Informasi RS Jakarta

Berita Terkini

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
images.jpg
10/Sep/2021

Ortodonti adalah perawatan untuk memperbaiki posisi gigi yang tidak teratur (berjejal) serta meningkatkan fungsi mastikasi agar kesehatan mulut dapat terjaga secara keseluruhan. Guna mencapai tujuan tersebut diperlukan alat-alat untuk menggerakkan gigi-gigi dan mengkoreksi kelainan yang ada. Secara umum alat ortodonti dibagi menjadi dua yakni alat ortodonti lepasan (removable appliance) dan alat ortodonti cekat (fixed appliance).

Kelainan Dentofasial (Wajah & Gigi)

Kelainan dentofasial sering disebabkan oleh ketidak-seimbangan dan fungsi otot-otot bibir, pipi, dan lidah yang tidak normal. Posisi lidah saat menelan ataupun berbicara dijadikan indikator penting untuk melihat ada tidaknya masalah fungsional dari otot-otot yang membentuk struktur dentofasial.

Terapi Myofunctional Pada Usia Tumbuh Kembang

Alat ortodonti lepasan pada umumnya digunakan untuk menggerakkan gigi-gigi pada usia dini (6-12 tahun). Terdapat berbagai jenis alat ortodonti lepasan termasuk alat myofunctional seperti bionator, monoblok, twin block, Frankel dan lain-lain.

Pemilihan berbagai jenis alat ortodonti lepasan adalah berdasarkan dari hasil diagnosisnya.


images.jpg
31/Aug/2021

Vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum telah dibuka beberapa pekan lalu.  Ada beberapa keluhan yang dialami peserta vaksin pasca vaksinasi seperti, nyeri pada lengan di tempat suntikan, nyeri sendi, menggigil, mual atau muntah, rasa lelah, demam, dll. Beberapa keluhan/reaksi diatas termasuk dalam KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang yang menerima vaksin Covid-19 mengalami reaksi setelah vaksinasi. Kalaupun terjadi, reaksi yang timbul adalah wajar. Hal yang perlu diingat adalah KIPI jauh lebih ringan dibandingkan terkena COVID-19 ataupun komplikasi terkait COVID-19.

Reaksi yang terjadi biasanya menandakan vaksin sedang bekerja di dalam tubuh kita. Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit. KIPI umumnya bersifat sementara, hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Yang harus dilakukan jika terjadi reaksi/ keluhan/ efek samping setelah vaksinasi Covid-19, sebagai berikut :

  • Tetap tenang
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada tempat suntikan tersebut.
  • Jika demam, kompres/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.
  • Laporkan semua reaksi/keluhan yang terjadi setelah vaksinasi ke petugas kesehatan.
  • Untuk mengantisipasi terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius, sasaran diminta untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 15 menit*) sesudah vaksinasi.

INSIGHT_COVER.png
31/Aug/2021

Vaksinasi COVID-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan agar kita tidak tertular atau sakit berat akibat COVID-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin. Butuh waktu dua hingga tiga minggu agar antibodi pasca divaksin dosis kedua terbentuk dengan baik.

Vaksinasi COVID-19 dosis lengkap dan sesuai jadwal yang dianjurkan serta penerapan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit COVID-19. Supaya vaksin COVID-19 dapat bekerja optimal, Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum dan setelah vaksinasi covid-19, sebagai berikut :

DO

Sebelum vaksin

  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi makanan cukup nutrisi
  • Jika memiliki penyakit penyerta, periksa dan ikuti anjuran dokter sebelum melakukan vaksinasi.

DON’T

  • Vaksin saat sedang sakit, seperti ; demam

DO

Setelah Vaksin

  • Perhatikan reaksi tubuh, jika demam, menggigil atau pegal-pegal boleh minum paracetamol (jika tidak ada alergi paracetamol).
  • Istirahat yang cukup
  • Jika mengalami gejala berat, segera hubungi petugas kesehatan.

DON’T

  • Tidak memakai masker
  • Bekerumun
  • Tidak rutin mencuci tangan

WhatsApp-Image-2021-08-04-at-14.50.06-1200x674.jpeg
04/Aug/2021

Definisi Glaukoma

Gangguan pada mata dimana tekanan cairan dalam bola mata meningkat, berakibat kerusakan pada serat lembut saraf optik yang bertugas membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak.

