Informasi RS Jakarta

Berita Terkini

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
ESWT4.png
18/Jan/2022

Nyeri pada bagian otot atau sendi akibat cedera saat beraktivitas maupun berolahraga dapat dirasakan sewaktu-waktu. Terdapat terapi non invasif untuk penanganan nyeri dan yang pasti telah terbukti sebagai prosedur yang sangat aman yaitu Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT). Lalu kasus-kasus apa saja yang bisa ditangani dan bagaimana prosedur Extracorporeal Shock Wave Therapy ? Mari kita bahas satu persatu yuk!

Apa sih Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) ?

Merupakan Jenis  tindakan terapi berteknologi tinggi dengan menggunakan gelombang kejut yang  efektif sebagai solusi terapi non-invasif yang aman untuk membantu menyembuhkan masalah nyeri musculoskeletal, cedera olahraga atau cedera aktivitas fisik. Gelombang kejut yang dihasilkan merupakan gelombang suara (akustik) yang membawa  energi tinggi pada titik nyeri dan cedera subakut, subkronik dan kronik musculoskeletal yang dapat meningkatkan proses perbaikan dan regenerasi tulang, tendon serta jaringan lunak lainnya.

Mekanisme Kerja

  1. Efek Analgesik – Eliminasi Nyeri
  • Mengurangi ketegangan otot, mencegah

Salah satu efek dasar terapi gelombang kejut dalam tubuh adalah hiperemia. Efek sirkulasi darah yang lebih baik ini menyebabkan berkurangnya interaksi patologis antara aktin dan myosin. Hal ini menyebabkan penurunan yang signifikan dari ketegangan otot.

  • Membuat dispersi (penyebaran) substansi P yang merupakan mediator nyeri. Aktivitas Substansi P menyebabkan stimulasi serat nociceptive, terbentuknya edema dan mendukung sekresi histamin. Pengurangan konsentrasi zat P mengurangi rasa sakit pada daerah yang terkena dan mengurangi terjadinya edema
  1. Mempercepat Penyembuhan
  • Meningkatkan Produksi Kolagen

Produksi jumlah kolagen yang cukup adalah prasyarat yang diperlukan untuk proses perbaikan struktur musculoskeletal dan ligamen yang rusak.

  • Meningkatkan metabolusme dan Mikrosirkulasi

Teknologi ESWT mempercepat pembuangan metabolit nociceptive, meningkatkan oksigenasi dan memasok jaringan yang rusak dengan sumber energi. Hal ini mendukung eliminasi histamin, asam laktat dan zat merugikan lainnya  lainnya.

  1. Pemulihan Mobilitas (Kemapuan Gerak)

Teknologi SWT menghancurkan kalsifikasi fibroblas  dan memulai dekalsifikasi biokimia dari proses primer kalsifikasi  atau gejala sekunder arthrosis.

Penggunaan ESWT Pada Berbagai Masalah Kesehatan

  1. Neck Pain (nyeri leher)
  2. Upper Back Pain (nyeri punggung atas)
  3. Lower Back Pain (nyeri punggung bawah)
  4. Shoulder Pain ( nyeri bahu: subacromial pain syndrome, frozen shoulder)
  5. Tennis/Golfer’s Elbow (cedera overuse siku)
  6. Wrist Injury (cedera pergelangan tangan )
  7. Knee Pain  ( nyeri lutut akibat cedera ataupun degeneratif)
  8. Hip Pain (nyeri panggul)
  9. Ankle Sprain ( cedera pergelangan kaki )
  10. Plantar fasciitis (nyeri peradangan  telapak kaki)
  11. Trigger Finger ( peradangan sendi jari-jari)
  12. Muscle strain (cedera otot)
  13. Muscle Spasm (otot yang tegang)
  14. Tendinitis (peradangan tendon)

Tahapan Prosedur ESWT:

  • Tindakan ESWT merupakan tindakan non-invasif (tidak menembus ke dalam tubuh)
  • Posisi pasien dapat berbaring telentang, tengkurap atau duduk bergantung sisi mana yang akan diterapi dan tidak memerlukan
  • Bagian yang akan diterapi dalam kedaan bersih, lalu diolesi gel agar penghantaran gelombang lebih baik dan memberikan hasil yang optimal.
  • Dosis terapi disesuaikan dengan masalah pasien, dan setiap sisi yang sakit diberikan kejutan sesuai kebutuhan.
  • Rasa nyeri menunjukkan bagian yang bermasalah, skala nyeri akan menurun setelah terapi.
  • Selesai terapi gel dibersihkan dan pasien dapat melakukan aktifitas normalnya.

