Informasi RS Jakarta

Artikel Kesehatan

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
rawat-inap-web-21.png
07/Oct/2024

Gangguan pada saluran pencernaan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau maag disebut Dispepsia. Dispepsia dapat terjadi pada siapa saja, namun pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya Dispepsia. Lalu apa saja sih hal yang harus di hindari dan kondisi seperti apa yang dinilai harus segera ke Rumah Sakit? Mari kita bahas satu persatu!

Apa sih Dispepsia?

Dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi perut yang tidak nyaman atau gangguan pencernaan. Beberapa gejala umum dispepsia meliputi perut kembung, mual, nyeri perut, mulas, atau perasaan kenyang. Meskipun dispepsia tidak mengancam jiwa, namun dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa Penyebab Dispepsia?

Penyebab dispepsia bervariasi, mulai dari kebiasaan makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok, hingga kondisi medis seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. Oleh karena itu, pengobatan dispepsia harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Apa yang harus dilakukan?

Beberapa cara untuk meringankan gejala dispepsia adalah dengan mengubah gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi makanan yang sulit dicerna seperti makanan berlemak, pedas, dan asam. Selain itu, menghindari alkohol, kafein, merokok, dan stres juga dapat membantu mengurangi gejala. Dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti antasida, penghambat asam, atau antibiotik jika dispepsia disebabkan oleh infeksi bakteri. Mengonsumsi antasida jika kambuh, tapi diharuskan untuk konsultasi ke dokter jika gejala muncul kembali lebih dari 3 bulan atau tidak membaik setelah minum antasida.

Kapan Harus Periksa ?

  • Berat badan turun (tanpa alasan)
  • Perdarahan saluran cerna (muntah darah, BAB hitam seperti petis)
  • Usia > 50 th dengan gejala yg tidak membaik
  • Nyeri telan
  • Muntah berkali-kali
  • Ada benjolan di perut
  • Mata kuning

Penting untuk diingat bahwa gejala dispepsia yang terus berlanjut atau semakin parah harus segera diperiksakan ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa riwayat kesehatan untuk menentukan penyebab dispepsia dan meresepkan pengobatan yang sesuai.

Dispepsia merupakan kondisi yang cukup umum dan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan yang sesuai. Jika gejala terus berlanjut atau semakin parah, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Rumah Sakit Jakarta untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via WhatsApp 0812 8024 1056.

 


rawat-inap-web-11.png
06/Oct/2024

Senyum merupakan kunci utama dari penampilan seseorang, sehingga senyum dengan estetika baik tentu sangat diinginkan. Daya tarik senyum seseorang tidak hanya ditentukan oleh bentuk, posisi, dan warna gigi, tetapi juga oleh estetika jaringan gusi. Seiring dengan berkembangnya gaya hidup, salah satunya merokok merupakan salah satu pemicu  gusi dapat berubah warna. Warna gusi yang gelap kehitaman mengartikan bahwa gusi tersebut mengalami hiperpigmentasi, dimana pada gusi akan tampak warna gelap keunguan atau kecokelatan, atau bahkan kehitaman. Namun tidak perlu khawatir, saat ini ada lho teknologi yang memungkinkan kamu mengubah warna gusi menjadi pink merona! Yup, teknik Depigmentasi Gusi adalah solusinya.

Pigmentasi gusi (gingiva) adalah kondisi gusi yang mengalami perubahan warna menjadi keunguan yang melebar atau sebagai bercak coklat tidak beraturan dan berwarna coklat muda atau hitam, striae atau untaian. Tindakan Depigmentasi Gusi merupakan prosedur estetika, yang dilakukan untuk mengembalikan warna gingiva normal. Pada umumnya warna gusi normal adalah berwarna salmon coral pink.

Penyebab Gusi berwarna gelap :

1.Ekstrinsik : faktor dari luar, seperti  merokok, kebiasaan mengkonsumsi kopi, teh, dan makanan yang mengandung zat pewarna, dll

2.Intrinsik : faktor dari dalam tubuh, jarang terjadi

Metode Depigmentasi Gusi Konvensional

  • Bur ablasion

Teknik ini merupakan teknik yang simple, mudah, aman, dan tidak agresif, sehingga pasien merasa nyaman dan secara estetik pun baik, pendarahan dapat terkontrol. Selain itu, dari sisi harga lebih terjangkau.

Metode Depigmentasi Gusi Modern

  • Laser Ablation

Metode yang paling efektif, nyaman, dan dapat diandalkan walaupun tergolong cukup mahal. Teknik ini juga mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman saat prosedur dilakukan. Kelebihan lain, bidang operasi yang bersih dan kering serta hasil yang stabil.

Jakarta Dental Clinic, RS Jakarta telah berpengalaman dalam Layanan Depigmentasi Gusi, yang ditangani langsung oleh Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Rumah Sakit Jakarta. Untuk informasi dan pendaftaran dapat melalui Telp 021-5732241 atau Whatsapp 0812 8024 1056.


rawat-inap-web-17.png
05/Oct/2024

Tahukah kamu, nyeri pinggang termasuk penyakit yang nyaris pernah dialami oleh sebagian besar orang? Penyebabnya bisa beragam mulai dari kebiasaan postur tidak ergonomis, mengangkat beban terlalu berat hingga berat badan berlebihan. Nah, gejala nyeri pinggang bisa berlangsung beberapa hari bahkan dalam jangka waktu yang lama. Berat dan ringan nyeri juga bergantung dari penyebabnya. Pada kondisi yang berat, nyeri pinggang akan membuat penderita membatasi gerakannya sehingga aktivitas pun terganggu. Dan nyeri pinggang biasa bisa diredakan dengan latihan untuk memperkuat otot dan modifikasi kebiasaan seperti perbaikan postur saat duduk, berdiri dan berjalan, hingga saat tidur. Penasaran mengenai Nyeri Punggung Bawah? simak penjelasan selengkapnya bersama dr. Neysa Calista, Sp.KFR, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Rumah Sakit Jakarta.

Apa sih Nyeri Punggung Bawah?

