Informasi RS Jakarta

Berita Terkini

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
F4D81A1E-A49F-4C10-8999-711C8104EA54.jpeg
29/Apr/2021

Dental Bridge adalah salah satu jenis metode untuk memperbaiki gigi yang umum digunakan saat ini. Sesuai namanya, Dental Bridge digunakan sebagai “jembatan” yang mengisi kekosongan dari gigi yang hilang. 

Dental Bridge terdiri atas dua buah mahkota yang dipasang pada kawat besi dan diletakkan pada kedua gigi pada ujung-ujung kekosongan. Kedua gigi yang digunakan sebagai penopang Dental Bridge disebut sebagai “gigi perbatasan.” Jembatan tersebut kemudian dipasang gigi palsu yang disebut sebagai pontics. Gigi palsu tersebut dapat terbuat dari porselen, emas, logam, atau campuran dari material-material tersebut.

Jenis-jenis Dental Bridge

Terdapat tiga jenis Dental Bridge yang umum digunakan:

  • Dental Bridge Tradisional – jenis Dental Bridge yang paling umum dipakai dan umumnya terbuat dari keramik atau porselen dengan campuran logam. Dengan Dental Bridge tradisional, sebuah mahkota digunakan dan dipasang pada kedua ujung jarak antara gigi yang hilang, dan pontic dipasang diantaranya.
  • Dental Bridge Cantilever (Baca: Kantilever) – Dental Bridge ini digunakan apabila hanya ingin menggantikan satu gigi, biasanya gigi yang terdapat pada ujung belakang dari mulut. Dental Bridge cantilever hanya digunakan ketika hanya terdapat satu gigi yang dapat digunakan sebagai penopang sehingga jarang digunakan dengan harga yang cukup mahal.
  • Dental Bridge Berperekat Damar – Dental Bridge dengan bahan perekat dari damar (resin) atau umum disebut sebagai Maryland bonded bridges menggunakan kerangka logam atau porselen, kemudian ditopang oleh gigi dan gusi yang terbuat dari campuran porselen dengan logam, keramik, atau plastik.

Jenis Dental Bridge yang akan dipasang akan sangat bergantung pada kondisi dari gigi yang tersisa dan lokasi pemasangan.

Keuntungan dari Dental Bridge

Dental Bridge adalah solusi ekonomis untuk mengembalikan gigi dan memberikan efek estetik dan kesehatan. Keuntungan dari Dental Bridge antara lain:

  • Mengembalikan bentuk fisik gigi seperti semula
  • Memberikan senyuman yang lebih menawan
  • Mengembalikan kemampuan untuk berbicara dan mengunyah
  • Mempertahankan bentuk wajar dari wajah
  • Mendistribusikan tekanan pada saat mengunyah untuk menghindari masalah rahang dan sakit kepala 
  • Melindungi gigi yang tersisa agar tidak bergeser dari posisi aslinya

Kapan Harus Menemui Dokter Gigi?

Apabila secara sengaja atau tidak sengaja, gigi permanen bagian depan atau belakang Anda hilang atau rusak, penting bagi Anda untuk segera menemui dokter gigi untuk berkonsultasi. Pemasangan Dental Bridge pada umumnya disarankan karena memiliki tampilan yang lebih natural dan lebih nyaman daripada gigi palsu maupun implantasi gigi. Jarak kosong antar gigi yang ditinggalkan oleh gigi yang hilang dapat menyebabkan banyak masalah. Tidak hanya pada penampilan, tetapi lokasi tersebut dapat memberikan beban lebih pada gigi-gigi di sebelahnya. Selain itu, kekosongan tersebut dapat menyebabkan pengunyahan yang tidak normal, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan penyakit gusi.


2ED2602A-940B-4565-9261-BC012D0F9BE4.jpeg
22/Apr/2021

Hai, Sahabat Sehat! Tahukah bahwa metode crown gigi perlu dapat mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan melindungi gigi yang rapuh?