Sport Medicine, RS Jakarta merupakan layanan pengobatan dan perawatan cedera olah raga, termasuk penggunaan ESWT dengan panduan USG. Sebelum menjalankan perawatan, disarankan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, RS Jakarta. Bagi anda yang mengalami keluhan serupa, sebaiknya segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Sport Medicine, Rumah Sakit Jakarta. Untuk pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


4-1200x800.jpg
14/Dec/2021

Pemeriksaan mata adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan mata. Sejak lahir hingga remaja, mata anak-anak tumbuh dan berubah dengan cepat. Penglihatan bayi baru lahir sebagian besar kabur, tetapi sistem visual berkembang dari waktu ke waktu dan sepenuhnya terbentuk pada masa remaja.  Tapi tahukah anda kapan waktu yang disarankan dalam menjalani pemeriksaan mata pada anak? Lalu pemeriksaan mata lengkap mencakup pemeriksaan apa saja ya? Yuk, kita bahas satu persatu.

Bayi Baru Lahir

Pada bayi baru lahir, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan mata dasar mencakup “red refleks “, blink (berkedip) dan respon pupil . Pada pemeriksaan “red refleks ” dihasilkan ketika kilatan kamera menerangi retina yang kaya darah. Jika mata melihat langsung ke lensa kamera dan warna refleks di kedua mata merah, dalam banyak kasus hal tersebut merupakan indikasi yang baik bahwa retina kedua mata tidak terhalang dan sehat.

Usia 6 hingga 12 bulan

Pemeriksaan kedua harus dilakukan selama tahun pertama kehidupan anak. Skrining ini biasanya dilakukan pada pemeriksaan anak sehat antara 6 dan 12 bulan. Dokter mata anak atau profesional perawatan kesehatan lainnya akan melakukan pemeriksaan mata secara visual, pemeriksaan keselarasan dan gerakan mata yang sehat.

Usia 12 hingga 36 bulan

Berikutnya pada usia 12 hingga 36 bulan seorang anak diperiksa untuk perkembangan mata yang sehat. Mungkin akan dilakukan tes ” photoscreening” yaitu Kamera khusus untuk mengambil gambar mata anak Anda. Gambar-gambar yang dihasilkan akan membantu menemukan penyebab ambliopia (mata malas).

Usia 3 sampai 5 tahun

Antara 3 dan 5 tahun, penglihatan dan keselarasan mata anak harus diperiksa. Ketajaman visual (ketajaman penglihatan, seperti 20/20 misalnya) harus diuji segera setelah anak cukup besar untuk membaca grafik mata. Banyak anak yang agak rabun jauh (hiperopik), tetapi juga dapat melihat dengan jelas meskipun pada jarak yang jauh. Sebagian besar anak tidak memerlukan kacamata atau koreksi penglihatan lainnya. Anak anda harus ditangani lebih lanjut dengan Dokter mata jika pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda : mata tidak sejajar (strabismus), “mata malas” (ambliopia), kelainan refraksi (miopia, hiperopia, astigmatisme) atau masalah fokus lainnya.

Usia 5 tahun ke atas

Pada usia 5 tahun, anak-anak harus di skrining untuk ketajaman visual dan keselarasan. Rabun jauh (miopia) adalah masalah yang paling umum pada kelompok usia ini. Pada kondisi tersebut dapat dikoreksi dengan kacamata. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata yang tidak sejajar atau tanda-tanda masalah mata lainnya. Anak-anak yang diobati dengan terapi hormon pertumbuhan harus menjalani tes mata sebelum dan selama perawatan.

