Informasi RS Jakarta

Artikel Kesehatan

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
WhatsApp-Image-2022-08-23-at-10.09.19-1200x1200.jpeg
23/Aug/2022

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang berfungsi mempertahankan komposisi darah dengan mencegah penumpukan produk limbah, mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga kestabilan kadar elektrolit seperti natrium, kalium, dan fosfat, mengontrol tekanan darah, dan sel darah merah serta menghasilkan hormon dan enzim yang membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan tekanan  darah yang sehat serta menjaga agar tulang tetap kuat.

Ginjal merupakan organ dengan daya kompensasi tinggi. Jika terjadi kerusakan pada salah satu ginjal, maka jaringan ginjal sehat akan mengambil alih tugas dan pekerjaan jaringan ginjal yang sakit dengan meningkatkan perfusi darah ke ginjal dan filtrasi. Bila jaringan ginjal yang rusak mencapai  75 -85 % maka daya kompensasi tak lagi mencukupi sehingga timbul gejala uremia oleh karena terjadi penurunan zat – zat yang tak bisa dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal yang sakit. Pada tahap awal gagal ginjal biasanya tidak disadari oleh penderitanya, karena gejala umumnya tidak tampak. Lalu adakah upaya pencegahan penyakit Gagal Ginjal Kronis? Mari simak ulasannya berikut ini.

Gagal Ginjal Kronik

Setiap hari, kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta unit filter yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus ginjal. Glomerulus menyaring cairan dan produk limbah, mencegah pelepasan sel darah dan makromolekul yang sebagian besar adalah protein. Hal ini juga melewati tubulus ginjal di mana ia mengisi kembali mineral yang dibutuhkan tubuh dan menghilangkan produk limbah. Ginjal juga menghasilkan enzim renin, yang menjaga tekanan darah dan kadar garam, hormon eritropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, dan bentuk aktif vitamin D, yang diperlukan untuk kesehatan tulang.

Penyakit ginjal dikenal beberapa macam, yaitu penyakit ginjal kronis (CKD) atau sebelumnya gagal ginjal kronis, cedera ginjal akut, atau sebelumnya gagal ginjal akut. Penyakit ginjal kronis adalah hilangnya fungsi ginjal secara progresif selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Penyakit ginjal kronis adalah penyakit multifaktorial yang mempengaruhi ginjal dan biasanya berkembang perlahan dan menjadi kronis. Penyakit ini sering terlambat dikenali karena gejala khasnya tidak terlihat pada awalnya. Di sisi lain, jika penyakit ginjal kronis terdeteksi sejak dini, pengobatan dapat segera dimulai dan komplikasi dapat dicegah.

Penyebab & Gejala

Penyebab utama penyakit ginjal kronis (CKD) adalah diabetes dan hipertensi. Diabetes terjadi ketika kadar gula darah melebihi kisaran normal, merusak organ vital tubuh seperti jantung dan ginjal, serta pembuluh darah, saraf, dan mata. Dan jika tidak ditangani, tekanan darah tinggi dapat menjadi penyebab utama serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal kronis. CKD juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Tanda dan gejala yang berhubungan dengan penyakit ginjal biasanya sangat umum (dan dapat dilihat pada penyakit lain juga).

  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan volume urin dan jumlah buang air kecil per hari
  • Adanya darah dalam urin;
  • Kelemahan dan gangguan tidur
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Gatal
  • Kelebihan muatan
  • Mual dan muntah
  • Bengkak, terutama pada kaki dan pergelangan kaki, serta kelopak mata bengkak saat bangun pagi

Pencegahan

Diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis di banyak negara berkembang, oleh karena itu mengendalikan factor resiko penyakit tersebut merupakan langkah tepat dalam mencegah terjadinya penyakit gagal ginjal kronis. Berikut langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan :

  • Rajin melakukan aktivitas fisik dan olahraga

Olahraga teratur, seperti berenang, berjalan, dan berlari, dapat membantu mengurangi stres, mengelola diabetes dan tekanan darah tinggi, serta menjaga berat badan  yang sehat. Semua ini penting untuk kesehatan ginjal. Jika Anda merasa sudah memiliki penyakit ginjal, penting untuk segera menemui dokter. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ginjal menjadi gagal ginjal. Jika Anda telah didiagnosis menderita penyakit ginjal, temui dokter Anda secara teratur untuk memantau fungsi ginjal Anda. Tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis, tetapi pengobatan yang tepat dapat memperlambat perkembangannya.

  • Menjaga kadar gula darah tetap normal

Diabetes telah terbukti  meningkatkan risiko  penyakit jantung dan gagal ginjal. Ini hanyalah salah satu alasan mengapa penting untuk  dapat mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

  • Pertahankan tekanan darah normal

Tekanan darah tinggi juga telah terbukti  meningkatkan risiko penyakit jantung dan gagal ginjal. Oleh karena itu, penting untuk menjaga tekanan darah pada tingkat normal.

  • Menjaga berat badan ideal

Obesitas sendiri dapat meningkatkan risiko kondisi yang berhubungan dengan gagal ginjal, seperti diabetes dan hipertensi.

  • Minum 8-10 gelas air setiap hari

Dehidrasi  mengurangi aliran darah ke ginjal dan dapat merusaknya. Jadi, pastikan Anda minum banyak air  untuk menghindari dehidrasi. Anda juga dapat menanyakan kepada dokter Anda berapa banyak air yang harus Anda minum  per hari.

  • Dilarang Merokok

Merokok telah dilaporkan  mengurangi aliran darah ke ginjal. Ini dapat mempengaruhi fungsi ginjal  dengan atau tanpa penyakit ginjal.

  • Periksa fungsi ginjal secara teratur

Pemeriksaan fungsi ginjal penting dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit ginjal sedini mungkin sehingga dapat ditangani secara efektif.

tes darah berdasarkan kreatinin, urea, dan laju filtrasi glomerulus (GFR)

Urinalisis dengan melihat kadar albumin atau protein.

  • Jangan minum obat pereda nyeri dalam waktu lama tanpa saran medis

Dosis tinggi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen telah terbukti  mengurangi  aliran darah ke ginjal dan dapat merusaknya.