Low Back Pain (LBP) / Nyeri Punggung Bawah (LBP) adalah rasa tidak nyaman (nyeri) yang dimulai di bawah tulang rusuk atau pinggang dan dapat meluas hingga bokong bahkan sampai ke tungkai/kaki. Nyeri dapat berkisar dari parah dan berlangsung lama hingga sedang dan berlangsung singkat, dan seringkali sembuh sendiri (90% kasus), tetapi kebanyakan orang rentan mengalami kekambuhan. Nyeri punggung adalah keluhan yang paling sering terjadi di masyarakat kita. Sekitar 60-80% populasi dunia pernah mengalami setidaknya satu keluhan nyeri punggung bawah seumur hidupnya (lifetime prevalensi), tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Penyebab

Nyeri punggung bawah dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Nyeri ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti: cedera akibat jatuh atau benturan, gerakan tubuh yang berlebihan, atau mengangkat beban yang berat. Selain itu, nyeri punggung juga bisa disebabkan oleh kondisi berikut ini:
  1. Kekakuan otot
Pada kondisi otot yang kaku akibat jarang bergerak dapat menimbulkan nyeri punggung bawah.
  1. Kerusakan pada celah sendi tulang belakang.
Bertambahnya usia mengakibatkan jaringan di celah sendi melemah, sehingga bantalan tulang belakang menonjol. Kondisi ini dapat menekan saraf tulang belakang (saraf terjepit) dan menyebabkan nyeri yang menjalar ke kaki. Selain itu, pergeseran tulang belakang atau spondylolisthesis juga bisa menyebabkan nyeri punggung bawah.
  1. Radang sendi (arthritis).
Pada beberapa kasus, radang sendi dapat menyebabkan penyempitan pada sendi dan ruas tulang belakang, sehingga menimbulkan nyeri.
  1. Kelainan bentuk dan pengeroposan tulang belakang.
Kelainan bentuk tulang belakang, misalnya kifosis dan pengeroposan tulang (osteoporosis) dapat menyebabkan penekanan pada saraf dan menimbulkan nyeri.
  1. Gangguan pada saraf tulang belakang.
Kondisi ini dapat terjadi akibat radang, penekanan, cedera, atau tumor yang menekan saraf tulang belakang.
  1. Batu ginjal
Nyeri punggung bawah karena batu ginjal biasanya biasanya terasa seperti ditusuk benda tajam dan dirasakan hanya pada satu sisi punggung.

Gejala

Intensitas nyeri punggung yang dirasakan setiap penderita berbeda-beda, mulai dari ringan hingga nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas. Namun pada umunya gejala nyeri punggung bawah yang dirasakan, meliputi :
  1. Nyeri terasa seperti ditusuk atau tersetrum listrik.
  2. Nyeri dapat dirasakan di punggung saja atau menjalar ke bagian tubuh lain, misalnya ke kaki.
  3. Nyeri timbul saat berada pada posisi tertentu, seperti saat duduk atau berjalan, namun membaik saat berdiri atau berbaring.
  4. Nyeri punggung kumat atau semakin berat setelah mengangkat benda berat.
  5. Nyeri punggung dapat disertai kedutan otot (spasme).

Perbedaan Nyeri Punggung Bawah Dan Saraf Kejepit

Perbedaan gejala nyeri pinggang biasa dan nyeri pinggang karena saraf kejepit bisa dibedakan dari jenis dan lokasi timbulnya nyeri, serta intensitas keparahan rasa nyeri.
Pada nyeri pinggang biasa, gejalanya berawal dari rasa sakit pada bagian punggung bawah, bagian bawah tulang rusuk, hingga ke area pinggang. Mulanya pinggang hanya terasa pegal, tapi lama kelamaan sakitnya terasa menusuk sehingga berakibat sulit bergerak atau berdiri tegak. Nyeri pinggang biasa umumnya dapat sembuh dengan sendirinya atau pengobatan biasa.
Sedangkan pada nyeri pinggang akibat saraf kejepit/ HNP, rasa nyeri bisa lama dan meluas ke tungkai serta disertai rasa kesetrum/ kesemutan di tungkai terkait, selain itu keluhan lain yang dirasakan, meliputi :
  • Nyeri akan semakin hebat di malam hari atau bila Anda melakukan gerakan tertentu
  • Nyeri memburuk setelah berdiri atau duduk
  • Mudah merasa nyeri walau hanya berjalan sebentar
  • Kelemahan otot berlebih
  • Sensasi terbakar pada area yang bermasalah
  • Rasa sakit berkepanjangan dan tidak kunjung menghilang
Rasa nyeri akibat saraf kejepit bahkan bisa muncul dengan sendirinya tanpa melakukan kegiatan fisik yang berat terlebih dahulu, misalnya ketika sedang beristirahat.

Penanganan Nyeri Punggung Bawah

  • Kompres dingin 1-2 hari pertama
  • Kompres hangat setelah 3 hari
  • Obat pereda nyeri topical (oles) atau oral (minum)
  • Fisioterapi untuk memperbaiki postur tubuh, serta menguatkan dan meningkatkan kelenturan otot pinggang

Pencegahan Nyeri Punggung Bawah

Stretching dan Olahraga teratur
  • Peregangan otot dan sendi setiap hari
  • Hindari duduk dalam waktu lama
Angkat beban hati-hati
  • Tekuk lutut sebelum angkat barang berat
  • jaga tulang belakang tetap lurus
Gunakan Matras tidur
  • Tingkat kekerasan yang cukup menopang beban tubuh merata (tidak jeglong/meleyot)
Weight management

Kapan Mencari Pertolongan Medis

  • Nyeri pinggang berulang dalam 1 bulan
  • Nyeri semakin memburuk meski sedang beristirahat
  • Rasa pegal dan kaku hingga keterbatasan gerak
  • Rasa kesetrum hingga baal menjalar ke tungkai
  • Kelemahan tungkai
  • Gangguan BAB dan/atau BAK
  • Penurunan BB signifikan
Bila Anda mulai mengalami gejala di atas, atau mengalami nyeri pinggang yang tak kunjung menghilang setelah 3 hari, segera konsultasikan keluhan kamu kepada Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Rumah Sakit Jakarta, agar segera ditangani dan tidak menjadi lebih parah. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0812 8024 1056. segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter.

rawat-inap-web-13.png
05/Oct/2024

Kesehatan mulut mengacu pada kesehatan gigi, gusi, dan seluruh sistem pada bagian mulut & wajah yang memungkinkan kita untuk tersenyum, berbicara, dan mengunyah. Kondisi mulut sering dianggap terpisah dari kondisi kronis lainnya, tetapi sebenarnya saling berkaitan. Kesehatan mulut yang buruk dikaitkan dengan penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung. Beberapa penyakit yang paling umum mempengaruhi kesehatan mulut kita termasuk gigi berlubang (kerusakan gigi), penyakit gusi (periodontal), dan kanker mulut. Penyakit mulut juga dikaitkan dengan perilaku berisiko seperti merokok dan mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Lalu apa saja yang harus dilakukan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut ? Yuk, simak beberapa tips yang bisa kamu terapkan dirumah agar kesehatan gigi dan mulut kamu bisa terjaga secara maksimal.