Bagaimana mengenali tanda-tanda glaukoma?

  • Sakit mata yang parah,
  • Penglihatan yang terus memburuk,
  • Kemerahan pada mata,
  • Sakit mata yang disertai mual dan muntah.
  • Saat melihat lampu terdapat lingkaran seperti pelangi.

Pemeriksaan skrining glaukoma secara berkala pada :

  • Usia < 40 tahun: setiap 2-4 tahun
  • Usia > 40 tahun: setiap 2 tahun
  • Riwayat keluarga memiliki glaukoma: setiap 1 tahun

Skrining berkala dilakukan untuk mendeteksi glaukoma secara dini, salah satunya adalah dengan Pemeriksaan Humphrey Field Analyzer.

Prosedur Humphrey Field Analyzer

  • Ruangan harus gelap dan tenang, waktu pemeriksaan adalah sekitar 10 menit untuk setiap mata.
  • Pengisian data pasien dan detail pemeriksaan
  • Penempatan pasien : Mata yang tidak diperiksa ditutup, pasien duduk dikursi pemeriksaan dengan tangan memegang bel. Dagu diletakkan diatas sandaran dagu sehingga mata yang akan diperiksa terletak ditengah garis lintasan pada layar monitor.
  • Pasien harus selalu melihat cahaya kuning yang ada ditengah.
  • Pada saat mata pasien terfiksasi pada cahaya kuning, komputer akan memancarkan sinar kecil secara acak di sekitarnya. Pasien harus menekan tombol yang berada ditangannya setiap kali mereka melihat sinar tersebut.
  • Pasien diperbolehkan mengedipkan mata, terutama setelah melihat target.
  • Pasien tidak diperbolehkan bicara selama pemeriksaan kecuali mengalami masalah.

Keunggulan Humphrey Field Analyzer

  • Lebih akurat
  • Parameter stimulus terstandarisasi dan dapat bervariasi
  • Tidak ada bias yang mempengaruhi respon pasien
  • Penyimpanan dan analisis data dilakukan dengan komputer
  • Dapat beradaptasi dengan setiap penderita

WhatsApp-Image-2021-06-10-at-11.12.01.jpeg
13/Jul/2021

Retina adalah organ yang sangat vital dari seluruh jaringan di dalam rongga mata, yang berfungsi untuk menangkap rangsangan cahaya dan mengirimkan rangsangan tersebut ke otak, sehingga kita dapat melihat suatu objek. Retina memerlukan suplai darah, normalnya suplai darah retina dimulai pada usia 16 minggu kehamilan dan terbentuk secara sempurna pada umur kehamilan 41-42 minggu.

Gangguan pembentukan pembuluh darah retina atau retinopathy of prematurity (ROP) yang bisa terjadi pada bayi premature sejatinya bisa di skrining. Untuk mendapatkan gambaran maupun rekaman kondisi retina dan mata bagian depan, termasuk kondisi sudut bilik mata depan secara real adalah menggunakan Retcam atau Retina Camera. Klinik Mata Jakarta Aini telah dilengkapi fasilitas RetCam atau Retina Camera.

Kelainan retina yang dapat dideteksi dengan Retcam ;

  • Retinopathy Of Prematurity ( kelainan pertumbuhan pembuluh darah retina pada bayi premature),
  • Retinoblastoma (tumor retina),
  • Penyakit infeksi yang dapat mengenai retina seperti : Toxoplasma, Cyto Megalo Virus (CMV), dll

Keunggulan penggunaan Retcam dalam deteksi dini ROP adalah didapatkannya gambaran Retina secara keseluruhan sehingga dapat digunakan dalam evaluasi progresivitas ROP dan hasil terapi yang telah diberikan.


inside-header-KNEE-ARTHROSCOPY2-1200x582.jpg
06/Jul/2021

Artroscopy adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mendiagnosis dan menangani sejumlah gangguan sendi menggunakan alat bernama artroskop yang dimasukkan lewat sayatan kecil berukuran sekitar 0,75 cm – 1cm. Sendi yang paling sering didiagnosa dan ditangani dengan teknik arthroscopy ini adalah sendi lutut.