Penyakit ginjal kronik dapat dideteksi secara dini, maka pengobatan dapat segera dilaksanakan, dengan demikian komplikasi akibat penyakit ini dapat dicegah. Jangan ragu segera konsultasikan pada Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Ginjal (Nefrologist) karena pengobatan sedini mungkin tentu hasilnya akan lebih baik.  Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


a00389f02_300dpi.jpg
29/Jul/2022

Sendi merupakan ruang bertemunya dua tulang atau juga dapat menyatukan tulang yang lebih banyak lagi. Sendi lutut, misalnya, terbentuk antara tulang tungkai bawah (tibia dan fibula) dan tulang paha (femur). Sendi panggul adalah tempat bagian atas tulang paha (kepala femoralis) bertemu dengan bagian cekung panggul (asetabulum). Sendi yang sehat bergerak leluasa dengan mudah tanpa rasa sakit karena jaringan elastis yang halus yang disebut tulang rawan artikular menutupi ujung tulang yang membentuk sendi. Namun jika terjadi kerusakan tulang rawan yang berakhir menjadi peradangan sendi maka akan mengakibatkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Kondisi inilah yang disebut Osteoarthritis. Pada kondisi ini, kerusakan terjadi seiring dengan berjalannya waktu. Karena gesekan ini lama kelamaan akan merusak dan menyebabkan peradangan pada sendi.

Definisi

Osteoartritis terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang secara bertahap mengalami aus. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kekakuan yang memburuk dari waktu ke waktu, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Osteoartritis adalah bentuk artritis yang paling umum. Kondisi ini berkembang perlahan dan paling sering terjadi pada usia paruh baya dan orang tua. Meskipun tidak ada obat untuk osteoarthritis, ada banyak pilihan pengobatan yang tersedia untuk membantu mengelola rasa sakit dan membuat orang tetap aktif.

Sendi adalah tempat ujung dua atau lebih tulang bertemu. Misalnya:

  • Sendi panggul adalah tempat bagian atas tulang paha (kepala femoralis) bertemu dengan bagian panggul yang berlubang (acetabulum).
  • Sendi lutut terbentuk antara tulang paha (tulang paha) dan tulang-tulang tungkai bawah (tibia dan fibula).

Sendi yang sehat meluncur dengan mudah tanpa rasa sakit karena jaringan elastis halus yang disebut tulang rawan artikular menutupi ujung tulang yang membentuk sendi.

Penyebab

Dengan osteoartritis, tulang rawan artikular yang menutupi ujung tulang di sendi secara bertahap hilang. Di mana dulu ada tulang rawan artikular halus yang memungkinkan tulang meluncur dengan mudah satu sama lain ketika sendi ditekuk dan diluruskan, sekarang ada permukaan yang berjumbai dan kasar. Gerakan sendi di sepanjang permukaan yang terbuka ini menyakitkan. Osteoartritis sering mengakibatkan gesekan tulang pada tulang dan biasanya berkembang setelah bertahun-tahun digunakan. Ini mempengaruhi orang-orang yang paruh baya atau lebih tua. Faktor risiko lain untuk osteoartritis termasuk obesitas, cedera sebelumnya pada sendi yang terkena, dan riwayat keluarga osteoartritis.

Gejala

Osteoartritis dapat mempengaruhi sendi apa pun dalam tubuh termasuk sendi tulang belakang. Gejala dapat berkisar dari ringan hingga melumpuhkan. Sendi yang terkena osteoartritis mungkin kaku, menyakitkan, dan meradang. Tanpa tulang rawan, tulang bergesekan langsung satu sama lain saat sendi bergerak. Ini menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Rasa sakit atau nyeri tumpul berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Rasa sakit mungkin lebih buruk di pagi hari dan merasa lebih baik dengan aktivitas. Aktivitas yang kuat dapat menyebabkan rasa sakit berkobar. Sendi dapat menegang dan terlihat bengkak, membesar atau “keluar dari sendi.” Benjolan dapat berkembang di atas sendi. Gerakan sendi seperti menekuk, meluruskan, dan memutar mungkin menjadi lebih sulit dan kehilangan gerak mungkin mengikuti. Fragmen tulang rawan yang longgar dapat mengganggu gerakan halus sendi. Sambungan dapat mengunci atau menempel. Ini mungkin berderit, mengklik, membentak, atau membuat suara gerinda (crepitus). Sendi rematik dapat melemah dan sendi penahan beban seperti lutut atau pergelangan kaki dapat tertekuk dan menyerah.

Pemeriksaan

  • Riwayat kesehatan lengkap
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan sinar-X dan  tes laboratorium

Pengobatan

Perawatan Nonsurgical

Perawatan dini dan nonsurgical dapat membantu menjaga mobilitas sendi, meningkatkan kekuatan, dan menghilangkan rasa sakit. Sebagian besar program perawatan menggabungkan modifikasi gaya hidup, pengobatan, dan terapi fisik.

Perubahan Gaya Hidup

Dokter mungkin merekomendasikan istirahat atau perubahan dalam kegiatan untuk menghindari memicu nyeri osteoartritis. Ini mungkin termasuk:

  • Modifikasi dalam lingkungan kerja
  • Beralih dari aktivitas berdampak tinggi (seperti aerobik, berlari, melompat, atau olahraga kompetitif) ke latihan berdampak rendah (seperti peregangan, berjalan, berenang, atau bersepeda)
  • Program penurunan berat badan, jika diperlukan, terutama jika osteoartritis mempengaruhi sendi yang menahan beban (seperti tulang belakang, pinggul, lutut, atau pergelangan kaki)

Obat

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi peradangan.
  • Kadang-kadang, dokter Anda mungkin merekomendasikan agen anti-inflamasi yang kuat yang disebut kortikosteroid, yang disuntikkan langsung ke sendi. Kortikosteroid memberikan bantuan rasa sakit dan pembengkakan jangka pendek.

Terapi Fisik

Program kebugaran seimbang, terapi fisik, dan/atau terapi okupasi dapat meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan jangkauan gerak, mengurangi rasa sakit, dan memperkuat sendi.

Perawatan Non-operasi Lainnya

Perangkat pendukung atau bantu (seperti kawat gigi, belat, perban elastis, tongkat, kruk, atau alat bantu jalan) mungkin diperlukan.

Memberikan kompres es atau kompres panas ke sendi yang terkena untuk waktu yang singkat, beberapa kali sehari.

Pembedahan

Jika perawatan non-operasi tidak menghentikan rasa sakit atau kehilangan efektivitasnya, operasi dapat dipertimbangkan. Keputusan untuk merawat dengan pembedahan tergantung pada:

  • Usia dan tingkat aktivitas Anda
  • Kondisi sendi yang terkena
  • Sejauh mana osteoartritis telah berkembang

Pilihan bedah untuk osteoartritis meliputi:

Artroskopi
Seorang ahli bedah menggunakan instrumen fiberoptik berukuran pensil, fleksibel, (arthroscope) untuk membuat dua atau tiga sayatan kecil untuk menghilangkan taji tulang, kista, lapisan yang rusak, atau fragmen longgar di sendi.