 

Crown gigi atau dental crown adalah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak atau patah. Normalnya, gigi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk keropos. Meski begitu, beberapa kondisi bisa membuat gigi menjadi rusak atau malah patah, misalnya gigi berlubang yang sudah parah atau cedera yang menyebabkan patahnya gigi.

Metode crown gigi dibutuhkan untuk tujuan-tujuan berikut ini:

  • Memperbaiki penampilan gigi yang rusak dan patah.
  • Melindungi gigi yang rentan mengalami kerusakan akibat pembusukan.
  • Menutup bentuk gigi yang sudah rusak atau yang berubah warna.
  • Melindungi dan mendukung susunan gigi bila ada gigi yang copot.
  • Melindungi posisi implan gigi.

Proses Pemasangan Crown Gigi

Pemasangan crown gigi biasanya membutuhkan waktu beberapa kali kunjungan ke dokter gigi. Jumlah kunjungan yang diperlukan akan tergantung pada kondisi gigi Sahabat Sehat. Berikut ini prosedur pemasangan crown gigi yang perlu diketahui:

1. Menentukan bahan pembentuk crown gigi

Crown gigi memiliki bahan yang bermacam-macam dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahan crown gigi yang akan dipakai ditentukan oleh dokter gigi. Beberapa jenis material untuk crown gigi meliputi logam, porselen atau keramik, rasin, campurun porselen dan logam, stainless steel.

2. Pemeriksaan mulut

Dokter gigi umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, seperti foto rontgen, untuk mengetahui kondisi akar gigi dan dan tulang di sekitar gigi. Jika ditemukan kerusakan gigi yang parah atau risiko infeksi pada akar gigi, dokter akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dulu.

3. Mencetak crown gigi

Crown gigi dicetak dengan kondisi gigi yang akan ditutupi. Dari cetakan yang telah dibuat, umumnya crown gigi akan selesai sekitar 2–3 minggu kemudian.

Dokter akan menggunakan anestesi atau pembiusan di jaringan gusi sekitar gigi saat memberikan crown gigi sementara untuk melindungi gigi sampai crown gigi permanen selesai dibuat.

4. Pemasangan crown gigi permanen

Setelah crown gigi selesai dibuat, dokter akan melepas crown gigi sementara dan membersihkan sisa-sisanya agar crown permanen bisa menempel dengan baik. Sesudah proses pasang crown gigi permanen selesai dan gigi sudah terasa nyaman, Sahabat Sehat diperbolehkan untuk pulang.


1DF0D72D-3665-44D8-961F-5279EA52F4D7.jpeg
13/Apr/2021

Hai, Sahabat Sehat!

Bulan puasa merupakan momen yang baik untuk memperbanyak beribadah dan mendekatkan diri kepada keluarga. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.

Berikut merupakan beberapa cara untuk menjaga tubuh agar sehat dan bugar di bulan suci Ramadhan ini.

  • Mengonsumsi makanan dengan zat gizi lengkap

Setiap kali makan sahur dan berbuka, makanan yang dikonsumsi harus mengandung zat gizi lengkap, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah.

Pilihlah jugasumber karbohidrat kompleks saat makan, seperti oat, nasi merah, roti gandum

Hal ini penting karena bahan makanan tersebut mampu mencerna energi secara lambat selama puasa berlangsung

  • Perbanyak sayuran dan buah

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya serat.

Kandungan serat akan dicerna tubuh dalam waktu lama sehingga salah satunya akan memberikan sensasi kenyang di perut.

  • Perhatikan asupan cairan

Minumlah air putih minimal sebanyak 8 gelas per hari dari waktu buka puasa hingga sahur.

Konsumsi cukup cairan ini sangat penting dilakukan untuk mencegah konstipasi dan dehidrasi.

