pilihlah jugasumber karbohidrat kompleks saat makan, seperti oat, nasi merah, roti gandum

Hal ini penting karena bahan makanan tersebut mampu mencerna energi secara lambat selama puasa berlangsung

  • Perbanyak sayuran dan buah

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya serat.

Kandungan serat akan dicerna tubuh dalam waktu lama sehingga salah satunya akan memberikan sensasi kenyang di perut.

  • Perhatikan asupan cairan

Minumlah air putih minimal sebanyak 8 gelas per hari dari waktu buka puasa hingga sahur.

Konsumsi cukup cairan ini sangat penting dilakukan untuk mencegah konstipasi dan dehidrasi.

  • Mengurangi kafein

Kurangi konsumsi minuman atau makanan yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi, karena kafein dapat menstimulasi pengeluaran air dari dalam tubuh melalui air kemih.

  • Konsumsi suplemen jika diperlukan

Apabila diperlukan, konsumsi suplemen yang berisi mineral dan vitamin boleh saja dilakukan untuk membantu proses metabolisme tubuh.

  • Tetap lakukan aktivitas fisik

Lakukan aktivitas fisik selama berpuasa minimal berjalan kaki selama 30 menit per hari untuk menjaga proses metabolisme tubuh. Olahraga bisa dilakukan saat menjelang waktu berbuka puasa.


4C74BD27-183A-4722-81C5-DC93085D4D98.jpeg
01/Apr/2021

Hai, Sahabat Sehat!

 

Rumah Sakit Jakarta bersama dengan PT Lippo General Insurance memberikan penawaran FREE UPGRADE Kelas Kamar Perawatan.

Syarat dan Ketentuan:

 

– Upgrade/Naik kelas 1 (satu) tingkat otomatis di atas hak kelas nasabah (selama kamar tersedia)

– Biaya perawatan sesuai tarif kelas yang menjadi hak nasabah

– Berlaku untuk nasabah jaminan PT Lippo General Insurance

– Tidak berlaku untuk pasien COVID-19

– Berlaku mulai 1 Februari 2021 sampai dengan 31 Januari 2022

 

Untuk informasi lebih lanjut, Sahabat Sehat dapat menghubungi kami via DM.

 

Semoga sehat selalu, ya!

 


DF781610-8C47-445A-8D77-F0679F537C54.jpeg
26/Mar/2021

Hai, Sahabat Sehat! Tuberkulosis atau TBC merupakan jenis penyakit menular yang merusak jaringan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

 

Sahabat Sehat tidak perlu khawatir, karena kita dapat melakukan pencegahan penyakit TBC dengan beberapa cara sebagai berikut:

 

  • Pemberian Vaksin BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) telah teruji efektif untuk mencegah TBC sampai seseorang berusia 35 tahun. Efektivitas BCG bisa meningkat bila tidak ada pengidap TBC di lingkungan tempat tinggal Sahabat Sehat. Vaksin ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an dan paling banyak digunakan untuk memvaksin hampir 80% bayi baru lahir di seluruh dunia.

 

  • Diagnosis Sejak Dini

Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila dilakukan diagnosis dan pengobatan sejak dini.

 

  • Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal

TBC adalah penyakit yang menular melalui udara saat penderita TBC bersin atau batuk. Risiko infeksi dapat diminimalisir dengan membuat sistem sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus di rumah. Berikan juga pencahayaan yang cukup bagi rumah. Sinar UV dari matahari mampu membunuh bakteri TBC.

 

  • Tingkatkan Sistem Imun

Sistem imun bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Sistem imun yang baik membantu Sahabat Sehat terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC ini


BA8D0485-6753-4FC4-9F3E-C185A4211E09.jpeg
26/Mar/2021

 

Kanker adalah penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali. Gejala kanker dapat berupa munculnya benjolan yang tidak lazim, terjadi perubahan pada kulit, adanya masalah pada kelenjar getah bening, penurunan berat badan tanpa sebab, batuk atau sesak napas berkepanjangan, rasa sakit tanpa sebab dan perdarahan tidak normal.

 

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker, antara lain adalah:

 

Riwayat keluarga. 

Usia.

Individu di atas usia 65 tahun lebih berisiko untuk mengalami kanker.

 

Kebiasaan buruk. 

Mengkonsumsi alkohol berlebihan, merokok, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan hubungan seks yang tidak aman dapat memicu terjadinya kanker.

 

Kondisi kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan kronis, seperti peradangan pada usus juga dapat meningkatkan resiko munculnya kanker jenis tertentu.

 

Lingkungan hidup. 

Bahan kimia berbahaya seperti asbes dan benzena di rumah atau tempat kerja bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini.