Osteotomi
Tulang panjang lengan atau kaki diselaraskan kembali untuk menghilangkan tekanan dari bagian sendi yang terkena.

Fusi sendi

Seorang ahli bedah menghilangkan sendi dengan mengikat bersama ujung tulang (fusi). Pin, pelat, sekrup, atau batang dapat menahan tulang di tempatnya saat mereka sembuh. Prosedur ini menghilangkan fleksibilitas sendi. Fusi paling sering dilakukan di tulang belakang, tangan, dan kaki.

Penggantian sendi

Seorang ahli bedah mengangkat bagian tulang dan menciptakan sendi buatan dengan komponen logam atau plastik (penggantian sendi total atau artroplasti).

Diagnosis dan pengobatan dini Osteoartritis  dapat membantu menjaga mobilitas sendi, menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan fungsi. Dalam memastikan penanganan yang tepat, segera konsultasikan keluhan kamu kepada Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatology, Jakarta Orthopaedic Center, RS Jakarta untuk penanganan yang tepat pada cedera anak. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.

 

 


EDUKASI.png
18/Jul/2022

Klinik Mata Jakarta Aini, Pada era digital saat ini penggunaan gadget seperti komputer, tablet, handphone hampir tidak dapat dihindari pada seluruh aktivitas manusia saat ini, seperti untuk bekerja, belajar bahkan untuk sekedar bersantai. Meskipun menggunakan perangkat digital tidak akan merusak mata secara permanen, tetapi menatapnya dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang bersifat sementara. Kondisi ini disebut sebagai “Digital Eye Strain” yang berarti kondisi tegang pada mata, disebabkan karena mata terlalu sering melihat ke layar monitor komputer, laptop, ataupun ponsel. Alasan kita mengalami ketegangan mata adalah karena kita lebih sedikit berkedip saat menatap layar komputer/gadget. Biasanya, manusia berkedip sekitar 15 kali per menit, tetapi “kecepatan kedipan” ini dapat berkurang setengahnya saat menatap layar atau melakukan aktivitas kerja dekat lainnya seperti membaca. Lalu apa saja penyebab, gejala dan cara untuk mengurangi ketegangan mata? Mari kita bahas satu persatu!

Penyebab & Faktor Risiko

Melihat komputer atau layar digital seringkali membuat mata bekerja lebih keras. Akibatnya, karakteristik unik dan tuntutan visual yang tinggi dari komputer dan tampilan layar digital membuat banyak individu rentan terhadap gangguan penglihatan. Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi dapat meningkatkan keparahan Digital Eye Strain atau gejala kelelahan mata digital. Melihat komputer atau layar digital berbeda dengan membaca buku. Seringkali huruf-huruf di komputer atau telepon genggam tidak terlalu jelas, tingkat kontras huruf dengan latar belakang kurang memadai, dan cahaya silau serta pantulan pada layar dapat membuat tampilan menjadi sulit dibaca. Dalam kebanyakan kasus, gejala Digital Eye Strain terjadi karena penggunaan perangkat digital berkepanjangan yang mengakibatkan rasa tidak nyaman pada mata. Pada kondisi ini Digital Eye Strain terjadi  saat seeorang yang menghabiskan dua jam atau lebih terus menerus di depan komputer atau menggunakan perangkat layar digital setiap hari.

Gejala

Gejala paling umum yang terkait dengan Digital Eye Strain adalah:

  • Kelelahan mata.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur.
  • Mata kering.
  • Sakit leher dan bahu.

Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh:

  • Pencahayaan yang buruk.
  • Silau pada layar digital.
  • Jarak pandang yang tidak tepat.
  • Postur tempat duduk yang tidak sesuai.
  • Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi.
  • Kombinasi dari faktor-faktor ini.

Sejauh mana seseorang mengalami gejala gangguan penglihatan seringkali tergantung pada tingkat kemampuan visual mereka dan jumlah waktu yang dihabiskan menggunakan perangkat digital. Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi seperti rabun jauh dan astigmatisme, kurangnya fokus mata atau kemampuan koordinasi mata yang tidak memadai, dan gangguan mata terkait penuaan, seperti presbiopia, semuanya dapat berkontribusi pada tingkat keparahan gangguan penglihatan saat menggunakan komputer atau perangkat layar digital.

Banyak gejala gangguan penglihatan yang dialami oleh pengguna hanya bersifat sementara dan akan menurun setelah menghentikan penggunaan perangkat digital. Namun, beberapa individu mungkin mengalami kemampuan penglihatan yang terus berkurang, seperti penglihatan kabur, bahkan setelah berhenti bekerja di depan komputer. Jika tidak segera diatasi, gejalanya akan terus kambuh dan mungkin akan memburuk jika menggunakan perangkat digital kembali.

Pencegahan

Beberapa faktor penting dalam mencegah atau mengurangi gejala CVS berkaitan dengan komputer dan cara penggunaannya. Ini termasuk kondisi pencahayaan, kenyamanan kursi, lokasi bahan referensi, posisi monitor, dan rekomendasi waktu istirahat.

Jarak layar komputer. Kebanyakan orang merasa lebih nyaman untuk melihat komputer ketika posisi mata terlalu melihat ke bawah. Secara optimal, layar komputer harus 15 hingga 20 derajat di bawah level mata (sekitar 4 atau 5 inci) yang diukur dari pusat layar dan 20 hingga 28 inci dari mata.

Materi referensi. Referensi harus terletak di atas keyboard dan di bawah monitor. Jika tidak memungkinkan, dokumen dapat diletakkan di samping monitor. Tujuannya adalah agar tidak perlu lebih banyak pergerakan dalam menatap dokumen ke layar.

Pencahayaan. Posisikan layar komputer untuk menghindari silau, terutama dari pencahayaan di atas kepala atau jendela. Gunakan tirai dan ganti lampu meja dengan lampu yang watt nya lebih rendah.

Layar anti-silau. Jika tidak ada cara untuk meminimalkan silau dari sumber cahaya, pertimbangkan untuk menggunakan filter layar. Filter ini mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan dari layar.