Sikat Gigi & Flossing dengan Benar dan Teratur

Menyikat gigi dengan benar membantu menjaga gigi dan gusi kamu tetap sehat dan bersih. Sikat gigi dilakukan dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut. Ukuran dan bentuk sikat harus pas dengan mulut sehingga dapat menjangkau semua area dengan mudah. Teknik menyikat gigi yang benar adalah :

  • Tempatkan sikat gigi pada sudut 45 derajat ke gusi.
  • Gerakkan sikat secara perlahan ke depan dan ke belakang dengan gerakan pendek (selebar gigi).
  • Sikat permukaan luar, permukaan dalam, dan permukaan kunyah gigi.
  • Untuk membersihkan permukaan bagian dalam gigi depan, miringkan sikat secara vertikal dan buat beberapa sapuan ke atas dan ke bawah.

Selain sikat gigi, ada teknik membersihkan gigi lainnya yang juga efektif dalam menghilangkan partikel makanan dan zat berbahaya lainnya yang tidak bisa dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur. American Dental Association merekomendasikan untuk Flossing atau membersihkan sela-sela gigi setiap hari dengan pembersih interdental (seperti benang gigi). Membersihkan sela-sela gigi dapat membantu mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Membersihkan sela-sela gigi membantu menghilangkan lapisan lengket yang disebut plak. Plak mengandung bakteri yang memakan sisa makanan atau gula di mulut Anda. Ketika itu terjadi, ia melepaskan asam yang dapat menggerogoti kulit terluar gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Disarankan cobalah untuk menyikat tidak kurang dari dua kali sehari dan flossing setidaknya sekali sehari.

Hindari Merokok

Menghindari rokok akan sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi kamu. Dan juga kebiasaan ini akan menyelamatkan kamu dari banyak efek buruk yang tak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh tembakau seperti komplikasi periodontal kanker mulut dan banyak lagi. Jadi jika kamu ingin menjaga kesehatan mulutmu lebih baik maka sebaiknya hindari kebiasaan menggunakan tembakau.

Batasi konsumsi Soda, Kopi, dan Alkohol

Minuman ini mengandung fosfor tingkat tinggi yang diperlukan untuk gigi dan banyak fosfor dapat mengonsumsi tingkat kalsium tubuh. Minuman misalnya sirup jagung dan pewarna makanan dapat mengubah gigi putih yang indah menjadi tampak kusam dan bernoda. Oleh karena itu, minuman terbaik untuk dipilih adalah susu yang memperkuat gigi dan membangun enamel yang lebih kuat sehingga memberikan Anda senyum yang sehat dan indah.

Konsumsi Makanan Mengandung Kalsium dan Vitamin

Kalsium & vitamin lainnya diperlukan untuk kesehatan gigi, gusi dan tulang. Lebih baik minum susu, makan yogurt, brokoli, keju, dan produk susu lainnya. Vitamin B kompleks juga diperlukan untuk kekuatan gusi dan gigi dari retak dan berdarah. Vitamin lain seperti Tembaga, seng, yodium, zat besi, dan kalium juga diperlukan untuk menjaga kesehatan gigi.

Rutin Check Up Ke Dokter Gigi

Untuk menjaga kebersihan mulut yang tepat, pastikan kamu mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan untuk mendapatkan perawatan menyeluruh. Pemeriksaan umum dilakukan dengan sinar-x untuk membantu mendeteksi dan mencegah terjadinya penyakit gigi & mulut .

Gunakan Obat Kumur

Obat kumur mengandung Listerine, klorin dioksida yang sangat membantu dalam membunuh bakteri di mulut Anda. Selain itu juga  membantu menjaga nafas yang baik serta membantu menjaga gigi yang kuat.

Bersihkan Lidah Setiap Hari

Selalu bersihkan permukaan lidah kamu setiap hari. Disarankan menggunakan alat pembersih lidah yang dapat membantu menghilangkan banyak bakteri, terutama di permukaan atas lidah yang lebih kasar yang menyebabkan bau mulut dan berdampak negatif pada kesehatan gigi kamu.

Minum Lebih Banyak Air Putih

Minum lebih banyak air putih membantu menghasilkan lebih banyak air liur. Orang dewasa berukuran rata-rata harus benar-benar minum 2 liter air sehari agar kita tetap terhidrasi dengan baik. Jika kita menjadi kurang terhidrasi, tubuh menghentikan produksi air liur untuk melestarikan air yang berfungsi sebagai pendukung kehidupan.

Hindari Makanan Manis dan Lengket

Kurangi jumlah gula yang kamu konsumsi setiap hari. Makanan manis dan lengket bukanlah diet yang ramah gigi. Makanan lengket yang menempel di antara gigi dapat menjadi penyebab kerusakan gigi. Jadi cobalah untuk menghindari konsumsi makanan ini karena akan membantu kamu menjaga gigi dan gusi tetap sehat dan bebas dari gigi berlubang.

Bagi anda yang membutuhkan layanan kesehatan gigi dan mulut, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan Dokter Gigi Spesialis, Jakarta Dental Clinic, RS Jakarta. Untuk informasi dan pendaftaran dapat melalui Telp 021-5732241 atau Whatsapp 0812 8024 1056.


rawat-inap-web-14.png
04/Oct/2024

Sendi merupakan ruang bertemunya dua tulang atau juga dapat menyatukan tulang yang lebih banyak lagi. Sendi lutut, misalnya, terbentuk antara tulang tungkai bawah (tibia dan fibula) dan tulang paha (femur). Sendi panggul adalah tempat bagian atas tulang paha (kepala femoralis) bertemu dengan bagian cekung panggul (asetabulum). Sendi yang sehat bergerak leluasa dengan mudah tanpa rasa sakit karena jaringan elastis yang halus yang disebut tulang rawan artikular menutupi ujung tulang yang membentuk sendi. Namun jika terjadi kerusakan tulang rawan yang berakhir menjadi peradangan sendi maka akan mengakibatkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Kondisi inilah yang disebut Osteoarthritis. Pada kondisi ini, kerusakan terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Karena gesekan ini lama kelamaan akan merusak dan menyebabkan peradangan pada sendi.