 

Agar terhindar dari kanker, Sahabat Sehat perlu melakukan pencegahan sejak dini dan dimulai dari sekarang! Langkah yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mencegah kanker adalah:

 

  1. Mengonsumsi makanan sehat

 

Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta kacang-kacangan dapat memberikan nutrisi baik yang dibutuhkan oleh tubuh dan daya tahan tubuh pun dapat meningkat.

 

Jangan lupa untuk membatasi juga konsumsi makanan olahan yang cenderung tinggi kalori, lemak tak sehat, dan gula tambahan, serta dapat meningkatkan penumpukan lemak karena ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

 

  1. Rutin berolahraga

 

Menjaga berat badan ideal melalui berolahraga adalah kunci untuk mencegah kanker. Usahakan untuk berolahraga paling tidak 30 menit sehari.

 

  1. Menghindari asap rokok dan minuman beralkohol

 

Rokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar terjadinya kanker. Selain kanker paru-paru, merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker kerongkongan, tenggorokan, mulut, ginjal, kandung kemih, pankreas, perut, dan leher rahim.

 

Selain merokok, sering mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko Sahabat Sehat untuk mengalami kanker. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki sifat karsinogenik yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu munculnya penyakit kanker.

 

  1. Melakukan deteksi dini

 

Pada stadium awal, kanker sering kali tidak menimbulkan gejala. Gejala biasanya baru dirasakan setelah kanker berada di stadium lanjut. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu melakukan deteksi kanker sejak dini sebagai salah satu cara untuk mencegahnya. 

 

Jika Sahabat Sehat masih memiliki pertanyaan seputar cara mencegah kanker atau risiko kanker pada diri sendiri dan anggota keluarga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!


FA49CCB4-2F91-42E6-A510-BDEB179DF1DC.jpeg
26/Mar/2021

 

Hai, Sahabat Sehat! Tahukah bahwa wanita hamil merupakan kategori dari kelompok rentan yang dapat terinfeksi COVID-19? Wanita hamil yang menunjukkan hasil positif COVID-19 memiliki potensi untuk mengalami abnormalitas pada plasenta. Keadaan ini dapat mempengaruhi kadar oksigen serta nutrisi pada janin, namun efek samping secara jangka panjangnya masih belum dapat diketahui.

 

Oleh karena itu, wanita hamil perlu melakukan adaptasi di era New Normal ini.  Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar kondisi wanita hamil selama pandemi COVID-19 tetap terjaga:

 

Perketat protokol kesehatan dalam keseharian

 

Lakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), 3T (tracing, testing, treatment) dan VDJ (ventilasi, durasi jarak).

 

Disiplin diri

 

Pastikan ibu hamil disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan yang ada. Hindari pertemuan di tempat yang ramai dan juga berada di kerumunan.

 

Pemeriksaan rutin

 

Meski tengah pandemi, pemeriksaan kehamilan tetap harus rutin dilakukan. Konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kehamilan dan jadwal konsultasi selama pandemi agar dapat mempersiapkan pemeriksaan dengan baik. Berdasarkan rekomendasi, pemeriksaan tatap muka pada ibu hamil selama pandemi dilakukan satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga.

 

Pola hidup bersih dan sehat

 

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama kehamilan dengan menjaga kebersihan diri dan sekitar serta mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna.

 

Olahraga teratur

 

Wanita hamil juga harus rutin berolahraga. Aktif dalam bergerak baik untuk menjaga daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan memudahkan persalinan.

 

Asupan vitamin

 

Asupan vitamin sangat diperlukan oleh wanita hamil dan juga janin. Konsumsi sejumlah nutrisi penting seperti asam folat, kalsium, vitamin C, vitamin D, dan zat besi. Lakukan konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui nutrisi tambahan yang umumnya berbeda pada setiap wanita hamil.

 

Cari rumah sakit yang tepat

 

Carilah rumah sakit yang menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar untuk persalinan. Penerapan protokol kesehatan yang ketat yang baik dan benar dapat menjaga ibu dan bayi sebelum, selama, dan setelah persalinan.

 

Salam sehat selalu!

 


C758A73A-37F5-4DFA-9642-04C883AED99A.jpeg
26/Mar/2021

Tahukah Sahabat Sehat bahwa menyikat gigi tidaklah cukup untuk mendapatkan gigi yang sehat dan bersih? Untuk memperoleh gigi yang menawan, Sahabat Sehat juga perlu melakukan prosedur scaling gigi. Prosedur non-operasi ini dapat membersihkan gigi secara maksimal karena dapat menghilangkan karang gigi di seluruh permukaan gigi dan bagian bawah gusi. Dengan begitu, kesehatan mulut tetap terjaga dan terhindar dari risiko penyakit yang mungkin terjadi.