  • Mengurangi kafein

Kurangi konsumsi minuman atau makanan yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi, karena kafein dapat menstimulasi pengeluaran air dari dalam tubuh melalui air kemih.

  • Konsumsi suplemen jika diperlukan

Apabila diperlukan, konsumsi suplemen yang berisi mineral dan vitamin boleh saja dilakukan untuk membantu proses metabolisme tubuh.

  • Tetap lakukan aktivitas fisik

Lakukan aktivitas fisik selama berpuasa minimal berjalan kaki selama 30 menit per hari untuk menjaga proses metabolisme tubuh. Olahraga bisa dilakukan saat menjelang waktu berbuka puasa.


DF781610-8C47-445A-8D77-F0679F537C54.jpeg
26/Mar/2021

Hai, Sahabat Sehat! Tuberkulosis atau TBC merupakan jenis penyakit menular yang merusak jaringan paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

 

Sahabat Sehat tidak perlu khawatir, karena kita dapat melakukan pencegahan penyakit TBC dengan beberapa cara sebagai berikut:

 

  • Pemberian Vaksin BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) telah teruji efektif untuk mencegah TBC sampai seseorang berusia 35 tahun. Efektivitas BCG bisa meningkat bila tidak ada pengidap TBC di lingkungan tempat tinggal Sahabat Sehat. Vaksin ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an dan paling banyak digunakan untuk memvaksin hampir 80% bayi baru lahir di seluruh dunia.

 

  • Diagnosis Sejak Dini

Pencegahan penyebaran TBC akan efektif bila dilakukan diagnosis dan pengobatan sejak dini.

 

  • Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal

TBC adalah penyakit yang menular melalui udara saat penderita TBC bersin atau batuk. Risiko infeksi dapat diminimalisir dengan membuat sistem sirkulasi udara atau ventilasi yang bagus di rumah. Berikan juga pencahayaan yang cukup bagi rumah. Sinar UV dari matahari mampu membunuh bakteri TBC.

 

  • Tingkatkan Sistem Imun

Sistem imun bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Sistem imun yang baik membantu Sahabat Sehat terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk bakteri penyebab TBC ini


BA8D0485-6753-4FC4-9F3E-C185A4211E09.jpeg
26/Mar/2021

 

Kanker adalah penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali. Gejala kanker dapat berupa munculnya benjolan yang tidak lazim, terjadi perubahan pada kulit, adanya masalah pada kelenjar getah bening, penurunan berat badan tanpa sebab, batuk atau sesak napas berkepanjangan, rasa sakit tanpa sebab dan perdarahan tidak normal.

 

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker, antara lain adalah:

 

Riwayat keluarga. 

Usia.

Individu di atas usia 65 tahun lebih berisiko untuk mengalami kanker.

 

Kebiasaan buruk. 

Mengkonsumsi alkohol berlebihan, merokok, paparan sinar matahari berlebihan, obesitas, dan hubungan seks yang tidak aman dapat memicu terjadinya kanker.

 

Kondisi kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan kronis, seperti peradangan pada usus juga dapat meningkatkan resiko munculnya kanker jenis tertentu.

 

Lingkungan hidup. 

Bahan kimia berbahaya seperti asbes dan benzena di rumah atau tempat kerja bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko penyakit ini.

 

Agar terhindar dari kanker, Sahabat Sehat perlu melakukan pencegahan sejak dini dan dimulai dari sekarang! Langkah yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mencegah kanker adalah:

 

  1. Mengonsumsi makanan sehat

 

Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta kacang-kacangan dapat memberikan nutrisi baik yang dibutuhkan oleh tubuh dan daya tahan tubuh pun dapat meningkat.

 

Jangan lupa untuk membatasi juga konsumsi makanan olahan yang cenderung tinggi kalori, lemak tak sehat, dan gula tambahan, serta dapat meningkatkan penumpukan lemak karena ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

 

  1. Rutin berolahraga

 

Menjaga berat badan ideal melalui berolahraga adalah kunci untuk mencegah kanker. Usahakan untuk berolahraga paling tidak 30 menit sehari.