Definisi

Osteoartritis terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang secara bertahap mengalami aus. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kekakuan yang memburuk dari waktu ke waktu, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Osteoartritis adalah bentuk artritis yang paling umum. Kondisi ini berkembang perlahan dan paling sering terjadi pada usia paruh baya dan orang tua. Meskipun tidak ada obat untuk osteoarthritis, ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia untuk membantu mengelola rasa sakit dan membuat orang tetap aktif.

Sendi adalah tempat ujung dua atau lebih tulang bertemu. Misalnya:

  • Sendi panggul adalah tempat bagian atas tulang paha (kepala femoralis) bertemu dengan bagian panggul yang berlubang (acetabulum).
  • Sendi lutut terbentuk antara tulang paha (tulang paha) dan tulang-tulang tungkai bawah (tibia dan fibula).

Sendi yang sehat meluncur dengan mudah tanpa rasa sakit karena jaringan elastis halus yang disebut tulang rawan artikular menutupi ujung tulang yang membentuk sendi.

Penyebab

Dengan osteoartritis, tulang rawan artikular yang menutupi ujung tulang di sendi secara bertahap hilang. Di mana dulu ada tulang rawan artikular halus yang memungkinkan tulang meluncur dengan mudah satu sama lain ketika sendi ditekuk dan diluruskan, sekarang ada permukaan yang berjumbai dan kasar. Gerakan sendi di sepanjang permukaan yang terbuka ini menyakitkan. Osteoartritis sering mengakibatkan gesekan tulang pada tulang dan biasanya berkembang setelah bertahun-tahun digunakan. Ini mempengaruhi orang-orang yang paruh baya atau lebih tua. Faktor risiko lain untuk osteoartritis termasuk obesitas, cedera sebelumnya pada sendi yang terkena, dan riwayat keluarga osteoartritis.

Gejala

Osteoartritis dapat mempengaruhi sendi apa pun dalam tubuh termasuk sendi tulang belakang. Gejala dapat berkisar dari ringan hingga melumpuhkan. Sendi yang terkena osteoartritis mungkin kaku, menyakitkan, dan meradang. Tanpa tulang rawan, tulang bergesekan langsung satu sama lain saat sendi bergerak. Ini menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Rasa sakit atau nyeri tumpul berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Rasa sakit mungkin lebih buruk di pagi hari dan merasa lebih baik dengan aktivitas. Aktivitas yang kuat dapat menyebabkan rasa sakit berkobar. Sendi dapat menegang dan terlihat bengkak, membesar atau “keluar dari sendi.” Benjolan dapat berkembang di atas sendi. Gerakan sendi seperti menekuk, meluruskan, dan memutar mungkin menjadi lebih sulit dan kehilangan gerak mungkin mengikuti. Fragmen tulang rawan yang longgar dapat mengganggu gerakan halus sendi. Sambungan dapat mengunci atau menempel. Ini mungkin berderit, mengklik, membentak, atau membuat suara gerinda (crepitus). Sendi rematik dapat melemah dan sendi penahan beban seperti lutut atau pergelangan kaki dapat tertekuk dan menyerah.

 

Pemeriksaan

  • Riwayat kesehatan lengkap
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan sinar-X dan  tes laboratorium

Pengobatan

Perawatan Nonsurgical

Perawatan dini dan nonsurgical dapat membantu menjaga mobilitas sendi, meningkatkan kekuatan, dan menghilangkan rasa sakit. Sebagian besar program perawatan menggabungkan modifikasi gaya hidup, pengobatan, dan terapi fisik.

Perubahan Gaya Hidup

Dokter mungkin merekomendasikan istirahat atau perubahan dalam kegiatan untuk menghindari memicu nyeri osteoartritis. Ini mungkin termasuk:

  • Modifikasi dalam lingkungan kerja
  • Beralih dari aktivitas berdampak tinggi (seperti aerobik, berlari, melompat, atau olahraga kompetitif) ke latihan berdampak rendah (seperti peregangan, berjalan, berenang, atau bersepeda)
  • Program penurunan berat badan, jika diperlukan, terutama jika osteoartritis mempengaruhi sendi yang menahan beban (seperti tulang belakang, pinggul, lutut, atau pergelangan kaki)

Obat

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Kadang-kadang, dokter Anda mungkin merekomendasikan agen anti-inflamasi yang kuat yang disebut kortikosteroid, yang disuntikkan langsung ke sendi. Kortikosteroid memberikan bantuan rasa sakit dan pembengkakan jangka pendek.

Terapi Fisik

Program kebugaran seimbang, terapi fisik, dan/atau terapi okupasi dapat meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan jangkauan gerak, mengurangi rasa sakit, dan memperkuat sendi.

Perawatan Non-operasi Lainnya

Perangkat pendukung atau bantu (seperti kawat gigi, belat, perban elastis, tongkat, kruk, atau alat bantu jalan) mungkin diperlukan.

Memberikan kompres es atau kompres panas ke sendi yang terkena untuk waktu yang singkat, beberapa kali sehari.

Pembedahan

Jika perawatan non-operasi tidak menghentikan rasa sakit atau kehilangan efektivitasnya, operasi dapat dipertimbangkan. Keputusan untuk merawat dengan pembedahan tergantung pada:

  • Usia dan tingkat aktivitas Anda
  • Kondisi sendi yang terkena
  • Sejauh mana osteoartritis telah berkembang

Pilihan bedah untuk osteoartritis meliputi:

Artroskopi
Seorang ahli bedah menggunakan instrumen fiberoptik berukuran pensil, fleksibel, (arthroscope) untuk membuat dua atau tiga sayatan kecil untuk menghilangkan taji tulang, kista, lapisan yang rusak, atau fragmen longgar di sendi.

Osteotomi
Tulang panjang lengan atau kaki diselaraskan kembali untuk menghilangkan tekanan dari bagian sendi yang terkena.

Fusi sendi

Seorang ahli bedah menghilangkan sendi dengan mengikat bersama ujung tulang (fusi). Pin, pelat, sekrup, atau batang dapat menahan tulang di tempatnya saat mereka sembuh. Prosedur ini menghilangkan fleksibilitas sendi. Fusi paling sering dilakukan di tulang belakang, tangan, dan kaki.

Penggantian sendi

Seorang ahli bedah mengangkat bagian tulang dan menciptakan sendi buatan dengan komponen logam atau plastik (penggantian sendi total atau artroplasti).