 

Metode scaling ini dapat dilakukan melalui dua cara; dengan alat pengikis manual atau alat pengikis dengan gelombang ultrasonik. Dengan kedua metode tersebut, karang gigi yang menempel di permukaan gigi akan hilang dan Sahabat Sehat dapat memiliki gigi yang bersih dan berkilau.

 

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari scaling gigi, antara lain:

 

  1. Menghilangkan bau mulut

 

Karang gigi merupakan tempat bagi bakteri penyebab bau mulut berkembang biak. Untuk itu, rutinlah melakukan scaling gigi supaya mulut menjadi lebih segar dan bebas bau.

 

  1. Warna gigi menjadi lebih cerah

 

Karang gigi terbentuk akibat plak yang menempel dan mengeras pada permukaan gigi. Selain membuat tampilan gigi menjadi tidak terawat, karang gigi juga bisa membuat warna gigi berubah menjadi lebih kusam dan terlihat kuning. Oleh karena itu, penting untuk rutin melakukan scaling supaya karang gigi bisa terangkat dan warna gigi menjadi lebih cerah.

 

  1. Mencegah infeksi gusi

 

Karang gigi yang dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan radang gusi atau gingivitis. Kondisi ini ditandai dengan gejala berupa gusi bengkak, mudah berdarah, dan terasa sakit. Bila dibiarkan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan serius yang bisa merusak gigi dan jaringan penyangga gigi lainnya.

 

  1. Mengurangi risiko gigi copot

 

Penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh karang gigi akan berujung pada gigi copot. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kesulitan untuk mengunyah makanan dan menjadi tidak percaya diri. Oleh karena itu, rutinlah melakukan scaling gigi supaya gigi bersih dari karang gigi dan terhindar dari risiko gigi copot.

 

  1. Terhindar dari risiko penyakit jantung

 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rutin melakukan scaling gigi akan menurunkan risiko seseorang terkena atrial fibrilasi, yaitu gangguan irama jantung yang bisa menyebabkan penderitanya menjadi lemas, nyeri dada, jantung berdebar, dan sesak napas.

 

Selain itu, scaling gigi juga diketahui dapat menurunkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner. Bakteri yang menumpuk pada karang gigi bisa terbawa oleh darah dan membuat endapan pada pembuluh darah koroner di jantung. Endapan ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.

 

Rutin melakukan scaling gigi tidak hanya dapat menjaga kesehatan mulut saja, namun meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, jagalah kebersihan gigi dan periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi. Dengan begitu, karang gigi dapat terdeteksi sejak dini dan segera diatasi.


90C4568A-A7A3-419D-ADB5-6EDE95D0736E.jpeg
26/Mar/2021

 

Jantung merupakan organ vital yang berperan penting dalam pengaturan sirkulasi darah dalam tubuh. Oleh karena itu, gangguan pada jantung dapat berakibat fatal bagi siapapun yang mengalaminya. Berikut adalah beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang dapat kita bersama lakukan:

Menghindari kebiasaan merokok

Bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat menimbulkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah. Asap rokok dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah dan hal ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari normal. Jika keadaan ini berlangsung terus menerus, tekanan darah dan detak jantung dapat meningkat pesat dikarenakan jantung yang harus memompa oksigen lebih banyak ke otak dan tubuh.

Berolahraga secara teratur

Berolahraga secara teratur dapat meminimalisir resiko siapapun untuk dapat terkena penyakit jantung. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan dan meminimalisir resiko untuk seseorang terkena penyakit yang berpotensi untuk memperparah penyakit jantung seperti darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Sempatkanlah waktu di dalam keseharian untuk tetap aktif bergerak, karena sesedikit apapun aktivitas yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Menjaga pola makan sehat

Pola makan sehat dapat membantu melindungi jantung, menstabilkan tekanan darah, menjaga tingkat kolesterol, dan meminimalisir resiko terkena diabetes tipe 2. Konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, daging, makanan rendah kalori dan lemak, dan gandum. Selain itu, jangan lupa untuk membatasi konsumsi gula, karbohidrat yang telah diproses, garam, minuman beralkohol, lemak yang telah tersaturasi.

Istirahat yang berkualitas

Pastikan untuk memperoleh istirahat yang berkualitas dengan menerapkan jadwal tidur yang cukup sekitar 8 jam agar dapat terus beraktivitas secara optimal.

Menghindari stress

Stress yang berlebihan dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengelola stress dengan baik dan menjalani hidup dengan optimisme.

Melakukan pemeriksaan berkala

Lakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan diabetes tipe 2 secara berkala karena ketiga penyakit ini merupakan jenis-jenis penyakit yang dapat merusak pembuluh darah yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah yang diatur oleh jantung.

 




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.