Posisi duduk. Kursi harus empuk dengan nyaman dan sesuai dengan postur tubuh. Tinggi kursi harus disesuaikan sehingga kaki bersandar rata di lantai. Lengan harus disesuaikan untuk memudahkan tangan saat mengetik dan pergelangan tangan tidak boleh bertumpu pada keyboard saat mengetik.

Istirahat. Untuk mencegah kelelahan mata, cobalah untuk mengistirahatkan mata saat menggunakan komputer dalam waktu lama. Mengistirahatkan mata selama 15 menit setelah dua jam penggunaan komputer terus menerus. Juga, untuk setiap 20 menit melihat komputer, lihat ke kejauhan selama 20 detik untuk memungkinkan mata kesempatan untuk fokus kembali.

Berkedip. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya mata kering saat menggunakan komputer, cobalah untuk sering berkedip. Berkedip membuat permukaan depan mata tetap lembab.

Pemeriksaan mata secara teratur dan kebiasaan menonton yang tepat dapat membantu mencegah atau mengurangi perkembangan gejala yang terkait dengan Computer Vision Syndrome. Segera konsultasikan gangguan penglihatan kepada Dokter Spesialis Mata di Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta. Informasi dan pendaftaran dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


1496059.jpg
30/Jun/2022

Penyakit jantung masih menjadi ancaman global dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit kardiovaskular, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk itu, sangat penting untuk mencegah faktor risiko penyakit jantung. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan Echocardiography atau USG Jantung. Pemeriksaan ini sangat diperlukan bagi seseorang yang mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada atau lengan atas yang tidak diketahui penyebabnya, serangan jantung, kelainan jantung, atau riwayat penyakit jantung. Lalu seperti apa sih pemeriksaan Echocardiography ? seberapa penting sih pemeriksaan ini? dan bagaimana prosedurnya? Mari kita bahas satu persatu!

Apa sih Echocardiography?

Echocardiography merupakan jenis pemeriksaan yang memberikan gambaran dan merekam gambar jantung yang sedang berdenyut menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk memvisualisasikan gambaran struktur dan fungsi jantung dilayar monitor, sehingga dokter dapat menganalisa keadaan bagian dalam jantung. Secara umum ada 4 jenis ecocardiography, namun yang paling sering dilakukan adalah Transthoracal Echocardiography.

Pentingnya Pemeriksaan Echocardiography

Echocardiography penting dilakukan dalam memeriksa ukuran ruang jantung apakah ada pembengkakan dan apakah ada kelebihan cairan di dalam kantong yang melindungi jantung. Selain itu, pemeriksaan ini juga penting untuk melihat kemampuan otot jantung dalam memompa darah dan melihat apakah ada kebocoran sekat-sekat yang memisahkan ruang di dalam jantung seperti yang ditemukan pada penyakit jantung bawaan. Echocardiography juga berfungsi untuk melihat adakah tumor atau gumpalan darah di dalam ruang-ruang jantung Anda sehingga bisa dilakukan pencegahan agar tidak terlepas bebas bersama aliran darah dan menyebabkan stroke bila menyumbat pembuluh darah otak. Dan pemeriksaan ini juga tidak kalah penting sebagai pemeriksaan awal fungsi jantung pada pasien dengan penyakit jantung yang akan dilakukan kemoterapi, sebab beberapa obat kemoterapi dapat melemahkan atau bahkan merusak fungsi otot jantung, serta dalam mendeteksi adanya kelainan jantung sejak bayi tersebut masih di dalam kandungan.

Gambaran Prosedur Transthoracal Echocardiography

  • Pasien dipersilahkan berbaring ditempat tidur dan melepas atau membuka baju.
  • Pemasangan kabel elektroda ECG sebagai monitor denyut jantung.
  • Dokter Jantung akan mengoleskan gel pelumas di sekeliling dada dan menggerakkan probe  (alat seperti mikrofon yang memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendapatkan gambaran struktur dan fungsi jantung) yang tersambung ke monitor.
  • Sambil dilakukan pemeriksaan, pasien dapat menyaksikan bagian dalam jantungnya melalui layar monitor sekaligus diberi penjelasan tentang keadaan jantungnya.
  • Pemeriksaan dilakukan selama 45 menit hingga 1 jam. Setelah selesai merekam gambar, perawat akan melepaskan sadapan EKG dan membersihkan gel yang ada pada kulit.

Echocardiography/USG jantung merupakan pemeriksaan dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi untuk menegakkan diagnosa sakit jantung. Tidak ada radiasi sinar Rontgen pada pemeriksaan USG jantung, sehingga teknologi ini aman digunakan berulang-ulang dan dalam jangka waktu pemeriksaan yang lama. Segera lakukan pemeriksaan jantung secara dini dan konsultasikan kepada Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, Rumah Sakit Jakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


MH_sensitive_teeth.png
27/Jun/2022

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Mengapa demikian? karena kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Bukan hanya berupa rasa sakit atau tidak nyaman pada gigi, tetapi bisa juga mengalami bau mulut hingga penyakit serius lainnya yang diakibatkan masalah kesehatan dari gigi dan mulut yang menurun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda masalah gigi & mulut yang tentu saja tidak bisa dianggap sepele. Apa saja sih yang perlu kita ketahui? Yuk, kita bahas satu persatu!

  1. Sakit gigi

Biasanya karena gigi berlubang tetapi juga bisa menandakan penyakit gusi atau kemungkinan tanda abses atau gigi impaksi.

  1. Gigi sensitive

Jika gigi kamu sakit saat minum minuman panas atau dingin, kamu mungkin memiliki gigi sensitif.

  1. Gusi berdarah disertai nyeri

Hal ini bisa jadi adalah tanda gingivitis atau mungkin akibat menyikat gigi terlalu keras.

  1. Sariawan

Kondisi ini bisa menjadi gejala suatu penyakit atau kelainan; infeksi dari bakteri, virus/jamur/akibat iritasi yang disebabkan oleh kawat gigi, gigi palsu/ujung tajam dari gigi yang patah/ tambalan.

  1. Bau mulut tidak sedap

Hal ini bisa disebabkan oleh apa yang kamu makan, tidak membersihkan mulut, mulut kering, merokok atau kondisi medis lainnya. Selain itu kemungkinan salah satu tanda peringatan penyakit gusi.

  1. Nyeri pada rahang

Kemungkinan penyebabnya termasuk masalah sinus, sakit gigi, radang sendi, cedera, penggilingan gigi, radang gusi atau masalah dengan rahang Anda seperti TMJ (temporomandibular joint).