Pelajari cara melindungi penglihatan anak Anda dengan pemeriksaan mata secara teratur saat mereka tumbuh. Mulailah perawatan sesegera mungkin, perawatan dini untuk anak Anda adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk melindungi penglihatan mereka. Informasi dan pendaftaran Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta, dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


Logo-neuro-neu-neu.png
10/Dec/2021

Pernahkah melihat keluarga anda atau bahkan diri anda sendiri mengalami gejala mudah lupa atau mungkin sulit fokus dalam melakukan aktivitas sehari-hari? Bahkan perubahan emosi menjadi mudah marah, bingung dan depresi? Waspada, bisa jadi anda mengalami penyakit pikun!

Penyakit pikun atau demensia adalah serangkaian gejala yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif intelektual yang cukup berat sehingga mengganggu aktivitas sosial dan profesional sehari-hari bahkan dapat menyebabkan gangguan perilaku. Gejala awal demensia yang paling menonjol biasanya adalah gangguan daya ingat terutama kesulitan dalam mengingat informasi baru. Pada penurunan fungsi kognitif ringan tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari disebut sebagai predemensia atau mild cognitive impairment. Beberapa penyakit otak dapat menyebabkan demensia seperti stroke, tumor otak, infeksi otak, pasca cidera kepala akibat kecelakaan, penyakit autoimun, atau penyakit degenerative seperti alzeimer dan Parkinson. Sekitar 60-70 persen kasus demensia adalah penyakit alzeimer yang umumnya dialami oleh lansia dengan usia rata-rata diatas 65 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan usia lebih muda akan terkena demensia.

Pemeriksaan dan deteksi dini demensia dapat dilakukan dengan pemeriksaan neurobehavior. Pemeriksaan ini dapat mempertajam pengenalan dini kelainan di otak sehingga tatalaksana yang tepat untuk menyembuhkan atau menghambat progresifitas penyakit dapat segera dilakukan. Pemeriksaan Neurobehavior merupakan suatu prosedur penilaian kemampuan neuropsikologis dan kognitif suatu individu. Penilaian pada pemeriksaan ini mencakup beberapa aspek, seperti :

  • Fungsi atensi (perhatian dan konsentrasi)
  • Fungsi bahasa (kelancaran berbicara, pemahaman berbahasa, penamaan suatu objek, pengulangan kata, membaca, menulis)
  • Fungsi memori (daya ingat)
  • Fungsi visuospasial (kemampuan konstruksional)
  • Fungsi eksekutif (cara berfikir, kemampuan pemecahan masalah, pengambilan keputusan)
  • Gejala perubahan prilaku (perubahan mood dan emosi)

Indikasi pemeriksaan, dapat dilakukan pada kondisi ;

  • Pasien dengan gangguan memori dan gangguan kognitif
  • Pasien dengan gejala pikun progresif
  • Pasien dengan gangguan perilaku
  • Pasien dengan resiko tinggi demensia
  • Sebagai skrining gangguan kognitif atau kelainan fungsi otak

Prosedur Pemeriksaan :

  • Ruang tes yang nyaman, aman, dan minimal kebisingan
  • Menggunakan set tes yang sudah terstandarisasi untuk menilai aspek atau domain kognitif tertentu sesuaikan dengan kebutuhan pasien
  • Pasien diminta mengerjakan, mengikuti instruksi dan menjawab serangkaian pertanyaan yang diberikan oleh dokter spesialis neurolog

Persiapan sebelum tes :

  • Tidak ada persiapan khusus
  • Pasien hanya diminta tidur cukup saat malam hari (5-7 jam), sudah sarapan dan sudah ke toilet

Jangan ragu segera konsultasikan pada dokter spesialis neurologi dan lakukan deteksi dini kepikunan/demensia karena pengobatan sedini mungkin tentu hasilnya akan lebih baik.  Bagi anda yang mengalami gejala serupa, sebaiknya segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi, Jakarta Brain Center, Rumah Sakit Jakarta. Untuk pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


DSC07948-1200x675.jpg
29/Oct/2021

Senyum merupakan kunci utama dari penampilan seseorang, sehingga senyum dengan estetika baik tentu sangat diinginkan. Daya tarik senyum seseorang tidak hanya ditentukan oleh bentuk, posisi, dan warna gigi, tetapi juga oleh estetika jaringan gusi. Seiring dengan berkembangnya gaya hidup, salah satunya merokok merupakan salah satu pemicu  gusi dapat berubah warna. Warna gusi yang gelap kehitaman mengartikan bahwa gusi tersebut mengalami hiperpigmentasi, dimana pada gusi akan tampak warna gelap keunguan atau kecokelatan, atau bahkan kehitaman. Namun tidak perlu khawatir, saat ini ada lho teknologi yang memungkinkan kamu mengubah warna gusi menjadi pink merona! Yup, teknik Depigmentasi Gusi adalah solusinya.