 

  1. Menghindari asap rokok dan minuman beralkohol

 

Rokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar terjadinya kanker. Selain kanker paru-paru, merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker kerongkongan, tenggorokan, mulut, ginjal, kandung kemih, pankreas, perut, dan leher rahim.

 

Selain merokok, sering mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko Sahabat Sehat untuk mengalami kanker. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki sifat karsinogenik yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu munculnya penyakit kanker.

 

  1. Melakukan deteksi dini

 

Pada stadium awal, kanker sering kali tidak menimbulkan gejala. Gejala biasanya baru dirasakan setelah kanker berada di stadium lanjut. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu melakukan deteksi kanker sejak dini sebagai salah satu cara untuk mencegahnya. 

 

Jika Sahabat Sehat masih memiliki pertanyaan seputar cara mencegah kanker atau risiko kanker pada diri sendiri dan anggota keluarga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!


FA49CCB4-2F91-42E6-A510-BDEB179DF1DC.jpeg
26/Mar/2021

 

Hai, Sahabat Sehat! Tahukah bahwa wanita hamil merupakan kategori dari kelompok rentan yang dapat terinfeksi COVID-19? Wanita hamil yang menunjukkan hasil positif COVID-19 memiliki potensi untuk mengalami abnormalitas pada plasenta. Keadaan ini dapat mempengaruhi kadar oksigen serta nutrisi pada janin, namun efek samping secara jangka panjangnya masih belum dapat diketahui.

 

Oleh karena itu, wanita hamil perlu melakukan adaptasi di era New Normal ini.  Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar kondisi wanita hamil selama pandemi COVID-19 tetap terjaga:

 

Perketat protokol kesehatan dalam keseharian

 

Lakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), 3T (tracing, testing, treatment) dan VDJ (ventilasi, durasi jarak).

 

Disiplin diri

 

Pastikan ibu hamil disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan yang ada. Hindari pertemuan di tempat yang ramai dan juga berada di kerumunan.

 

Pemeriksaan rutin

 

Meski tengah pandemi, pemeriksaan kehamilan tetap harus rutin dilakukan. Konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kehamilan dan jadwal konsultasi selama pandemi agar dapat mempersiapkan pemeriksaan dengan baik. Berdasarkan rekomendasi, pemeriksaan tatap muka pada ibu hamil selama pandemi dilakukan satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga.

 

Pola hidup bersih dan sehat

 

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama kehamilan dengan menjaga kebersihan diri dan sekitar serta mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna.

 

Olahraga teratur

 

Wanita hamil juga harus rutin berolahraga. Aktif dalam bergerak baik untuk menjaga daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan memudahkan persalinan.

 

Asupan vitamin

 

Asupan vitamin sangat diperlukan oleh wanita hamil dan juga janin. Konsumsi sejumlah nutrisi penting seperti asam folat, kalsium, vitamin C, vitamin D, dan zat besi. Lakukan konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui nutrisi tambahan yang umumnya berbeda pada setiap wanita hamil.

 

Cari rumah sakit yang tepat

 

Carilah rumah sakit yang menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar untuk persalinan. Penerapan protokol kesehatan yang ketat yang baik dan benar dapat menjaga ibu dan bayi sebelum, selama, dan setelah persalinan.

 

Salam sehat selalu!

 


C758A73A-37F5-4DFA-9642-04C883AED99A.jpeg
26/Mar/2021

Tahukah Sahabat Sehat bahwa menyikat gigi tidaklah cukup untuk mendapatkan gigi yang sehat dan bersih? Untuk memperoleh gigi yang menawan, Sahabat Sehat juga perlu melakukan prosedur scaling gigi. Prosedur non-operasi ini dapat membersihkan gigi secara maksimal karena dapat menghilangkan karang gigi di seluruh permukaan gigi dan bagian bawah gusi. Dengan begitu, kesehatan mulut tetap terjaga dan terhindar dari risiko penyakit yang mungkin terjadi.