Gangguan Sendi Lutut yang dapat ditangani dengan Arthroscopy :

  • Robekan ligamen: Hal ini menyebabkan lutut menjadi tidak stabil, mengarah pada kerusakan lebih lanjut pada struktur lutut yang lain. ProsedurArthroscopydapat merekonstruksi ligamen dan memperbaiki ketidakstabilannya untuk memperpanjang umur bagian lutut yang lain.
  • Kerusakan tulang rawan lutut: Hal ini dapat diobati dengan terapi atroskopi sel punca (stem cell), prosedurArthroscopylain, di mana tulang rawan diregenerasi dengan penggunaan sel punca.
  • Robekan meniskus: Jika Anda mengalamirobekan meniskus(bantalan sendi lutut), Anda harus memelihara meniskus dengan memperbaikinya agar dapat mempertahankan sifat penyerap guncangannya. Jika meniskus Anda mengalami cedera parah dan perlu dibuang, maka hal ini akan menyebabkan lutut yang semakin aus dan robek, serta artritis dini.

Prosedur Arthroscopy

  • Pemberian anestesi lokal, regional, atau total, sesuai dengan kondisi pasien. Setelah bius bekerja, pasien akan diposisikan sedemikian rupa, tergantung bagian sendi yang akan dioperasi.
  • Pemberian desinfeksi dan pembedahan, dokter akan membuat sayatan sebesar lubang kunci di kulit pasien sebagai jalan masuknya artroskop. Dokter juga bisa membuat beberapa sayatan untuk memasukkan alat atau instrumen bedah lainnya.
  • Dokter dapat melihat gambaran sendi yang ditangkap oleh artroskop di layar monitor. Sambil memantau sendi yang bermasalah, dokter juga dapat melakukan tindakan, seperti mengangkat atau memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak di daerah sendi. Umumnya, prosedur artroskopi berlangsung selama 30 menit sampai 2 jam.

Keunggulan arthroscopy antara lain ; Luka yang kecil atau minimal invasive, Proses penyembuhannya lebih cepat, Secara kosmetik atau bekas luka pasca operasi akan terlihat lebih baik., Efektivitas prosedur yang memudahkan karena bisa menjangkau tempat- tempat yang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan open surgery dan proses operasi tergolong cukup singkat.


dr-adrian-spot-1200x800.jpg
06/Jul/2021

Patah tulang atau dalam bahasa medis disebut fraktur adalah kondisi tulang yang terputus, baik sebagian, komplit ataupun remuk. Biasanya diakibatkan oleh trauma benturan baik oleh kecelakaan lalu lintas, terpeleset di kamar mandi atau cedera saat olahraga. Sedangkan sendi yang keluar (Dislokasi) diakibatkan oleh trauma yang hebat sehingga mengakibatkan persendian keluar dari tempatnya. Dapat terjadi pada sendi besar seperti sendi bahu, siku, panggul, lutut maupun sendi – sendi kecil seperti pada jari – jari tangan dan kaki.

Gejala paling sering ditemukan adalah nyeri yang tiba – tiba muncul setelah trauma. Biasanya disertai dengan bengkak, lebam, kaki menjadi lebih pendek, melengkung ataupun bengkok. Dapat pula disertai dengan luka pada kulit ataupun tampak tulang yang menonjol keluar dengan otot sekitar lebam ataupun robek. Pada sendi yang keluar gejala yang ditemukan adalah nyeri yang hebat, sendi menjadi tidak bisa digerakkan ataupun diluruskan setelah trauma.

Penanganan

  • Pemasangan gips (pasang semen melingkar), bertujuan mempertahankan posisi tulang hingga sembuh menyatu. Pada tulang belakang diberi korset untuk membantu menyangga punggung belakang.
  • ORIF (Open Reduction Interna Fixation) yaitu pemasangan pen pada patah tulang dengan menjaga agar tulang menjadi stabil sambil memberikan kesempatan pada patah tulang untuk sembuh.
  • Pemasangan sendi buatan, pada patah tulang bonggol paha (hip) pada usia tua sering dilakukan penggantian sendi buatan (Arthroplasty). Hal ini dilakukan karena pembuluh darah sekitar hip sudah tidak optimal untuk proses penyembuhan/penyatuan kembali.