  1. Mulut kering

Hal ini mungkin merupakan gejala dari gangguan medis atau efek samping dari obat-obatan tertentu.

  1. Infeksi tindikan di mulut

Jika kamu memiliki tanda-tanda infeksi pembengkakan, nyeri, demam, kedinginan, gemetar, atau munculnya bercak merah di sekitar lokasi penindikan segera periksa ke dokter gigi.

  1. Gigi Retak/patah

Dapat terjadi karena berbagai alasan seperti gigi rapuh, gertakan gigi atau cedera.

  1. Noda/perubahan warna gigi & gusi

Biasanya diakibatkan dari makan makanan tertentu, seperti kopi atau teh, merokok, penuaan, genetika, cedera, atau obat-obatan tertentu.

Masalah gigi dan mulut perlu untuk ditangani dengan tepat agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan gigi dan penyakit gusi. Jangan lupa biasakan untuk berkunjung ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


a00039f02_peds_forearm_fracture_gwi-kh01-compressor.jpg
18/May/2022

Jakarta Orthopedic Center,  Anak-anak memiliki pola aktivitas fisik yang cenderung aktif, mulai dari berlari, melompat, memanjat pohon, bersepeda, dsb. Hal ini tentu sangat berisiko terjadinya cedera seperti retak bahkan sampai terjadi patah tulang. Meskipun pertumbuhan tulang pada anak lebih cepat dibandingkan orang dewasa, namun banyak hal yang harus kita pahami dalam menghadapi cedera tulang anak. Nah, apa saja sih poin-pon pentingnya? Yuk, kita bahas bareng-bareng!

Tulang anak mempunyai pembungkus/pelapis yang lebih tebal, tetapi mudah lepas dan lebih sering terjadi fraktur  (patah/retak). Namun pembentukan tulang baru pada anak lebih cepat, sehingga penyembuhan patah tulangnya lebih cepat dan juga kemampuan kembali pada posisi/remodeling-nya pun baik. Lokasi patah tulang yang paling sering terjadi pada anak adalah lengan bawah, antara pergelangan tangan dan siku. Dikutip dari https://orthoinfo.org/, terhitung lebih dari 40% kasus patah tulang anak terjadi di lengah bawah, dan sekitar tiga dari empat patah tulang lengan bawah pada anak-anak terjadi di ujung pergelangan tangan.

Penyebab

Patah tulang lengan bawah sering terjadi saat anak sedang bermain di taman bermain atau ketika  berolahraga. Aktivitas yang paling disuka oleh anak seperti berlari, melompat, dan berguling merupakan aktivitas yang berpotensi menyebabkan patah pada lengan bawah jika terjadi jatuh yang tidak terduga. Posisi jatuh dengan posisi lengan menyangga tubuh dapat berakibat retak bahkan patah pada lengan bawah. Dalam kebanyakan kasus, patah tulang lengan bawah pada anak-anak disebabkan oleh jatuh dengan posisi lengan bawah menyangga tubuh, bahkan bisa terjadi benturan langsung pada lengan bawah.

 

Tanda & Gejala

  • Adanya riwayat cedera/trauma.
  • Timbul rasa sakit/nyeri dan terjadi pembengkakan, kemerahan/kebiruan serta terasa panas di daerah yang patah.
  • Terjadinya perubahan bentuk/deformitas
  • Menurunnya fungsi hingga tidak dapat digerakkan daerah anggota gerak yang mengalami patah.
  • Keterbatasan lingkup gerak sendi.

https://orthoinfo.org/

Penanganan

  • Pemeriksaan Fisik

Setelah mendengar gejala dan riwayat kesehatan anak, dokter akan melakukan pemeriksaan yang cermat terhadap lengan anak Anda untuk menentukan tingkat cederanya dan akan memeriksa kemungkinan deformitas pada siku, lengan bawah, atau pergelangan tangan ; kemudian adakah nyeri tekan, pembengkakan, ketidakmampuan menggerakkan lengan yang cedera secara normal. Selama pemeriksaan fisik, dokter juga akan menguji untuk memastikan bahwa saraf dan sirkulasi di tangan dan jari anak tidak terpengaruh.

  • Pemeriksaan Rontgen

Sinar-X memberikan gambar yang jelas dari struktur padat seperti tulang. Karena tangan, pergelangan tangan, lengan, dan siku semuanya bisa terluka saat jatuh, biasanya dokter akan meminta pemeriksaan rontgen siku dan pergelangan tangan, serta lengan bawah, untuk menentukan tingkat cedera.

  • Tindakan Non Bedah : Reposisi & Pemasangan Gips untuk mengembalikan bentuk tulang dan fungsinya. Lamanya pemasangan gips bervariasi tergantung pada tingkat keparahan tulang yang patah.

https://orthoinfo.org/

  • Tindakan Bedah : Pemasangan implant disertai pengangkatan implant tergantung trauma yang dialami, bisa hitungan bulan, tahun atau lebih.

https://orthoinfo.org/

Dalam memastikan pertumbuhan dan penyembuhan tulang anak berjalan dengan sebaik-baiknya, hindari pengobatan ke dukun patah tulang karena dikhawatirkan anak mengalami kecacatan.  Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatology, Jakarta Orthopaedic Center, RS Jakarta untuk penanganan yang tepat pada cedera anak. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


Picture2.png
09/May/2022

Diabetes merupakan penyakit metabolisme yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif untuk mengontrol kadar gula (glukosa) darah. Kadar glukosa darah yang tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada banyak organ tubuh, seperti jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Namun tanpa disadari, diabetes juga dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah kecil di mata, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penglihatan buram, ganda, atau seperti ada yang menghalangi.
Lalu apa sih hubungan antara penyakit diabetes dengan kesehatan mata? Adakah cara pencegahannya? Yuk cari tahu jawabannya !

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Penyakit ini telah menjadi permasalahan kesehatan di seluruh dunia karena dapat menyebabkan disabilitas bahkan kematian. DIABETIC EYE DISEASE (DED) merupakan komplikasi akibat kadar gula darah tinggi kronis yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah kapiler, yang meliputi retinopati diabetic dan edema makula diabetic. Sekitar 20% penderita DM usia dewasa di 41 negara didagnosis menderita DED.1,2

Gangguan Kesehatan Mata yang Terkait dengan Diabetes

Retinopati Diabetic

Ketika pembuluh darah di retina membengkak, bocor, atau menutup sepenuhnya. Pembuluh darah baru yang abnormal juga bisa tumbuh di permukaan retina. Orang yang menderita diabetes atau kontrol gula darah yang buruk berisiko mengalami retinopati diabetik. Risiko juga meningkat semakin lama seseorang menderita diabetes. Seorang wanita mengembangkan retinopati diabetik setelah hidup dengan diabetes selama 25 tahun.