 

Metode scaling ini dapat dilakukan melalui dua cara; dengan alat pengikis manual atau alat pengikis dengan gelombang ultrasonik. Dengan kedua metode tersebut, karang gigi yang menempel di permukaan gigi akan hilang dan Sahabat Sehat dapat memiliki gigi yang bersih dan berkilau.

 

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari scaling gigi, antara lain:

 

  1. Menghilangkan bau mulut

 

Karang gigi merupakan tempat bagi bakteri penyebab bau mulut berkembang biak. Untuk itu, rutinlah melakukan scaling gigi supaya mulut menjadi lebih segar dan bebas bau.

 

  1. Warna gigi menjadi lebih cerah

 

Karang gigi terbentuk akibat plak yang menempel dan mengeras pada permukaan gigi. Selain membuat tampilan gigi menjadi tidak terawat, karang gigi juga bisa membuat warna gigi berubah menjadi lebih kusam dan terlihat kuning. Oleh karena itu, penting untuk rutin melakukan scaling supaya karang gigi bisa terangkat dan warna gigi menjadi lebih cerah.

 

  1. Mencegah infeksi gusi

 

Karang gigi yang dibiarkan begitu saja bisa menyebabkan radang gusi atau gingivitis. Kondisi ini ditandai dengan gejala berupa gusi bengkak, mudah berdarah, dan terasa sakit. Bila dibiarkan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan serius yang bisa merusak gigi dan jaringan penyangga gigi lainnya.

 

  1. Mengurangi risiko gigi copot

 

Penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh karang gigi akan berujung pada gigi copot. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kesulitan untuk mengunyah makanan dan menjadi tidak percaya diri. Oleh karena itu, rutinlah melakukan scaling gigi supaya gigi bersih dari karang gigi dan terhindar dari risiko gigi copot.

 

  1. Terhindar dari risiko penyakit jantung

 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rutin melakukan scaling gigi akan menurunkan risiko seseorang terkena atrial fibrilasi, yaitu gangguan irama jantung yang bisa menyebabkan penderitanya menjadi lemas, nyeri dada, jantung berdebar, dan sesak napas.

 

Selain itu, scaling gigi juga diketahui dapat menurunkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner. Bakteri yang menumpuk pada karang gigi bisa terbawa oleh darah dan membuat endapan pada pembuluh darah koroner di jantung. Endapan ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.

 

Rutin melakukan scaling gigi tidak hanya dapat menjaga kesehatan mulut saja, namun meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, jagalah kebersihan gigi dan periksakan gigi secara rutin ke dokter gigi. Dengan begitu, karang gigi dapat terdeteksi sejak dini dan segera diatasi.


90C4568A-A7A3-419D-ADB5-6EDE95D0736E.jpeg
26/Mar/2021

 

Jantung merupakan organ vital yang berperan penting dalam pengaturan sirkulasi darah dalam tubuh. Oleh karena itu, gangguan pada jantung dapat berakibat fatal bagi siapapun yang mengalaminya. Berikut adalah beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang dapat kita bersama lakukan:

Menghindari kebiasaan merokok

Bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat menimbulkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah. Asap rokok dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah dan hal ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari normal. Jika keadaan ini berlangsung terus menerus, tekanan darah dan detak jantung dapat meningkat pesat dikarenakan jantung yang harus memompa oksigen lebih banyak ke otak dan tubuh.