Komplikasi yang dapat terjadi yaitu komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek meliputi adanya perdarahan, jepitan pembuluh darah dan saraf oleh karena bengkak, infeksi. Sedangkan resiko jangka panjang yang dapat terjadi adalah tulang tidak menyatu, ataupun tulang menyatu tetapi pada posisi bengkok sehingga tungkai menjadi lebih pendek. Penderita tidak dapat berjalan ataupun jika dapat berjalan dengan kondisi pincang. Jika hal ini telah terjadi maka memerlukan operasi untuk mendapatkan hasil yang optimal.


154F5A22-A7EA-4601-A3AF-5773B12601C9.jpeg
04/May/2021

Air merupakan elemen penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Faktanya, air merupakan zat gizi esensial dan sekitar 60% tubuh manusia tersusun atas air.

Berikut ini beberapa kebaikan hidrasi bagi tubuh kita:

1. Mendistribusikan oksigen dan berbagai zat gizi

Darah bertugas untuk mendistribusikan oksigen dan berbagai zat gizi ke seluruh sel tubuh. Lebih dari 90 persen kandungan plasma darah adalah air, sehingga jika Sahabat Sehat mengalami dehidrasi dapat menyebabkan gagal sirkulasi

2. Mengatur suhu tubuh

Keringat akan bercucuran jika Sahabat Sehat berada di ruangan yang cukup panas atau setelah berolahraga. Keringat tersebut berfungsi untuk membawa keluar panas tubuh agar suhunya tetap berada pada kisaran normal (36,5–37,2 derajat Celcius).

3. Mendukung fungsi pencernaan

Proses pencernaan makanan pada tubuh Sahabat Sehat sangat bergantung dengan ketersediaan air. Oleh sebab itu, kebutuhan cairan tubuh yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan seperti konstipasi dan asam lambung.

4. Menjaga konsentrasi dan suasana hati

Beberapa dampak dehidrasi ringan adalah gangguan pada fungsi kognitif yang dapat langsung dirasakan, seperti mudah lelah, mengantuk, dan penurunan daya ingat.

Dengan cukup minum, Sahabat Sehat bisa terhindar dari gejala-gejala tersebut dan dapat tetap fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan kognitif, konsentrasi, dan suasana hati yang baik.


F4D81A1E-A49F-4C10-8999-711C8104EA54.jpeg
29/Apr/2021

Dental Bridge adalah salah satu jenis metode untuk memperbaiki gigi yang umum digunakan saat ini. Sesuai namanya, Dental Bridge digunakan sebagai “jembatan” yang mengisi kekosongan dari gigi yang hilang. 

Dental Bridge terdiri atas dua buah mahkota yang dipasang pada kawat besi dan diletakkan pada kedua gigi pada ujung-ujung kekosongan. Kedua gigi yang digunakan sebagai penopang Dental Bridge disebut sebagai “gigi perbatasan.” Jembatan tersebut kemudian dipasang gigi palsu yang disebut sebagai pontics. Gigi palsu tersebut dapat terbuat dari porselen, emas, logam, atau campuran dari material-material tersebut.

Jenis-jenis Dental Bridge

Terdapat tiga jenis Dental Bridge yang umum digunakan:

  • Dental Bridge Tradisional – jenis Dental Bridge yang paling umum dipakai dan umumnya terbuat dari keramik atau porselen dengan campuran logam. Dengan Dental Bridge tradisional, sebuah mahkota digunakan dan dipasang pada kedua ujung jarak antara gigi yang hilang, dan pontic dipasang diantaranya.
  • Dental Bridge Cantilever (Baca: Kantilever) – Dental Bridge ini digunakan apabila hanya ingin menggantikan satu gigi, biasanya gigi yang terdapat pada ujung belakang dari mulut. Dental Bridge cantilever hanya digunakan ketika hanya terdapat satu gigi yang dapat digunakan sebagai penopang sehingga jarang digunakan dengan harga yang cukup mahal.
  • Dental Bridge Berperekat Damar – Dental Bridge dengan bahan perekat dari damar (resin) atau umum disebut sebagai Maryland bonded bridges menggunakan kerangka logam atau porselen, kemudian ditopang oleh gigi dan gusi yang terbuat dari campuran porselen dengan logam, keramik, atau plastik.

Jenis Dental Bridge yang akan dipasang akan sangat bergantung pada kondisi dari gigi yang tersisa dan lokasi pemasangan.

