Mengenal Jenis-jenis Infeksi Mata

October 19, 2022 by admin0
1a352bc647dc0ebe93b3b5472207ceac559b094d.png

Pernahkah kamu merasakan nyeri, gatal, atau sesuatu yang mengganjal di mata ? atau dalam kasus yang lebih lanjut misalkan, mata mengeluarkan cairan berwarna kuning, hijau, atau bahkan berdarah, sensitivitas terhadap cahaya meningkat hingga penglihatan menjadi kabur. Hati-hati bisa jadi hal tersebut merupakan tanda-tanda infeksi mata lho. Lalu apa sih penyebab infeksi mata, apa saja gejalanya dan ada berapa jenis infeksi mata yang perlu di waspadai? Yuk, simak penjelasannya dibawah ini!

Definisi

Infeksi merupakan suatu kondisi dimana mikroba masuk ke dalam tubuh kita dan berkembang biak. Mikroorganisme penyebab infeksi dapat berupa bakteri, virus, parasit, atau jamur. Para mikroorganisme ini menjadikan tubuh kita tempat tinggal dan sumber nutrisi. Secara medis, adanya infeksi ditandai dengan peradangan, tergantung pada organ yang terkena infeksi. Misalnya, rinitis adalah infeksi hidung, otitis media adalah infeksi telinga, dan gastritis adalah infeksi perut.

Infeksi pada mata terjadi saat mikroorganisme berbahaya seperti bakteri, jamur, atau virus yang menyerang bagian mana pun dari bola mata atau jaringan di sekitarnya, mulai dari kelopak mata, dan membran tipis yang melapisi mata luar (konjungtiva), permukaan depan mata yang bening (kornea), bahkan bisa sampai mengenai cairan bagian dalam mata (vitreous) dan saraf mata (retina).

Gejala

Gejala infeksi mata tergantung pada penyebabnya, dan dapat meliputi :

  • Mata merah
  • Keluar nya kotoran mata
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata berair
  • Sensitivitas cahaya meningkat
  • Gatal
  • Pandangan yang kabur hingga kebutaan

Beberapa Jenis Infeksi Mata

  1. Hordeolum : Kondisi ini dikenal dengan istilah bintitan, dimana terjadi kondisi Infeksi pada kelenjar kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri (misal saat mengucek mata, penggunaan makeup, dll). Gejala utama bintitan adalah bintil merah yang tumbuh di dalam atau di luar kelopak mata, menyerupai bisul kecil di kelopak mata. Bintitan biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, tetapi risiko komplikasi tetap ada. Karena itu, jika bintil tidak membaik setelah 48 jam, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
  2. Konjungtivitis : Infeksi pada selaput mata disebabkan oleh virus atau bakteri dan sangat menular. Jenis infeksi mata ini sangat menular dan sering kali menyebar di kalangan anak-anak di tempat penitipan anak, ruang kelas, dan lingkungan serupa. Para guru dan asisten di tempat penitipan anak juga berisiko tinggi terkena konjungtivitis saat mereka bekerja berdekatan dengan anak-anak kecil. Pada bayi juga bisa terjadi infeksi mata konjungtiva (gonokokal dan konjungtivitis klamidia) selama kelahiran dari ibu yang memiliki penyakit menular seksual.
  3. Keratitis : Infeksi pada kornea yang disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur, misal Herpes simplex & pemakaian lensa kontak. Pengguna lensa kontak semakin berisiko terkena parasit yang dapat menyerang mata dan menyebabkan infeksi serius yang mengancam penglihatan yang disebut Keratitis akantamuba. Inilah alasan yang mendasari pemakai lensa kontak harus mengikuti ketentuan terkait penggunaan yang aman, seperti menghindari berenang sambil mengenakan lensa kontak.
  4. Ulkus Kornea : Luka terbuka pada kornea yang paling sering disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini merupakan bentuk lanjut dari keratitis yang tergolong dalam kondisi darurat medis. Ulkus kornea dapat menyebabkan kebutaan jika tidak segera ditangani.
  5. Selulitis Preseptal & Selulitis Orbitalis : infeksi yang melibatkan jaringan lunak sekitar bola mata hingga kebagian belakang mata. Pada selulitis preseptal biasanya disebabkan oleh penyebaran infeksi yang berdekatan dari cedera wajah atau kelopak mata, gigitan serangga atau hewan, konjungtivitis, kalazion, atau sinusitis. Sedangkan pada selulitis orbitalis paling sering disebabkan oleh perluasan infeksi dari sinus yang berdekatan, terutama sinus ethmoid. Lebih jarang, selulitis orbital disebabkan oleh infeksi langsung yang menyertai trauma lokal (misalnya, gigitan serangga atau hewan, luka tembus kelopak mata) atau penyebaran infeksi yang berdekatan dari wajah atau gigi atau oleh penyebaran hematogen.
  6. Endoftalmitis : infeksi bagian dalam bola Mata dan dapat menjalar keseluruh jaringan disekitar Mata (Panoftalmitis). Terdapat dua penyebab endoftalmitis, yaitu endoftalmitis yang disebabkan oleh infeksi dan endoftalmitis yang disebabkan oleh imunologis atau autoimun (non-infeksi).
  7. Retinokoroiditis : Infeksi yang mengenai jaringan saraf mata (retina & koroid) yang menyebabkan peradangan pada retina serta vitreus (gel yang mengisi bola mata) dan berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan permanen. Kondisi ini sering disebabkan oleh Toxoplasma & Tuberkulosis, parasit ini banyak ditemukan di alam dan dapat menular lewat konsumsi makanan yang terkontaminasi.

Pemeriksaan Yang Diperlukan

Ketika dirasakan gejala infeksi mata, tindakan yang paling utama dilakukan adalah segera  memeriksakan keluhan dan kondisi mata kepada dokter spesialis mata sehingga dapat dilakukan penanganan dan pengobatan yang sesuai. Pada kondisi infeksi mata biasanya dilakukan pemeriksaan mata sederhana dengan dibantu alat tertentu untuk memeriksa kornea dan retina. Pada kasus di mana ada cairan yang keluar dari mata, dokter mata akan mengambil sampel cairan tersebut yang akan diperiksa untuk mengetahui jenis infeksi.

Berikut beberapa pemeriksaan yang diperlukan dalam mendiagnosis infeksi mata :

  • Fluorescent Test : Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan zat pewarna khusus (kontras) yang disebut fluorescein ke dalam pembuluh darah di lengan. Zat ini akan bergerak dengan cepat menuju pembuluh darah di dalam mata. Kamera khusus digunakan untuk memotret aliran zat tersebut di dalam pembuluh darah belakang mata. Tes ini akan memudahkan dokter untuk mendeteksi gangguan aliran darah di dalam retina serta kelainan pada pembuluh darah di mata.
  • USG Mata : Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran struktur dalam mata.
  • Foto Fundus : Pemeriksaan dengan prosedur pengambilan gambar pada bagian fundus mata. Pemeriksaan foto fundus mata dapat menampilkan gambaran pada daerah di belakang mata yang meliputi retina, saraf mata (saraf optikus), makula, dan pembuluh darah retina.

Jika dirasakan tanda dan gejala infeksi pada mata, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata, agar dapat diperoleh diagnosa dan pengobatan yang tepat. Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.