Kenali Impaksi Gigi Bungsu & Penanganannya

April 13, 2022 by admin0
Picture1.png

Gigi bungsu adalah gigi molar ketiga, terletak dirahang atas dan bawah, yang terbentuk dan mengalami erupsi paling akhir. Umumnya erupsi atau munculnya gigi bungsu terjadi pada usia 16 -25 tahun. Gigi dapat tumbuh normal ke dalam rongga mulut bila benih gigi terbentuk dalam posisi yang baik dan lengkung rahang cukup ruang untuk menampungnya. Sebaliknya, pertumbuhan terganggu bila benih malposisi, lengkung rahang tidak cukup luas atau keduanya. Jika pertumbuhan benih gigi terhalang yang mengakibatkan tidak dapat tumbuh atau muncul ke dalam rongga mulut sepenuhnya maka itulah yang disebut impaksi. Lalu apa saja penyebab dan dampak impaksi jika tidak segera ditangani? dan bagaimana penanganan dan perawatan yang tepat?  Yuk cari tahu sama-sama!

Impaksi & Penyebabnya

Impaksi merupakan kondisi gigi yang sebagian atau seluruhnya tidak erupsi (muncul), jalan erupsi normalnya terhalang oleh tulang dan jaringan lunak.  Terdapat berbagai factor penyebabnya, seperti Jaringan sekitar gigi yang terlalu padat, persistensi gigi susu, tanggalnya gigi susu yang terlalu dini, tidak adanya tempat bagi gigi untuk erupsi (muncul) dan kondisi rahang terlalu sempit karena pertumbuhan tulang rahang yang kurang sempurna. Gigi bungsu yang mengalami impaksi, dapat dirasakan tanpa gejala atau hanya menimbulkan rasa nyeri tumpul pada rahang, yang menyebar sampai ke leher, telinga dan kepala (migrain)

Dampak Impaksi

  • Penyakit periodontal (Infeksi jaringan pendukung gigi )
  • Karies (Kerusakan struktur dan lapisan gigi)
  • Perikoronitis (Infeksi dan peradangan gusi)
  • Resorpsi tulang (Erosi pada permukaan tulang)
  • Fraktur tulang (Hilangnya kontinuitas tulang)
  • Kista (Kantung patologis berisi cairan)
  • Tumor (Massa/benjolan jaringan fibrous yang padat dan mendesak gigi geligi di sekitarnya)
  • Maloklusi (Susunan tulang rahang dan gigi yang tidak rata)

Penanganan

Dalam menangani impaksi gigi bungsu perlu dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter gigi spesialis bedah mulut. Pemeriksaan yang dilakukan seperti pemeriksaan klinis yang mencakup ekstra oral dan intra oral serta pemeriksaan radiografik yaitu pemeriksaan panoramik atau biasa disebut foto dental. Berdasarkan hasil panoramik dokter gigi spesialis bedah mulut dapat memprediksi gigi tersebut akan mampu erupsi sempurna atau tidak, dan merencanakan tatalaksana sesuai indikasi. Tatalaksana dapat berupa tindakan dengan pembedahan atau tanpa pembedahan. Untuk tindakan pembedahan dinamakan Odontektomie yaitu prosedur pembedahan dengan cara pengangkatan gigi impaksi.

Odontektomi dengan bius lokal, dapat dilakukan pada pasien yang kooperatif, dan cukup dirawat jalan. Namun pada pasien dengan tingkat kecemasan yang tinggi, diberikan bius lokal ditambah obat penenang, atau dengan pembiusan umum khususnya diberikan pada kasus impaksi yang sangat sulit, atau pada pasien yang tidak kooperatif, seperti penderita gangguan mental.

Penanganan impaksi gigi bungsu juga dapat dilakukan tanpa pembedahan. Seseorang dapat hidup dengan gigi impaksi baik sebagian maupun keseluruhan tanpa mengalami gangguan. Pada gigi bungsu impaksi sebagian, bersih, tanpa gejala, tindakan odontektomi masih dapat ditunda atau bahkan dihindari.

Namun pilihan ini perlu dibarengi dengan upaya perawatan pribadi yang lebih cermat dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, serta melakukan pemeriksaan rutin gigi geligi. Pada gigi bungsu yang mengalami impaksi seluruhnya, pasien dianjurkan waspada terhadap kemungkinan terjadi degenerasi kistik kantung folikel gigi (dental sac). Pasien dianjurkan secara berkala datang ke dokter spesialis bedah mulut yang akan memantaunya dengan melakukan pemeriksaan foto dental setiap 1-2 tahun sekali agar kista dentigerous yang mungkin terjadi dapat dideteksi awal. Baik tindakan pembedahan maupun tanpa pembedahan, masing-masing memiliki risiko maupun komplikasi yang harus diantisipasi dan dicegah agar komplikasi maupun kerusakan gigi dapat ditekan seringan mungkin.

Impaksi gigi bungsu perlu untuk ditangani dengan tepat agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan gigi dan penyakit gusi. Jangan lupa biasakan untuk berkunjung ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga. Informasi & pendaftaran Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.