Pigmentasi gusi (gingiva) adalah kondisi gusi yang mengalami perubahan warna menjadi keunguan yang melebar atau sebagai bercak coklat tidak beraturan dan berwarna coklat muda atau hitam, striae atau untaian. Tindakan Depigmentasi Gusi merupakan prosedur estetika, yang dilakukan untuk mengembalikan warna gingiva normal. Pada umumnya warna gusi normal adalah berwarna salmon coral pink.

Penyebab Gusi berwarna gelap :

1.Ekstrinsik : faktor dari luar, seperti  merokok, kebiasaan mengkonsumsi kopi, teh, dan makanan yang mengandung zat pewarna, dll

2.Intrinsik : faktor dari dalam tubuh, jarang terjadi

Metode Depigmentasi Gusi Konvensional

  • Bur ablasion

Teknik ini merupakan teknik yang simple, mudah, aman, dan tidak agresif, sehingga pasien merasa nyaman dan secara estetik pun baik, pendarahan dapat terkontrol. Selain itu, dari sisi harga lebih terjangkau.

Metode Depigmentasi Gusi Modern

  • Laser Ablation

Metode yang paling efektif, nyaman, dan dapat diandalkan walaupun tergolong cukup mahal. Teknik ini juga mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman saat prosedur dilakukan. Kelebihan lain, bidang operasi yang bersih dan kering serta hasil yang stabil.

Jakarta Dental Clinic, RS Jakarta telah berpengalaman dalam Layanan Depigmentasi Gusi, yang ditangani langsung oleh Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Rumah Sakit Jakarta. Untuk informasi dan pendaftaran dapat melalui Telp 021-5732241 atau Whatsapp 0815 8551 2655.


PLDD.jpg
15/Oct/2021

Banyak diantara kita pasti sering mengangkat barang yang cukup berat namun tidak dalam posisi yang tepat. Jika terlalu sering kita lakukan maka akan mengakibatkan nyeri pada tulang belakang. Nyeri tersebut bisa menjadi tanda terjadinya Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau dikenal dengan sebutan saraf terjepit.
HNP terjadi ketika struktur cincin annulus fibrosus pada bantalan antar ruas tulang belakang mengalami robekan sehingga jaringan nucleus pulposus yang terdapat di dalam cincin itu menonjol dan menekan saraf yang ada di dekatnya. Penekanan pada saraf itulah yang memunculkan gejala seperti nyeri, baal, hingga kelumpuhan pada area pinggang hingga tungkai.

HNP terjadi secara bertahap. HNP tahap awal, yakni sebelum cincin annulus fibrosus mengalami robekan, bisa ditangani dengan teknik Percutaneous Laser Disc Compression (PLDD).

PLDD adalah suatu alternatif pengobatan pada kasus saraf terjepit pada usia muda (HNP) dan saraf terjepit pada usia tua (Spinal Stenosis), dengan metode penciutan bantalan tulang (Disc) dengan menggunakan sinar laser yang disuntikan pada bantalan tulang yang megalami penonjolan.

Teknik ini dilakukan dipandu dengan teknologi C-arm terbaru yang dikenal aman dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Tahapan Prosedur PLDD :

  • Pasien sadar , tidak perlu puasa, posisi tengkurap di meja operasi
  • Dilakukan gambar pada titik -titik yang akan dilakukan PLDD ( bisa 1/2/3 level) dgn bantuan alat C-arm.
  • Aseptik dan antiseptik daerah tindakan
  • Dilakukan penyuntikan pada bantalan yang menonjol dengan bantuan alat C-arm.
  • Pastikan jarum suntik pada bantalan dengan pemberian kontras
  • Jarumdihubungkan dengan tip laser ke alat BIOLITEC
  • Dilakukan proses heating sampai mencapai 1200 joule pada pinggang dan 800 Joule pada leher dengan panjang gelombang yang sesuai masing 2 lokasi.
  • Prosedur selesai.