Berolahraga secara teratur

Berolahraga secara teratur dapat meminimalisir resiko siapapun untuk dapat terkena penyakit jantung. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga berat badan dan meminimalisir resiko untuk seseorang terkena penyakit yang berpotensi untuk memperparah penyakit jantung seperti darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Sempatkanlah waktu di dalam keseharian untuk tetap aktif bergerak, karena sesedikit apapun aktivitas yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Menjaga pola makan sehat

Pola makan sehat dapat membantu melindungi jantung, menstabilkan tekanan darah, menjaga tingkat kolesterol, dan meminimalisir resiko terkena diabetes tipe 2. Konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, daging, makanan rendah kalori dan lemak, dan gandum. Selain itu, jangan lupa untuk membatasi konsumsi gula, karbohidrat yang telah diproses, garam, minuman beralkohol, lemak yang telah tersaturasi.

Istirahat yang berkualitas

Pastikan untuk memperoleh istirahat yang berkualitas dengan menerapkan jadwal tidur yang cukup sekitar 8 jam agar dapat terus beraktivitas secara optimal.

Menghindari stress

Stress yang berlebihan dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengelola stress dengan baik dan menjalani hidup dengan optimisme.

Melakukan pemeriksaan berkala

Lakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan diabetes tipe 2 secara berkala karena ketiga penyakit ini merupakan jenis-jenis penyakit yang dapat merusak pembuluh darah yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah yang diatur oleh jantung.

 


04D74644-C64D-4BFD-B064-547DA13BF24B-1200x600.jpeg
26/Mar/2021

 

 

 

Kulit indah dan sehat merupakan dambaan semua orang. Namun keinginan memiliki kulit yang indah dan sehat harus disertai dengan kedispilinan dalam merawat kulit secara tepat. Faktor lingkungan yang buruk dapat merusak kesehatan kulit, selain itu factor yang tidak dapat dihindarkan adalah pertambahan usia.

 

Indikasi Perawatan Kulit

 

Dari seluruh bagian kulit, kulit wajah merupakan bagian yang paling sensitive. Terdapat beberapa kondisi khusus yang menyebabkan seseorang memerlukan perawatan kulit, seperti:

 

Jerawat atau bekas jerawat.

Komedo (hitam atau putih).

Kerutan akibat penuaan (keriput).

Kelainan pigmen berupa hipopigmentasi atau hiperpigmentasi, misalnya melasma atau bercak hitam.

Pori-pori besar.

Kulit wajah kusam.

Rosacea.

Tahi lalat.

Kutil.

Bekas luka pada wajah.

Tipe Kulit Wajah

 

Kondisi kulit umumnya tergantung pada tingkat kelembapan, kelembutan, dan sensitivitas kulit. Namun, kondisi ini dapat berubah seiring pertambahan usia, kondisi lingkungan, dan jenis perawatan rutin yang dilakukan. Jenis kulit terbagi menjadi beberapa tipe, antara lain:

 

Tipe kulit normal, yaitu kondisi kulit wajah yang memiliki kandungan air dan minyak (sebum) yang seimbang, sehingga kulit tidak terlalu kering dan tidak terlalu berminyak. Tipe kulit normal umumnya tidak memiliki terlalu banyak masalah, dengan pori-pori yang hampir tidak terlihat, dan tampak sehat bercahaya.

 

Tipe kulit kering, yaitu kondisi kulit wajah yang menghasilkan minyak lebih sedikit dibandingkan kulit normal. Kadar minyak yang sedikit menyebabkan kulit wajah mudah terkelupas karena tidak mampu mempertahankan kelembapannya. Meski pori-pori pemilik kulit kering hampir tak terlihat, namun tipe kulit kering cenderung mudah terlihat kusam dan kasar. Pada kondisi yang terlalu kering, maka kulit dapat terasa gatal dan mudah meradang.

 

Tipe kulit berminyak, yaitu kondisi kulit wajah yang memproduksi minyak berlebih dibandingkan kulit normal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain faktor keturunan, kondisi hormon, dan pengaruh lingkungan seperti faktor cuaca. Tipe kulit berminyak ditandai dengan ukuran pori-pori yang lebih besar, kulit tampak mengilap, serta lebih rentan berkomedo atau berjerawat.