Diagnosis dan pengobatan dini Osteoartritis  dapat membantu menjaga mobilitas sendi, menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan fungsi. Dalam memastikan penanganan yang tepat, segera konsultasikan keluhan kamu kepada Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatology, Jakarta Orthopaedic Center, RS Jakarta untuk penanganan yang tepat pada cedera anak. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0812 8024 1056.

 

 


rawat-inap-web-15.png
03/Oct/2024

Pemeriksaan mata adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan mata. Sejak lahir hingga remaja, mata anak-anak tumbuh dan berubah dengan cepat. Penglihatan bayi baru lahir sebagian besar kabur, tetapi sistem visual berkembang dari waktu ke waktu dan sepenuhnya terbentuk pada masa remaja.  Tapi tahukah anda kapan waktu yang disarankan dalam menjalani pemeriksaan mata pada anak? Lalu pemeriksaan mata lengkap mencakup pemeriksaan apa saja ya? Yuk, kita bahas satu persatu.

Bayi Baru Lahir

Pada bayi baru lahir, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan mata dasar mencakup “red refleks “, blink (berkedip) dan respon pupil . Pada pemeriksaan “red refleks ” dihasilkan ketika kilatan kamera menerangi retina yang kaya darah. Jika mata melihat langsung ke lensa kamera dan warna refleks di kedua mata merah, dalam banyak kasus hal tersebut merupakan indikasi yang baik bahwa retina kedua mata tidak terhalang dan sehat.

Usia 6 hingga 12 bulan

Pemeriksaan kedua harus dilakukan selama tahun pertama kehidupan anak. Skrining ini biasanya dilakukan pada pemeriksaan anak sehat antara 6 dan 12 bulan. Dokter mata anak atau profesional perawatan kesehatan lainnya akan melakukan pemeriksaan mata secara visual, pemeriksaan keselarasan dan gerakan mata yang sehat.

Usia 12 hingga 36 bulan

Berikutnya pada usia 12 hingga 36 bulan seorang anak diperiksa untuk perkembangan mata yang sehat. Mungkin akan dilakukan tes ” photoscreening” yaitu Kamera khusus untuk mengambil gambar mata anak Anda. Gambar-gambar yang dihasilkan akan membantu menemukan penyebab ambliopia (mata malas).

Usia 3 sampai 5 tahun

Antara 3 dan 5 tahun, penglihatan dan keselarasan mata anak harus diperiksa. Ketajaman visual (ketajaman penglihatan, seperti 20/20 misalnya) harus diuji segera setelah anak cukup besar untuk membaca grafik mata. Banyak anak yang agak rabun jauh (hiperopik), tetapi juga dapat melihat dengan jelas meskipun pada jarak yang jauh. Sebagian besar anak tidak memerlukan kacamata atau koreksi penglihatan lainnya. Anak anda harus ditangani lebih lanjut dengan Dokter mata jika pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda : mata tidak sejajar (strabismus), “mata malas” (ambliopia), kelainan refraksi (miopia, hiperopia, astigmatisme) atau masalah fokus lainnya.

Usia 5 tahun ke atas

Pada usia 5 tahun, anak-anak harus di skrining untuk ketajaman visual dan keselarasan. Rabun jauh (miopia) adalah masalah yang paling umum pada kelompok usia ini. Pada kondisi tersebut dapat dikoreksi dengan kacamata. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata yang tidak sejajar atau tanda-tanda masalah mata lainnya. Anak-anak yang diobati dengan terapi hormon pertumbuhan harus menjalani tes mata sebelum dan selama perawatan.

Pelajari cara melindungi penglihatan anak Anda dengan pemeriksaan mata secara teratur saat mereka tumbuh. Mulailah perawatan sesegera mungkin, perawatan dini untuk anak Anda adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi penglihatan mereka. Informasi dan pendaftaran Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta, dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0812 8024 1056.