Edema Macula Diabetic

Edema makula terjadi ketika cairan menumpuk di retina dan menyebabkan pembengkakan dan penglihatan kabur. Diabetes dapat menyebabkan edema makula. Edema makula diabetik dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Katarak

Kelebihan gula darah akibat diabetes dapat menyebabkan katarak. Anda mungkin memerlukan operasi katarak untuk menghilangkan lensa yang tertutup oleh efek diabetes. Mempertahankan kontrol gula darah yang baik membantu mencegah kekeruhan permanen pada lensa dan pembedahan.

Glaukoma

Glaukoma adalah sekelompok penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik mata Anda. Kerusakan ini menyebabkan hilangnya penglihatan yang ireversibel. Memiliki diabetes menggandakan peluang Anda terkena glaukoma.

Penanganan & Pencegahan

Penanganan yang dapat dilakukan terhadap pasien DM dengan DED bergantung kepada tingkat keparahan penyakit.

  • Ringan: observasi dan pemeriksaan berkala, koreksi kelainan refraksi (kacamata)
  • Sedang: observasi ketat, laser fotokoagulasi
  • Berat: laser fotokoagulasi, injeksi anti-VEGF, dan/atau pembedahan (vitrektomi)

Tindakan pembedahan katarak dan manajemen glaukoma (terapi penurunan tekanan bola mata atau bahkan pembedahan) dapat dibutuhkan terhadap kondisi DED yang terjadi.

Untuk mencegah kerusakan mata akibat diabetes, pertahankan kontrol gula darah Anda dengan baik melalui diet dan obat-obatan (jika diperlukan). Hal ini dapat mencegah terjadinya retinopati diabetik sebesar 76% dan perburukan retinopati diabetik sebesar 54%.3

Serta pastikan untuk segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis penyakit dalam (internis), spesialis mata (oftalmologis), dan/atau dokter spesialis terkait lainnya.  Informasi dan pendaftaran dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.

 

Sumber :

  1. https://diabetesatlas.org

2. https://idf.org/our-activities/care-prevention/eye-health/dr-barometer.html

3. Wang W, Lo AC. Diabetic retinopathy: pathophysiology and treatments. Int J Mol Sci 2018;19(1816):1-14


Picture1.png
13/Apr/2022

Gigi bungsu adalah gigi molar ketiga, terletak dirahang atas dan bawah, yang terbentuk dan mengalami erupsi paling akhir. Umumnya erupsi atau munculnya gigi bungsu terjadi pada usia 16 -25 tahun. Gigi dapat tumbuh normal ke dalam rongga mulut bila benih gigi terbentuk dalam posisi yang baik dan lengkung rahang cukup ruang untuk menampungnya. Sebaliknya, pertumbuhan terganggu bila benih malposisi, lengkung rahang tidak cukup luas atau keduanya. Jika pertumbuhan benih gigi terhalang yang mengakibatkan tidak dapat tumbuh atau muncul ke dalam rongga mulut sepenuhnya maka itulah yang disebut impaksi. Lalu apa saja penyebab dan dampak impaksi jika tidak segera ditangani? dan bagaimana penanganan dan perawatan yang tepat?  Yuk cari tahu sama-sama!

Impaksi & Penyebabnya

Impaksi merupakan kondisi gigi yang sebagian atau seluruhnya tidak erupsi (muncul), jalan erupsi normalnya terhalang oleh tulang dan jaringan lunak.  Terdapat berbagai factor penyebabnya, seperti Jaringan sekitar gigi yang terlalu padat, persistensi gigi susu, tanggalnya gigi susu yang terlalu dini, tidak adanya tempat bagi gigi untuk erupsi (muncul) dan kondisi rahang terlalu sempit karena pertumbuhan tulang rahang yang kurang sempurna. Gigi bungsu yang mengalami impaksi, dapat dirasakan tanpa gejala atau hanya menimbulkan rasa nyeri tumpul pada rahang, yang menyebar sampai ke leher, telinga dan kepala (migrain)

Dampak Impaksi

  • Penyakit periodontal (Infeksi jaringan pendukung gigi )
  • Karies (Kerusakan struktur dan lapisan gigi)
  • Perikoronitis (Infeksi dan peradangan gusi)
  • Resorpsi tulang (Erosi pada permukaan tulang)
  • Fraktur tulang (Hilangnya kontinuitas tulang)
  • Kista (Kantung patologis berisi cairan)
  • Tumor (Massa/benjolan jaringan fibrous yang padat dan mendesak gigi geligi di sekitarnya)
  • Maloklusi (Susunan tulang rahang dan gigi yang tidak rata)

Penanganan

Dalam menangani impaksi gigi bungsu perlu dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter gigi spesialis bedah mulut. Pemeriksaan yang dilakukan seperti pemeriksaan klinis yang mencakup ekstra oral dan intra oral serta pemeriksaan radiografik yaitu pemeriksaan panoramik atau biasa disebut foto dental. Berdasarkan hasil panoramik dokter gigi spesialis bedah mulut dapat memprediksi gigi tersebut akan mampu erupsi sempurna atau tidak, dan merencanakan tatalaksana sesuai indikasi. Tatalaksana dapat berupa tindakan dengan pembedahan atau tanpa pembedahan. Untuk tindakan pembedahan dinamakan Odontektomie yaitu prosedur pembedahan dengan cara pengangkatan gigi impaksi.

Odontektomi dengan bius lokal, dapat dilakukan pada pasien yang kooperatif, dan cukup dirawat jalan. Namun pada pasien dengan tingkat kecemasan yang tinggi, diberikan bius lokal ditambah obat penenang, atau dengan pembiusan umum khususnya diberikan pada kasus impaksi yang sangat sulit, atau pada pasien yang tidak kooperatif, seperti penderita gangguan mental.

Penanganan impaksi gigi bungsu juga dapat dilakukan tanpa pembedahan. Seseorang dapat hidup dengan gigi impaksi baik sebagian maupun keseluruhan tanpa mengalami gangguan. Pada gigi bungsu impaksi sebagian, bersih, tanpa gejala, tindakan odontektomi masih dapat ditunda atau bahkan dihindari.