 

Tipe kulit kombinasi, yaitu kondisi kulit wajah yang normal atau kering di beberapa bagian wajah dan berminyak pada bagian wajah lainnya (biasanya pada hidung, dahi, dan dagu). Tipe kulit ini ditandai dengan pori-pori yang terlihat lebih besar, berkomedo, dan mengkilap.

 

Tipe kulit sensitif, yaitu jenis kulit wajah dengan tingkat kepekaan (sensitivitas) tinggi. Kondisi ini terjadi karena fungsi penghalang alami kulit melemah, sehingga mudah mengalami gangguan yang timbul sebagai reaksi terhadap beragam faktor pemicu, seperti perubahan cuaca, stres, perubahan hormon, hewan peliharaan, debu, hingga bahan kimia. Karena itu, pemilik kulit sensitif perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk dan tindakan perawatan kulit. Tipe kulit sensitif ditandai dengan kulit yang mudah memerah, gatal, dan kering.

 

Prosedur Perawatan Kulit

 

Perawatan kulit wajah umumnya bervariatif dan disesuaikan dengan kondisi dan gangguan pada kulit wajah yang dimiliki dan dialami oleh pasien. Beberapa jenis perawatan kulit wajah, antara lain:

 

Facial. Ini merupakan salah satu jenis perawatan kulit wajah yang dilakukan melalui beberapa langkah, seperti pembersihan (cleansing), penguapan (steaming), pengelupasan kulit dengan scrub (exfoliation), pengangkatan jerawat dan komedo (extraction), pemijatan (facial massage), pemakaian masker wajah (facial mask), serta penggunaan serum, pelembap (moisturizer), toner, dan tabir surya jika facial dilakukan pada siang hari.

 

Peeling, adalah prosedur perawatan kulit yang dilakukan dengan menggunakan larutan kimia untuk mengangkat atau menghilangkan sel kulit mati.

Kauterisasi wajah, adalah salah satu jenis prosedur perawatan kulit wajah untuk mengatasi luka atau mengangkat lesi pada jaringan kulit wajah. Prosedur perawatan ini merupakan bagian dari bedah elektrik yang dilakukan dengan menggunakan instrumen logam menyerupai pensil untuk mengalirkan arus listrik berfrekuensi tinggi yang menimbulkan panas, ke area kulit wajah yang akan menjalani perawatan. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk menangani kutil wajah dan skin tag (daging tumbuh).

Laser. Ini merupakan jenis terapi perawatan kulit wajah menggunakan sinar laser yang telah ditentukan panjang gelombangnya untuk mengangkat sel dan lapisan kulit mati serta meremajakan kulit. Perawatan laser juga dilakukan untuk mengurangi keriput, bekas jerawat, dan garis halus pada wajah. Selain itu, laser juga dipakai untuk menghilangkan bulu. Perawatan laser dapat menggunakan dua jenis laser, yaitu karbon dioksida dan erbium.

Intense pulse light (IPL), yaitu salah satu jenis terapi perawatan kulit wajah dengan menggunakan alat yang memancarkan gelombang cahaya berintensitas tinggi. IPL dilakukan untuk mengatasi berbagai gangguan pada kulit wajah, seperti bekas luka, bekas jerawat, rosacea, bintik penuaan, kerusakan kulit wajah akibat sinar matahari, dan untuk menghilangkan bulu.

Mikrodermabrasi. Ini merupakan salah satu jenis prosedur perawatan kulit wajah untuk memperbarui tekstur dan warna kulit, serta membantu menghilangkan kerutan, garis halus, bintik akibat penuaan, melasma, atau kerusakan kulit akibat sinar matahari. Mikrodermabrasi dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang memiliki permukaan kasar untuk mengampelas lapisan luar kulit, guna memancing pertumbuhan kulit yang lebih halus dan tidak bergelombang.