rawat-inap-web-16.png
02/Oct/2024

Definisi
Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO,2000). Oleh karena itu, setiap orang harus memperhatikan jumlah makanan dan cairan yang dikonsumsi (disesuaikan dengan kebutuhan energi harian) dan tingkat aktivitas fisik yang dilakukan. Perhatian lebih harus diberikan pada dua masalah ini, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga yang kelebihan berat badan, adalah wanita, bekerja dalam posisi duduk, tidak menyukai olahraga, dan emosi yang tidak stabil.
Tanda dan gejala
Tanda atau gejala berikut dapat menentukan apakah seseorang mengalami obesitas atau berisiko obesitas, yaitu:
  • Gejala seperti mendengkur dan nyeri pinggul.
  • Terdapat timbunan lemak di dada, leher, wajah, lengan, perut bagian bawah, pinggul, paha, perut bagian atas, pinggang dan perut bagian bawah.
  • Riwayat sosial/psikologis mis. menekankan
  • Dalam keluarga dengan orang tua kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Sebelumnya menggunakan obat-obatan seperti obat binaraga, perawatan hormon tertentu, steroid, dan lain-lain.
  • Riwayat tekanan sebelumnya.
Penyebab
Penyebab obesitas dapat dilihat dari bagaimana pola makan dan aktivitas seseorang dalam kesehariannya. Berikut penyebab obesitas :
Pola Makan
  • Makan berlebihan (porsi besar).
  • Frekuensi makan yang sering dan tidak teratur.
  • Kebiasaan ngemil (snack).
  • Makan dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat (cepat).
  • Tidak sarapan sehingga menambah porsi makan siang dan/atau malam Anda.
  • Konsumsi makanan yang digoreng, berlemak dan manis.
  • Kurangnya konsumsi sayur dan buah.
Pola Beraktivitas
  • Kebiasaan sering menonton TV, bermain komputer dan game tanpa melakukan kegiatan lain lebih dari 2 jam sehari.
  • Kurang olahraga.
  • Aktivitas fisik yang rutin dilakukan kurang dari 30 menit sehari.
  • Kurangnya aktivitas fisik (misalnya menggunakan mobil daripada berjalan kaki, menggunakan lift daripada tangga, dll.).
Selain kedua faktor di atas, ada faktor lain yang berkontribusi terhadap obesitas, antara lain: Genetika, ketidakseimbangan hormon, perawatan medis tertentu seperti kortikosteroid, kontrasepsi oral, gangguan mental (stres) dan kondisi medis lainnya.
Bagaimana Cara Menentukan Obesitas?
Pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) agara memperoleh nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang nantinya akan digunakan dalam menentukan klasifikasi atau derajat obesitas. Rumus penentuan IMT adalah: IMT = Berat Badan (kg) : [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]. Pengukuran IMT ini tidak berlaku terhadap ibu hamil, atlit, dan penimbunan cairan yang tidak normal di kaki dan perut. Batas aman lingkar perut untuk pria adalah 90 cm dan wanita adalah 80 cm. Setelah mengukur IMT maka kita dapat menentukan klasifikasi obesitas seseorang.
Pencegahan
Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengatasi obesitas :
1. Pola Diet
  • Makan makanan yang bervariasi, sebaiknya setiap makan terdiri dari 4 kelompok makanan(karbohidrat, lauk pauk, sayur dan buah).
  • Utamakan konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks, seperti kelompok padi-padian dan umbi-umbian yaitu 3 – 8 porsi per hari tergantung kepada kebutuhan.
  • Konsumsi protein hewani dan nabati, 2-3 porsi sehari,seperti ikan, tahu, tempe,dll.
  • Konsumsi 3-5 porsi sayuran dan 2-3 porsi buah setiap hari.
  • Batasi asupan lemak, minyak, gula, dan alkohol.
  • Biasakan makan teratur yang terdiri dari 3 kali makan utama (sarapan, makan siang, makan malam) dan 1-2 kali snack.
  • Makan malam dengan porsi lebih sedikit dari sarapan dan makan siang.
  1. Pola Beraktivitas
  • Tingkatkan aktivitas fisik minimal 1jam sehari.
  • Membatasi aktivitas seperti televisi, permainan komputer, dan permainan video.
  • Membatasi tidur berlebihan.
  • Olahraga minimal 2-3 kali seminggu selama 30-50 menit olahraga.
  • Disarankan agar latihan fisik bersifat aerobik, seperti: berjalan cepat, lari, aerobik dan treadmil.
Penatalaksanaan Obesitas
  1. Mengatur pola makan
Prinsip dasar penatalaksanaan obesitas yang direkomendasikan oleh organisasi dunia adalah diet rendah energi seimbang yang mengurangi energi sebesar 500-1000 kkal dari kebutuhan harian:
  • Kurangi konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, jagung, kentang dan biji-bijian.
  • Hindari konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir, gula merah, sirup, kue manis dan gurih, madu, selai, susu, coklat, manisan, minuman bersoda, dll.
  • Mengurangi konsumsi makanan sumber lemak dengan menghindari menggoreng dan menggunakan santan kental, mentega dan margarin.
  • Mengutamakan sumber serat yaitu sayuran yang direbus, dikukus dan direbus dengan sedikit minyak, serta buah-buahan utuh tanpa tambahan gula, susu kental manis, susu murni dan santan.
  • Hindari buah berenergi tinggi seperti durian, alpukat, nangka, sawo, mangga, cempedak, pisang dan srikaya.
  • Makan buah sebagai camilan.
  • Tingkatkan asupan cairan (air dan kaldu sayuran) setidaknya sepuluh gelas sehari.
  • Porsi makanan kecil.
  1. Mengatur aktivitas fisik
Tingkatkan aktivitas fisik secara terus menerus minimal 1 jam sehari. Kombinasi latihan fisik aerobik (bersepeda, jogging, berenang dan golf) dan anaerobik (latihan pernapasan, karate, lompat tinggi dan angkat berat) 3-5 kali seminggu dan durasi 40-60 menit, dan intensitasnya sesuai dengan denyut nadi maksimal berdasarkan umur dan kemampuan (intensitas dinaikkan secara bertahap).
Jangan ragu untuk berkonsultasi seputar kesehatan gizi kamu kepada Dokter Spesialis Gizi Klinik, Rumah Sakit Jakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0812 8024 1056.

Tahukah-Kamu.png
28/Apr/2023

Beberapa waktu belakangan ini Indonesia tengah dilanda cuaca panas yang tidak biasa dan kondisi ini dibenarkan menurut laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca panas yang tidak biasa terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Untuk kamu semua yang akan beraktivitas di luar ruangan agar dapat mengantisipasi kondisi ini, karena suhu panas yang menyengat tidak hanya menyebabkan badan menjadi lemas dan tidak nyaman, tetapi juga dapat mengakibatkan tubuh rentan terserang berbagai penyakit.

Lalu apakah cuaca panas ini dapat berbahaya bagi kesehatan? dan upaya apa saja yang perlu dilakukan agar terhindar dari gangguan kesehatan akibat cuaca panas? Yuk, simak pembahasannya berikut!

Bahaya Cuaca panas

Cuaca panas dapat membuat tubuh mudah lelah, kekurangan cairan bahkan bisa sampai terjadi heat stroke. Salah satu yang perlu di waspadai akibat cuaca panas ini adalah Heat stroke. Heat Stroke merupakan kondisi paling serius pada tubuh akibat cuaca panas. Pada kondisi ini tubuh tidak lagi dapat mengontrol suhu didalamnya sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh dengan cepat, tubuh tidak dapat berkeringat, serta tubuh tidak mampu menurunkan suhunya kembali. Saat serangan panas terjadi, suhu tubuh dapat naik hingga 41⁰C atau lebih tinggi dalam waktu 10 hingga 15 menit. Heat stroke dapat berakibat terjadinya cacat permanen atau kematian jika orang tersebut tidak mendapatkan penanganan segera.

Gejala Heat Stroke antara lain :

  • Keringat berlebih
  • Kulit terasa panas dan kering
  • Rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat
  • Kulit terlihat pucat
  • Kram pada kaki maupun abdomen
  • Mual, muntah, pusing
  • Produksi Urin yang sedikit dan berwarna kuning pekat

Penanganan Awal Heat Stroke

  • Pindahkan korban ke tempat dingin atau ruangan ber-AC dan lepaskan pakaian luar.
  • Dinginkan korban dengan cepat dengan air dingin, jika memungkinkan basahi kulit dan tempatkan kain basah dingin di kulit
  • Tempatkan kain basah atau es dingin di kepala, leher, ketiak, dan selangkangan; atau rendam pakaian dengan air dingin.
  • Sirkulasikan udara di sekitar korban untuk mempercepat pendinginan.
  • Pantau suhu badan dan lanjutkan tindakan awal diatas sampai suhu badan korban turun dibawah 38 °C.
  • Segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk pertolongan lebih lanjut.