Namun pilihan ini perlu dibarengi dengan upaya perawatan pribadi yang lebih cermat dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, serta melakukan pemeriksaan rutin gigi geligi. Pada gigi bungsu yang mengalami impaksi seluruhnya, pasien dianjurkan waspada terhadap kemungkinan terjadi degenerasi kistik kantung folikel gigi (dental sac). Pasien dianjurkan secara berkala datang ke dokter spesialis bedah mulut yang akan memantaunya dengan melakukan pemeriksaan foto dental setiap 1-2 tahun sekali agar kista dentigerous yang mungkin terjadi dapat dideteksi awal. Baik tindakan pembedahan maupun tanpa pembedahan, masing-masing memiliki risiko maupun komplikasi yang harus diantisipasi dan dicegah agar komplikasi maupun kerusakan gigi dapat ditekan seringan mungkin.

Impaksi gigi bungsu perlu untuk ditangani dengan tepat agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan gigi dan penyakit gusi. Jangan lupa biasakan untuk berkunjung ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga. Informasi & pendaftaran Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


WhatsApp-Image-2022-03-18-at-14.08.31-1200x800.jpeg
18/Mar/2022

Klinik Mata Jakarta Aini, Mata merupakan salah satu organ terpenting dari tubuh manusia.  Bisa dibayangkan bila mata kita mengalami gangguan, apalagi tanpa disadari keluhan yang dirasakan dapat menjadi peringatan dari masalah kesehatan mata yang kritis. Untuk itu sangat penting mengetahui tentang gejala gangguan  mata yang umum, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, dan kapan harus menemui dokter mata. Berikut gejala atau tanda mata kamu sedang bermasalah.

Mata Merah

Pembuluh darah kecil di mata kamu bisa melebar atau pecah saat teriritasi atau terinfeksi. Ini juga bisa menjadi tanda alergi atau kekeringan. Hal ini cukup umum dan sering hilang tanpa pengobatan. Namun jika terjadi cedera, glaukoma, dan luka, goresan, dan luka pada kornea, hal ini tidak bisa dianggap remeh. Segera Periksa dengan dokter mata jika mata terasa sakit atau tidak membaik dalam satu atau dua hari, atau bahkan jika kamu mengalami kesulitan melihat.

Rasa Terbakar atau Menyengat

Hal ini sering merupakan tanda mata lelah atau iritasi, mungkin karena demam, debu, atau asap. Bisa juga menjadi tanda blepharitis, penumpukan bakteri yang menyebabkan serpihan seperti ketombe di kelopak mata, atau mata kering, ketika mata kamu tidak cukup mengeluarkan air mata. Namun bisa menjadi masalah yang lebih serius ketika terjadi pada kornea yang meradang, atau lebih dikenal sebagai keratitis.

Kotoran Mata/Belekan

Saat air mata dan minyak mengering, hal ini dapat meninggalkan kotoran yang lengket di kelopak mata atau bulu mata. Jika jumlahnya sedikit ketika bangun tidur adalah hal yang normal, tetapi jika jumlahnya lebih banyak dari biasanya, dan berwarna kuning atau kehijauan sebaiknya segera periksakan ke dokter mata.

Mata Terasa Kering atau Gatal

Mata yang teriritasi sering disebabkan oleh alergi, obat-obatan, pemakaian lensa kontak, penuaan, penyakit seperti radang sendi, dan kelelahan mata akibat penggunaan komputer. Tetes mata dapat membantu dalam melembabkan mata. Cara lain untuk meredakannya adalah dengan memberikan kompres dingin pada mata serta hindari menggosok mata yang gatal.

Mata Bengkak

Seringkali mudah untuk mengetahui apa penyebabnya — mulai dari alergi, mata merah, atau infeksi atau peradangan lain hingga benjolan di kelopak mata, luka pada kornea, atau mata hitam. Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin masalah tiroid. Seringkali pembengkakan hilang dengan sendirinya. Jika hal ini berlangsung lebih dari 24 jam atau jika terjadi memiliki masalah gangguan penglihatan, sebaiknya segera periksakan ke dokter mata.

Mata Berair

Air mata berfungsi menjaga mata kamu lembab, dan membantu membersihkan kotoran atau debu. Namun ketika mata berair, kelenjar yang memproduksi minyak tidak bekerja dengan semestinya. Hal ini mengakibatkan air mata menjadi cepat menguap dan pada akhirnya lebih cepat mengering. Kondisi inilah yang merangsang produksi air mata secara berlebih sehingga menyebabkan mata berair. Kondisi ini dapat berangsur pulih, namun bisa menjadi tanda infeksi, luka atau goresan, atau saluran air mata yang tersumbat.

Mata Kedutan

Gerakan kelopak mata yang kecil dan tidak disengaja adalah hal biasa dan mungkin berhenti saat kamu lebih banyak istirahat atau mengurangi konsumsi kafein. Namun jika kelopak mata kamu menutup tanpa alasan (blepharospasm), yang dapat berlangsung selama berjam-jam, atau satu sisi wajah menjadi kencang (hemifacial spasm), seringkali dimulai di dekat mata, sebaiknya segera berobat ke dokter mata.

Bintitan

Bintitan adalah benjolan merah dan menyakitkan di bulu mata atau di bawah kelopak mata, biasanya disebabkan oleh bakteri. Chalazion adalah benjolan bengkak yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit di kelopak mata dari kelenjar minyak yang tersumbat. Kamu bisa melakukan penanganan awal dengan merendam kain lap bersih dalam air hangat, lalu kompres di mata kamu selama sekitar 10 sampai 15 menit, tiga sampai lima kali sehari. Jika tidak ada perbaikan sebaiknya segera temui dokter mata.

Mata Berwarna Kuning

Jika bagian putih mata kamu terlihat kuning, itu bisa jadi pertanda kamu menderita penyakit kuning. Penyakit hati ini bisa disebabkan oleh hepatitis, penyalahgunaan alkohol, batu empedu. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kelopak Mata Terkulai

Seiring bertambahnya usia, terutama pada usia lansia kelopak mata dapat menurun dari waktu ke waktu namun hal ini dapat diperbaiki dengan operasi kosmetik. Tetapi jika terjadi secara tiba-tiba, bisa jadi tanda stroke, tumor otak, penyakit otot, atau masalah saraf.