Radiothermoplasty (thermage), yaitu metode perawatan wajah untuk mengencangkan dan memperbaiki kontur atau garis halus pada wajah dan leher. 

 

Metode ini dilakukan dengan menggunakan gelombang radio yang dapat 

menghasilkan suhu panas guna mengencangkan jaringan dan struktur kulit, sehingga lapisan kulit tidak perlu melalui proses pengelupasan. Thermage dapat dilakukan pada semua jenis kulit.


A808303D-A89E-4997-8E5B-E6EE224ED241.jpeg
26/Mar/2021

 

Strabismus yang kita kenal dengan sebutan mata juling merupakan salah satu masalah sering kita temukan. Prevalensi dan tipe strabismus di dunia berbeda-beda tergantung pada variasi ras dan letak geografisnya. Tipe Strabismus yang paling sering terjadi berdasarkan arah terjadinya adalah esotropia dan eksotropia. di Indonesia diperkirakan 2-2,5 juta penduduk menderita strabismus dengan tipe terbanyak adalah eksotropia.

 

Ciri-ciri mata juling akan tampak bila kedua mata tidak tertuju pada satu objek sehingga satu mata lurus ke depan dan mata lainnya menyimpang dari posisi yang seharusnya. Keadaan ini bukan hanya terjadi pada anak-anak namun dapat ditemukan pada berbagai usia, Baik pria maupun wanita.

 

Juling dapat bersifat keturunan, namun meskipun tidak ada riwayat di dalam keluarga, juling dapat terjadi. Mata juling dapat bersifat horizontal, yaitu satu mata ke dalam atau satu mata ke luar, dan dapat juga bersifat vertikal yaitu satu mata lebih tinggi atau lebih rendah dari mata yang lain. Selain itu, juling dapat bersifat konstan, yaitu tampak setiap saat, atau timbul pada keadaan-keadaan tertenu, seperti bila anak sedang sakit, melamun lihat jauh atau lelah.

 

Terapi/Pengobatan

 

Terapi anak dengan juling terdiri dari 2 bagian:

 

Bila ditemukan amblyopia atau mata malas maka harus diatasi terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan menutup mata yang baik untuk memaksa anak menggunakan matanya yang malas (terapi oklusi atau patching) dilakukan bergantian. Bila tajam penglihatan pada mata yang menyimpang sudah menjadi normal, maka anak telah menggunakan kedua mata secara seimbang dan juling akan terlihat bergantian pada kedua mata.

Bila penglihatan mata yang malas telah membaik, baru dilakukan operasi juling untuk mengembalikan kedudukan bola mata. Diharapkan peluang berkembangnya penglihatan binocular juga tercapai bila juling ditangani pada anak usia dini.

 

Pseudo Strabismus (Juling Palsu)

 

Terdapat pada banyak bayi atau anak Asia, khusunya keturunan/etnis tertentu, terlihat seperti juling ke dalam. Keadaan ini terjadi akibat adanya lipatan kulit pada sudut mata atau batang hidungnya yang masi agak lebar. Bila saat pemeriksaan mata tidak ditemukan juling, hal ini disebut Pseudo Strabismus (juling palsu) dan tidak memerlukan tindakan/terapi.

 

Juling dan Kacamata

 

Sebagian juling terjadi akibat adanya kelainan tajam penglihatan (refraksi) yang tidak dikoreksi. Dengan demikian, kacamata kadang-kadang dapat mengobati juling atau menghilangkan kebutuhan akan operasi juling. Setiap anak dengan juling harus dicek keadaan mata dan kelainan refraksinya. Bila diberikan kacamata, harus dipakai sepanjang hari untuk membantu meluruskan matanya. Bila kacamata tidak dapat menghilangkan juling sepenuhnya maka operasi juling perlu dilakukan untuk menghilangkan juling yang belum terkoreksi.




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.