Tips Hadapi Cuaca Panas Tak Biasa

Agar terhindar dari dampak cuaca panas ketika sedang atau sering berada diluar ruangan, maka diperlukan upaya yang perlu dilakukan terutama ketika sedang beraktivitas di luar ruangan. Berikut tips dan cara menghadapi cuaca panas tak biasa :

  • Jangan menunggu sampai haus, segera minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Hindari minuman yang mengandung kafein, minuman energi, minuman alkohol dan minuman manis
  • Hindari sinar matahari langsung, segera gunakan topi atau payung
  • Kenakan pakaian yang ringan dan longgar
  • Hindari memakai pakaian berwarna gelap agar tidak menyerap panas
  • Lindungi diri Anda dari paparan sinar matahari antara pukul 11.00-15.00.
  • Jangan tinggalkan siapa pun di dalam kendaraan yang diparkir dengan jendela terbuka atau tertutup
  • Gunakan tabir surya/sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum keluar rumah.

Meskipun suhu panas yang terjadi merupakan suatu siklus yang biasa dan dapat terjadi setiap tahun. Namun demikian sebaiknya tetap waspada dan menjaga kondisi tubuh untuk mengurangi dampak dari cuaca panas, baik ketika di dalam maupun di luar ruangan. Jika mengalami tanda/gejala heat stroke akibat cuaca panas yang tidak biasa, segera konsultasikan kepada Dokter Spesialis Rumah Sakit Jakarta. Untuk informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via WhatsApp 0812 8024 1056.


image-1.png
28/Mar/2023

Banyak diantara kita pasti pernah mendengar penyakit usus buntu, Yup! Penyakit usus buntu atau dalam istilah medis dikenal Appendicitis merupakan suatu kondisi terjadinya peradangan pada usus buntu. Jika kamu sering mengeluh sakit perut parah hingga menghambat aktivitas harian, bisa jadi ini adalah ciri-ciri dan gejala dari usus buntu dan perlu diketahui bahwa penanganan yang tepat pada kondisi ini adalah operasi pengangkatan usus buntu sesegera mungkin.
Tapi jangan khawatir dulu, saat ini terdapat alternatif pembedahan yang lebih minimal dari segi risiko infeksi, nyeri maupun lebih kecilnya sayatan luka operasi, Tindakan ini dikenal dengan Laparascopy Appendictomy. Lalu seperti apa sih gambaran tindakan tersebut dan apa saja keuntungannya dibandingkan dengan metode lainnya? Yuk, simak penjelasannya berikut.

Pengertian

Usus buntu adalah organ berbentuk kantong berukuran 5–10 cm yang tersambung ke usus besar dan letaknya berada di bawah dan di sebelah kanan pusar Anda. Usus buntu yang mengalami peradangan dikenal dengan Penyakit usus buntu atau apendiks. Pada kondisi ini, hampir dipastikan operasi pengangkatan usus buntu perlu dilakukan. Berdasarkan sumber dari sebuah penelitian pada tahun 2012 menyebutkan bahwa usus buntu dapat memberikan perlindungan bagi bakteri baik yang menjaga usus tetap sehat. Namun demikian, mengangkat organ ini sebagian atau keseluruhan tidak secara siginifikan mempengaruhi proses pencernaan.

Penyebab

Penyebab pasti radang usus buntu atau Apendisitis adalah sumbatan oleh berbagai benda, termasuk feses maupun benda yang sangat kecil. Apendisitis juga dapat disebabkan oleh bakteri atau parasit. Dalam kasus yang jarang terjadi, tumor juga dapat menyebabkan radang usus buntu. Saat benda yang masuk tidak dikeluarkan atau usus buntu terus terhalangi, lapisan usus buntu menjadi lebih aktif dalam melakukan sekresi, yang dapat mengakibatkan pembengkakan. Ketika usus buntu membengkak dan pasokan darah ke organ tersebut berkurang, jaringan akan mengalami nekrosis atau mati.

Gejala

Peradangan usus buntu umumnya ditandai dengan nyeri di perut bagian kanan bawah. Jika dibiarkan, penyakit usus buntu dapat menyebabkan usus buntu pecah dan berisiko menyebabkan infeksi rongga perut (peritonitis) atau penyakit yang sangat serius atau bahkan kematian. Berikut beberapa tanda-tanda usus buntu yang biasanya muncul :
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Pembengkakan perut
  • Kesulitan mengeluarkan gas perut
  • Perut kembung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kram parah
  • Bau mulut
  • Nyeri pada rektum, punggung bagian bawah, atau bagian perut manapun

Penanganan Usus Buntu : Laparascopy Appendictomy

Dalam menangani usus buntu, diperlukan tindakan pengangkatan usus buntu dengan cara operasi/pembedahan. Operasi usus buntu atau dikenal dengan tindakan Appendictomy, dapat dilakukan melalui 2 cara :
  • Laparoskopi/ bedah (sayatan) minimal
  • Laparotomi/bedah terbuka
Laparascopy Appendictomy merupakan metode alternatif dari bedah terbuka pada usus buntu, karena sayatan yang dilakukan lebih kecil dibandingkan bedah terbuka. Gambaran Prosedur Laparascopy Appendictomy adalah sebagai berikut :
  • Pasien berbaring di meja operasi dalam posisi telentang
  • Dilakukan prosedur anestesi umum/ bius total.
  • Dokter bedah membuat 1–3 sayatan kecil di sekitar pusar, sebagai akses masuk alat yang akan digunakan
  • Memasukkan selang kecil ke salah satu sayatan yang telah dibuat untuk menyalurkan gas karbon dioksida.
  • Memasukkan laparoskop melalui sayatan yang lain dan memeriksa kondisi organ dalam perut
  • Mengarahkan laparoskop ke usus buntu, mengevaluasi keadaan usus buntu, dan melakukan persiapan untuk memotong usus buntu
  • Mengikat usus buntu dengan dibantu alat bedah lain, kemudian memotong dan mengangkatnya.
  • Mengeluarkan gas karbon dioksida, laparoskop, dan alat bedah lain yang digunakan pada prosedur ini usai usus buntu diangkat
  • Menutup luka bekas sayatan dengan jahitan atau staples bedah, kemudian menutupnya dengan perban atau plester bedah.
Keuntungan Laparascopy Appendictomy
  • Nyeri setelah operasi lebih ringan
  • Risiko infeksi lebih kecil
  • Masa pemulihan lebih cepat
  • Bekas luka lebih kecil
Jika dirasakan tanda/gejala dari usus buntu, sebaiknya segera konsultasikan keluhan kamu kepada Dokter Spesialis Bedah, Rumah Sakit Jakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0812 8024 1056.