Kenali gejala gangguan kesehatan mata dengan melakukan pemeriksaan mata secara teratur.Tersedia layanan kesehatan mata terlengkap Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta. Didukung tenaga Dokter Spesialis & Subspesialis Mata terbaik di Indonesia. Mulailah perawatan sesegera mungkin, untuk melindungi penglihatan anda dan keluarga. Informasi dan pendaftaran Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta, dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


images.png
09/Mar/2022

Kesehatan mulut mengacu pada kesehatan gigi, gusi, dan seluruh sistem pada bagian mulut & wajah yang memungkinkan kita untuk tersenyum, berbicara, dan mengunyah. Kondisi mulut sering dianggap terpisah dari kondisi kronis lainnya, tetapi sebenarnya saling berkaitan. Kesehatan mulut yang buruk dikaitkan dengan penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung. Beberapa penyakit yang paling umum mempengaruhi kesehatan mulut kita termasuk gigi berlubang (kerusakan gigi), penyakit gusi (periodontal), dan kanker mulut. Penyakit mulut juga dikaitkan dengan perilaku berisiko seperti merokok dan mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Lalu apa saja yang harus dilakukan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut ? Yuk, simak beberapa tips yang bisa kamu terapkan dirumah agar kesehatan gigi dan mulut kamu bisa terjaga secara maksimal.

Sikat Gigi & Flossing dengan Benar dan Teratur

Menyikat gigi dengan benar membantu menjaga gigi dan gusi kamu tetap sehat dan bersih. Sikat gigi dilakukan dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut. Ukuran dan bentuk sikat harus pas dengan mulut sehingga dapat menjangkau semua area dengan mudah. Teknik menyikat gigi yang benar adalah :

  • Tempatkan sikat gigi pada sudut 45 derajat ke gusi.
  • Gerakkan sikat secara perlahan ke depan dan ke belakang dengan gerakan pendek (selebar gigi).
  • Sikat permukaan luar, permukaan dalam, dan permukaan kunyah gigi.
  • Untuk membersihkan permukaan bagian dalam gigi depan, miringkan sikat secara vertikal dan buat beberapa sapuan ke atas dan ke bawah.

Selain sikat gigi, ada teknik membersihkan gigi lainnya yang juga efektif dalam menghilangkan partikel makanan dan zat berbahaya lainnya yang tidak bisa dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur. American Dental Association merekomendasikan untuk Flossing atau membersihkan sela-sela gigi setiap hari dengan pembersih interdental (seperti benang gigi). Membersihkan sela-sela gigi dapat membantu mencegah gigi berlubang dan penyakit gusi. Membersihkan sela-sela gigi membantu menghilangkan lapisan lengket yang disebut plak. Plak mengandung bakteri yang memakan sisa makanan atau gula di mulut Anda. Ketika itu terjadi, ia melepaskan asam yang dapat menggerogoti kulit terluar gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Disarankan cobalah untuk menyikat tidak kurang dari dua kali sehari dan flossing setidaknya sekali sehari.

Hindari Merokok

Menghindari rokok akan sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi kamu. Dan juga kebiasaan ini akan menyelamatkan kamu dari banyak efek buruk yang tak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh tembakau seperti komplikasi periodontal kanker mulut dan banyak lagi. Jadi jika kamu ingin menjaga kesehatan mulutmu lebih baik maka sebaiknya hindari kebiasaan menggunakan tembakau.

Batasi konsumsi Soda, Kopi, dan Alkohol

Minuman ini mengandung fosfor tingkat tinggi yang diperlukan untuk gigi dan banyak fosfor dapat mengonsumsi tingkat kalsium tubuh. Minuman misalnya sirup jagung dan pewarna makanan dapat mengubah gigi putih yang indah menjadi tampak kusam dan bernoda. Oleh karena itu, minuman terbaik untuk dipilih adalah susu yang memperkuat gigi dan membangun enamel yang lebih kuat sehingga memberikan Anda senyum yang sehat dan indah.

Konsumsi Makanan Mengandung Kalsium dan Vitamin

Kalsium & vitamin lainnya diperlukan untuk kesehatan gigi, gusi dan tulang. Lebih baik minum susu, makan yogurt, brokoli, keju, dan produk susu lainnya. Vitamin B kompleks juga diperlukan untuk kekuatan gusi dan gigi dari retak dan berdarah. Vitamin lain seperti Tembaga, seng, yodium, zat besi, dan kalium juga diperlukan untuk menjaga kesehatan gigi.

Rutin Check Up Ke Dokter Gigi

Untuk menjaga kebersihan mulut yang tepat, pastikan kamu mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan untuk mendapatkan perawatan menyeluruh. Pemeriksaan umum dilakukan dengan sinar-x untuk membantu mendeteksi dan mencegah terjadinya penyakit gigi & mulut .

Gunakan Obat Kumur

Obat kumur mengandung Listerine, klorin dioksida yang sangat membantu dalam membunuh bakteri di mulut Anda. Selain itu juga  membantu menjaga nafas yang baik serta membantu menjaga gigi yang kuat.

Bersihkan Lidah Setiap Hari

Selalu bersihkan permukaan lidah kamu setiap hari. Disarankan menggunakan alat pembersih lidah yang dapat membantu menghilangkan banyak bakteri, terutama di permukaan atas lidah yang lebih kasar yang menyebabkan bau mulut dan berdampak negatif pada kesehatan gigi kamu.

Minum Lebih Banyak Air Putih

Minum lebih banyak air putih membantu menghasilkan lebih banyak air liur. Orang dewasa berukuran rata-rata harus benar-benar minum 2 liter air sehari agar kita tetap terhidrasi dengan baik. Jika kita menjadi kurang terhidrasi, tubuh menghentikan produksi air liur untuk melestarikan air yang berfungsi sebagai pendukung kehidupan.

Hindari Makanan Manis dan Lengket

Kurangi jumlah gula yang kamu konsumsi setiap hari. Makanan manis dan lengket bukanlah diet yang ramah gigi. Makanan lengket yang menempel di antara gigi dapat menjadi penyebab kerusakan gigi. Jadi cobalah untuk menghindari konsumsi makanan ini karena akan membantu kamu menjaga gigi dan gusi tetap sehat dan bebas dari gigi berlubang.

Bagi anda yang membutuhkan layanan kesehatan gigi dan mulut, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan Dokter Gigi Spesialis, Jakarta Dental Clinic, RS Jakarta. Untuk informasi dan pendaftaran dapat melalui Telp 021-5732241 atau Whatsapp 0815 8551 2655.




Hubungi kami


021-5732241
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman, RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id



Mobile Apps



Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.