Keunggulan Tindakan PLDD :

  • Tanpa Pembedahan
  • Tanpa Pembiusan
  • Tanpa Puasa
  • Perawatan RS hanya 8-12 jam
  • Dapat langsung pulang sehabis tindakan bila pasien sanggup/ tidak ada keluhan

Oleh :

dr. Muki Partono, Sp OT

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatology , Jakarta Orthopaedic Center, RS Jakarta.


WhatsApp-Image-2021-09-30-at-11.13.09-1200x898.jpeg
30/Sep/2021

Katarak merupakan kondisi yang mengganggu fungsi penglihatan yang ditandai dengan lensa mata yang menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya, sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi buram bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Faktor penyebab katarak, antara lain :

  • Proses degeneratif atau bertambahnya usia
  • Riwayat trauma atau cidera pada mata
  • Gangguan metabolisme
  • Paparan sinar radiasi dan sinar UV yang langsung pada mata dalam waktu yang lama
  • Penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti kortikosteroid
  • Faktor genetik

Perkembangan teknologi operasi katarak pada saat ini sudah sangat maju, yaitu dengan metode Phacoemulsifikasi. Operasi Katarak dengan metode Phacoemulsifikasi menggunakan energi ultrasound untuk menghancurkan masa lensa yang keruh, kemudian menjadi bagian kecil, sehingga mudah di aspirasi kedalam mesin.

Kelebihan Operasi dengan alat Fakoemulsifikasi :

1.Insisi atau luka yang kecil,

2.Proses penyembuhan lebih cepat

3.Hasil yang lebih baik,

4.Tidak memerlukan jahitan.

Operasi katarak modern menggunakan teknologi Fakoemulsifikasi, memberikan hasil operasi yang optimal, tidak hanya dalam hal pemberantasan kebutaan katarak, tapi juga peningkatan kualitas hidup.

Oleh :

dr. Wita Jayanti, Sp M,

Dokter Spesialis Mata

Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta


images.jpg
10/Sep/2021

Ortodonti adalah perawatan untuk memperbaiki posisi gigi yang tidak teratur (berjejal) serta meningkatkan fungsi mastikasi agar kesehatan mulut dapat terjaga secara keseluruhan. Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan alat-alat untuk menggerakkan gigi-gigi dan mengkoreksi kelainan yang ada. Secara umum alat ortodonti dibagi menjadi dua yakni alat ortodonti lepasan (removable appliance) dan alat ortodonti cekat (fixed appliance).

Kelainan Dentofasial (Wajah & Gigi)

Kelainan dentofasial sering disebabkan oleh ketidak-seimbangan dan fungsi otot-otot bibir, pipi, dan lidah yang tidak normal. Posisi lidah saat menelan ataupun berbicara dijadikan indikator penting untuk melihat ada tidaknya masalah fungsional dari otot-otot yang membentuk struktur dentofasial.

Terapi Myofunctional Pada Usia Tumbuh Kembang

Alat ortodonti lepasan pada umumnya digunakan untuk menggerakkan gigi-gigi pada usia dini (6-12 tahun). Terdapat berbagai jenis alat ortodonti lepasan termasuk alat myofunctional seperti bionator, monoblok, twin block, Frankel dan lain-lain.

Pemilihan berbagai jenis alat ortodonti lepasan adalah berdasarkan dari hasil diagnosisnya.

Oleh :

drg. RA Ravitri, Sp. Ort

Dokter Gigi Spesialis Orthodonti

Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta


images.jpg
31/Aug/2021

Vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum telah dibuka beberapa pekan lalu.  Ada beberapa keluhan yang dialami peserta vaksin pasca vaksinasi seperti, nyeri pada lengan di tempat suntikan, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam, dll. Beberapa keluhan/reaksi diatas termasuk dalam KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menerima vaksin Covid-19 mengalami reaksi setelah vaksinasi. Kalaupun terjadi, reaksi yang timbul adalah wajar. Hal yang perlu diingat adalah KIPI jauh lebih ringan dibandingkan terkena COVID-19 ataupun komplikasi terkait COVID-19.