WhatsApp-Image-2023-03-13-at-11.19.41.jpeg
13/Mar/2023

Wajah merupakan bagian tubuh yang terbuka dan mudah mengalami trauma, sehingga cedera wajah merupakan jenis cedera yang paling sering terjadi. Tulang wajah memiliki sinus yang membentuk karakter wajah seseorang dan merupakan penyangga yang melindungi otak dari pukulan langsung. Bantalan terbesar berada di bagian tengah wajah, dan tempat sebagian besar sinus berada. Bila benturan terjadi pada bagian bawah dari wajah, maka secara otomatis otak mendapat perlindungan paling maksimal dikarenakan daya yang datang ke otak telah dihambat oleh hampir seluruh bantalan pada wajah. Trauma tulang wajah (maksilofasial) paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalulintas dan perkelahian, sehingga umumnya merupakan kasus multi-trauma. Lalu apa saja sih jenis trauma pada tulang wajah (maksilofasial) dan bagaimana penanganan yang tepat? Simak penjelasannya berikut!

Pengertian

Trauma Maksilofasial merupakan suatu cedera yang mengenai wajah dan jaringan sekitarnya. Trauma pada jaringan maksilofasial dapat mencakup jaringan lunak dan jaringan keras. Yang dimaksud dengan jaringan lunak wajah adalah jaringan lunak yang menutupi jaringan keras wajah, seperti kulit, lemak, otot. Sedangkan yang dimaksud dengan jaringan keras wajah adalah tulang kepala yang terdiri dari : Dentoalveolar, tulang maksila (rahang atas), tulang mandibula (rahang bawah).

Penyebab

Trauma wajah pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, diikuti oleh perkelahian dan akibat berolahraga serta jatuh. Tulang pipi dan rahang adalah tulang yang paling sering retak selama serangan. Kecelakaan mobil menyebabkan patah tulang yang sering mengenai bagian tengah wajah, terutama pada pasien yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Penyebab penting lainnya dari trauma wajah termasuk luka tusukan, kekerasan dalam rumah tangga, dan pelecehan anak dan orang tua.

Gejala dan Tanda

Trauma Maksilofasial memiliki gejala dan tanda berupa :
  • Dislokasi, berupa berubahnya posisi yg menyebabkan maloklusi terutama pada fraktur mandibula.
  • Pergerakan yang abnormal pada sisi fraktur.
  • Rasa nyeri pada sisi fraktur.
  • Perdarahan pada daerah fraktur yang dapat menyumbat saluran napas.
  • Pembengkakan dan memar pada sisi fraktur sehingga dapat menentukan lokasi daerah fraktur.
  • Krepitasi berupa suara pada saat pemeriksaan akibat pergeseran.
  • Laserasi yg terjadi pada daerah gusi, mukosa mulut dan daerah sekitar fraktur.
  • Diskolorisasi atau perubahan warna pada daerah fraktur akibat pembengkakan.
  • Numbness, terjadi kelumpuhan dari bibir bawah, biasanya bila fraktur terjadi dibawah nervusalveolaris.
  • Pada fraktur orbita dapat dijumpai penglihatan kabur atau ganda, penurunan pergerakan bola mata dan penurunan visus.

Jenis Trauma Maksilofasial

Trauma Dentoalveolar
Pada trauma dentoalveolar, trauma dapat terjadi dan mengenai dental atau melibatkan gigi saja, sedangkan dapat juga mengenai pada bagian dentolaveolar yaitu bagian gigi dan tulang penyangga.
Trauma Maxilla (Rahang Atas)
Trauma tulang rahang atas terjadi pada sepertiga tengah wajah, dapat dikelompokkan sebagai Le Fort I, II, atau III, dengan pejelasan sebagai berikut :
  • Fraktur Le Fort I adalah jenis fraktur yang paling sering terjadi menyebabkan terpisahnya prosesus alveolaris dan langit-langit keras dari seluruh rahang atas. Trauma ini menyebabkan rahang atas mengalami pergerakan.
  • Fraktur Le Fort II biasa juga disebut dengan fraktur piramidal. Pada kondisi ini terjadi pembengkakan disekitar mata, disertai juga dengan memar yang terlihat seperti racoon sign.
  • Fraktur Le Fort III atau disebut juga fraktur tarnsversal yang menggambarkan adanya disfungsi kraniofasial. Kondisi ini terjadi pemisahan dari semua tulang wajah dari dasar tengkorak dengan fraktur simultan dari zygoma, rahang, dan tulang hidung. Kondisi ini mengakibatkan remuknya wajah serta adanya mobilitas tulang zygomatikomaksila kompleks dan keluarnya cairan otak dan sumsum tulang belakang, pembengkakan dan memar di sekitar mata.
Trauma Mandibula
Trauma mandibula, terjadinya kerusakan atau terputusnya kontinuitas tulang rahang bawah. Hal ini dapat terjadi di beberapa lokasi sekunder dengan bentuk U-rahang dan leher condylar lemah. Fraktur sering terjadi bilateral di lokasi terpisah dari lokasi trauma langsung. Patah tulang alveolar: Ini dapat terjadi dalam isolasi dari kekuatan rendah energilangsung atau dapat hasil dari perpanjangan garis fraktur melalui bagian alveolar rahang atas atau rahang bawah.

Penanganan

Penatalaksanaan awal dokter saat dijumpai kecurigaan trauma maksilofasial yaitu meliputi:
  1. Pemeriksaan kesadaran pasien.
  2. Pemeriksaan fisik terutama wajah pasien secara cermat : Apakah asimetris atau tidak, apakah hidung dan wajahnya menjadi lebih pipih, atau apakah ada Hematoma.
  3. Pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan radiografis untuk memperjelas suatu diagnosa klinis serta untuk mengetahui letak fraktur. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium.
  4. Tindakan operatif pada jaringan lunak, tindakan yang dilakukan adalah penjahitan luka sedangkan untuk jaringan keras (tulang) dilakukan pemasangan implant seperti plate dan screw untuk menyatukan adanya patahan tulang.
Penanganan fraktur sebaiknya dilakukan secepat mungkin, penundaan perawatan akan berakibat pada kalsifikasi tulang pada posisi yang salah dan juga meningkatkan resiko infeksi. Segera konsultasikan keluhan kamu kepada Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial, Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via WhatsApp 0812 8024 1056.

 

 

 

 

 


Hubungi kami


021-5732241
0855-1456-805 (WhatsApp)
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman,
RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id


Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.