Keuntungan dari Dental Bridge

Dental Bridge adalah solusi ekonomis untuk mengembalikan gigi dan memberikan efek estetik dan kesehatan. Keuntungan dari Dental Bridge antara lain:

  • Mengembalikan bentuk fisik gigi seperti semula
  • Memberikan senyuman yang lebih menawan
  • Mengembalikan kemampuan untuk berbicara dan mengunyah
  • Mempertahankan bentuk wajar dari wajah
  • Mendistribusikan tekanan pada saat mengunyah untuk menghindari masalah rahang dan sakit kepala 
  • Melindungi gigi yang tersisa agar tidak bergeser dari posisi aslinya

Kapan Harus Menemui Dokter Gigi?

Apabila secara sengaja atau tidak sengaja, gigi permanen bagian depan atau belakang Anda hilang atau rusak, penting bagi Anda untuk segera menemui dokter gigi untuk berkonsultasi. Pemasangan Dental Bridge pada umumnya disarankan karena memiliki tampilan yang lebih natural dan lebih nyaman daripada gigi palsu maupun implantasi gigi. Jarak kosong antar gigi yang ditinggalkan oleh gigi yang hilang dapat menyebabkan banyak masalah. Tidak hanya pada penampilan, tetapi lokasi tersebut dapat memberikan beban lebih pada gigi-gigi di sebelahnya. Selain itu, kekosongan tersebut dapat menyebabkan pengunyahan yang tidak normal, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan penyakit gusi.


2ED2602A-940B-4565-9261-BC012D0F9BE4.jpeg
22/Apr/2021

Hai, Sahabat Sehat! Tahukah bahwa metode crown gigi perlu dapat mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan melindungi gigi yang rapuh?

 

Crown gigi atau dental crown adalah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak atau patah. Normalnya, gigi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk keropos. Meski begitu, beberapa kondisi bisa membuat gigi menjadi rusak atau malah patah, misalnya gigi berlubang yang sudah parah atau cedera yang menyebabkan patahnya gigi.

Metode crown gigi dibutuhkan untuk tujuan-tujuan berikut ini:

  • Memperbaiki penampilan gigi yang rusak dan patah.
  • Melindungi gigi yang rentan mengalami kerusakan akibat pembusukan.
  • Menutup bentuk gigi yang sudah rusak atau yang berubah warna.
  • Melindungi dan mendukung susunan gigi bila ada gigi yang copot.
  • Melindungi posisi implan gigi.

Proses Pemasangan Crown Gigi

Pemasangan crown gigi biasanya membutuhkan waktu beberapa kali kunjungan ke dokter gigi. Jumlah kunjungan yang diperlukan akan tergantung pada kondisi gigi Sahabat Sehat. Berikut ini prosedur pemasangan crown gigi yang perlu diketahui:

1. Menentukan bahan pembentuk crown gigi

Crown gigi memiliki bahan yang bermacam-macam dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahan crown gigi yang akan dipakai ditentukan oleh dokter gigi. Beberapa jenis material untuk crown gigi meliputi logam, porselen atau keramik, rasin, campurun porselen dan logam, stainless steel.

2. Pemeriksaan mulut

Dokter gigi umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, seperti foto rontgen, untuk mengetahui kondisi akar gigi dan dan tulang di sekitar gigi. Jika ditemukan kerusakan gigi yang parah atau risiko infeksi pada akar gigi, dokter akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dulu.

3. Mencetak crown gigi

Crown gigi dicetak dengan kondisi gigi yang akan ditutupi. Dari cetakan yang telah dibuat, umumnya crown gigi akan selesai sekitar 2–3 minggu kemudian.

Dokter akan menggunakan anestesi atau pembiusan di jaringan gusi sekitar gigi saat memberikan crown gigi sementara untuk melindungi gigi sampai crown gigi permanen selesai dibuat.

4. Pemasangan crown gigi permanen

Setelah crown gigi selesai dibuat, dokter akan melepas crown gigi sementara dan membersihkan sisa-sisanya agar crown permanen bisa menempel dengan baik. Sesudah proses pasang crown gigi permanen selesai dan gigi sudah terasa nyaman, Sahabat Sehat diperbolehkan untuk pulang.




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.