Reaksi yang terjadi biasanya menandakan vaksin sedang bekerja di dalam tubuh kita. Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit. KIPI umumnya bersifat sementara, hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Yang harus dilakukan jika terjadi reaksi/ keluhan/ efek samping setelah vaksinasi Covid-19, sebagai berikut :

  • Tetap tenang
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada tempat suntikan tersebut.
  • Jika demam, kompres/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Laporkan semua reaksi/keluhan yang terjadi setelah vaksinasi ke petugas kesehatan.
  • Untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius, sasaran diminta untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 15 menit*) sesudah vaksinasi.

INSIGHT_COVER.png
31/Aug/2021

Vaksinasi COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan agar kita tidak tertular atau sakit berat akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin. Butuh waktu dua hingga tiga minggu agar antibodi pasca divaksin dosis kedua terbentuk dengan baik.

Vaksinasi COVID-19 dosis lengkap dan sesuai jadwal yang dianjurkan serta penerapan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit COVID-19. Supaya vaksin COVID-19 dapat bekerja optimal, Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum dan setelah vaksinasi covid-19, sebagai berikut :

DO

Sebelum vaksin

  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi makanan cukup nutrisi
  • Jika memiliki penyakit penyerta, periksa dan ikuti anjuran dokter sebelum melakukan vaksinasi.

DON’T

  • Vaksin saat sedang sakit, seperti ; demam

DO

Setelah Vaksin

  • Perhatikan reaksi tubuh, jika demam, menggigil atau pegal-pegal boleh minum paracetamol (jika tidak ada alergi paracetamol).
  • Istirahat yang cukup
  • Jika mengalami gejala berat, segera hubungi petugas kesehatan.

DON’T

  • Tidak memakai masker
  • Bekerumun
  • Tidak rutin mencuci tangan

WhatsApp-Image-2021-08-04-at-14.50.06-1200x674.jpeg
04/Aug/2021

Definisi Glaukoma

Gangguan pada mata dimana tekanan cairan dalam bola mata meningkat, berakibat kerusakan pada serat lembut saraf optik yang bertugas membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.

Bagaimana mengenali tanda-tanda glaukoma?

  • Sakit mata yang parah,
  • Penglihatan yang terus memburuk,
  • Kemerahan pada mata,
  • Sakit mata yang disertai mual dan muntah.
  • Saat melihat lampu terdapat lingkaran seperti pelangi.

Pemeriksaan skrining glaukoma secara berkala pada :

  • Usia < 40 tahun: setiap 2-4 tahun
  • Usia > 40 tahun: setiap 2 tahun
  • Riwayat keluarga memiliki glaukoma: setiap 1 tahun

Skrining berkala dilakukan untuk mendeteksi glaukoma secara dini, salah satunya adalah dengan Pemeriksaan Humphrey Field Analyzer.

Prosedur Humphrey Field Analyzer

  • Ruangan harus gelap dan tenang, waktu pemeriksaan adalah sekitar 10 menit untuk setiap mata.
  • Pengisian data pasien dan detail pemeriksaan
  • Penempatan pasien : Mata yang tidak diperiksa ditutup, pasien duduk dikursi pemeriksaan dengan tangan memegang bel. Dagu diletakkan diatas sandaran dagu sehingga mata yang akan diperiksa terletak ditengah garis lintasan pada layar monitor.
  • Pasien harus selalu melihat cahaya kuning yang ada ditengah.
  • Pada saat mata pasien terfiksasi pada cahaya kuning, komputer akan memancarkan sinar kecil secara acak di sekitarnya. Pasien harus menekan tombol yang berada ditangannya setiap kali mereka melihat sinar tersebut.
  • Pasien diperbolehkan mengedipkan mata, terutama setelah melihat target.
  • Pasien tidak diperbolehkan bicara selama pemeriksaan kecuali mengalami masalah.

Keunggulan Humphrey Field Analyzer

  • Lebih akurat
  • Parameter stimulus terstandarisasi dan dapat bervariasi
  • Tidak ada bias yang mempengaruhi respon pasien
  • Penyimpanan dan analisis data dilakukan dengan komputer
  • Dapat beradaptasi dengan setiap penderita



Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.