Informasi RS Jakarta

Artikel Kesehatan

Category filter:AllArtikel Kesehatan
No more posts
Esotropia-left.webp
22/Sep/2022

Dalam mengatur pergerakan mata terdapat enam otot bola mata yang berperan. Keenam otot yang berada pada sisi luar bola mata ini berkoordinasi agar mata bergerak selaras. Satu otot mengatur gerakan ke kiri, satu otot ke kanan, dan empat otot lainnya berkoordinasi untuk gerakan mata ke atas, ke bawah, dan melihat sudut. Agar dapat terfokus pada satu titik yang sama, seluruh otot pada masing-masing mata harus seimbang dan bekerjasama. Namun bagaimana jika fokus kedua mata masing-masing menuju pada arah yang berbeda, ketika salah satu mata melihat lurus, sementara mata yang lain dapat berputar ke dalam, ke luar, ke atas, maupun ke bawah. Nah Kondisi inilah yang disebut sebagai Mata Juling atau istilah medisnya Strabismus. Lalu bagaimana mengenali gejala mata Juling pada anak dan bagaimana penanganannya? Mari kita bahas satu persatu!

Mata juling atau strabismus sering kali muncul pada anak-anak. Pada kondisi mata juling, otot mata yang terhubung ke otak tidak bekerja dengan tepat. Akibatnya, gerakan mata kiri dan mata kanan menjadi berbeda, yang seharusnya bergerak ke arah yang sama. Dilaporkan jumlah kasus Strabismus terjadi pada sekitar 3% anak-anak dan Jika tidak diobati, sekitar 50% anak-anak dengan strabismus mengalami kehilangan penglihatan karena ambliopia.

Apakah Strabismus Mempengaruhi Penglihatan?

Pada penglihatan normal, kedua mata berfokus ke objek yang sama. Otak menggabungkan dua gambar dari mata kita menjadi satu gambar tiga dimensi (3-D). Pada kondisi inilah kita dapat mengetahui seberapa dekat atau jauh sesuatu dari pandangan kita (disebut persepsi kedalaman). Ketika satu mata tidak sejajar, dua gambar berbeda dikirim ke otak. Pada seorang anak kecil, otak belajar untuk mengabaikan citra mata yang tidak sejajar. Sebaliknya, ia hanya melihat gambar dari mata lurus atau lebih baik melihat. Akibatnya, persepsi kedalaman dapat berpengaruh.

Pada orang dewasa yang mengalami strabismus setelah masa kanak-kanak sering memiliki penglihatan ganda. Ini karena otak mereka telah belajar untuk menerima gambar dari kedua mata. Otak mereka tidak dapat mengabaikan gambar dari mata yang berputar, sehingga mereka melihat dua gambar.

Penyebab Strabismus (Mata Juling)

Dalam memfokuskan kedua mata pada satu objek, semua otot di kedua mata harus bekerja sama dan otak berperan dalam mengontrol otot-otot ini. Kebanyakan strabismus tidak disebabkan dengan masalah medis lainnya. Tetapi beberapa anak yang memiliki strabismus mungkin memiliki gangguan yang mempengaruhi otak mereka. Beberapa kondisi yang mungkin terkait dengan Strabismus, antara lain :

  • Cerebral palsy
  • Sindrom Down
  • Hidrosefalus (cairan ekstra di otak)
  • Tumor otak
  • Kelahiran prematur

Penyakit katarak (kekeruhan lensa jernih alami mata) atau cedera mata juga dapat menyebabkan strabismus. Namun, sebagian besar anak-anak dengan strabismus tidak memiliki masalah ini. Selain itu, riwayat keluarga dengan strabismus juga dapat meningkatkan peluang anak untuk mengalami strabismus.

Gejala Strabismus (Mata Juling)

Waspada jika dijumpai tanda-tanda berikut :

  • Anak melihat ke arah yang berbeda pada saat yang bersamaan.
  • Anak menutup satu mata atau memiringkan kepala mereka ketika melihat suatu benda.
  • Anak mungkin menyipitkan mata dengan satu mata ketika di bawah sinar matahari yang cerah.

Dokter anak, perawat sekolah, atau guru anak Anda mungkin juga memperhatikan tanda-tanda ini. Jika Anda berpikir anak Anda mungkin menderita strabismus, kunjungi dokter mata anak untuk pemeriksaan mata lengkap.

Jenis Strabismus (Mata Juling)

Ada tiga jenis strabismus yang umum :

  • Esotropia infantil adalah ketika bayi atau anak kecil memiliki mata yang menyilang ke dalam.
  • Esotropia akomodatif adalah jenis strabismus yang paling umum pada anak di atas 2 tahun. Satu mata dapat berputar ke dalam (ke arah hidung) ketika berfokus pada objek close-up atau jauh.
  • Eksotropia adalah ketika satu mata berputar ke luar (menjauh dari hidung) ketika melihat sesuatu yang jauh. Ini kadang-kadang dapat terjadi ketika seorang anak lelah, sakit, atau melamun. Seorang anak mungkin juga menyipitkan mata dengan satu mata di bawah sinar matahari yang cerah.

Pengobatan Strabismus (Mata Juling)

Terdapat beberapa jenis pengobatan strabismus yang direkomendasikan oleh dokter namun, tergantung pada usia dan kondisi keselarasan mata anak.

1.Mengenakan kacamata atau lensa kontak

Bayi dan anak-anak dengan esotropia mungkin diresepkan kacamata khusus untuk membantu mereka fokus dan melihat. Prisma terkadang digunakan untuk membantu pemfokusan. Prisma adalah lensa transparan berbentuk baji yang membelokkan (membiaskan) sinar cahaya. Prisma dapat dilekatkan pada kacamata atau dibuat sebagai bagian dari lensa. Selain itu, memakai kacamata secara teratur juga dapat memperkuat otot mata dan penglihatan anak Anda.

2. Mengenakan penutup mata sementara

Sebuah patch atau penutup mata sementara ditempatkan pada mata yang dominan untuk merangsang mata yang lebih lemah. Sangat efektif untuk anak di bawah 7 tahun bila digunakan selama 2-6 jam sehari. Tujuannya adalah untuk menggerakkan mata ke arah yang sama dan memperkuat otot-otot mata.

3. Lakukan operasi otot mata

Operasi otot mata dilakukan untuk memperbaiki penempatan mata pada anak-anak. Anak akan diberikan anestesi umum agar benar-benar tertidur. Seorang dokter mata membuat sayatan kecil di jaringan yang menutupi mata untuk mengakses otot-otot mata. Otot-otot tersebut kemudian diposisikan ulang sehingga mata dapat fokus ke arah yang sama. Prosedur ini mungkin perlu dilakukan pada satu atau kedua mata. Juga, beberapa anak mungkin memerlukan operasi kedua untuk menyetel kembali mata mereka.

Setelah operasi, kebanyakan anak dapat kembali ke kehidupan normal mereka dalam waktu sekitar dua sampai tiga hari, tetapi mereka mungkin perlu memakai kacamata untuk memperkuat otot mata mereka.

4. Penggunaan obat tetes mata atau suntikan Botox

Dokter biasanya akan meresepkan obat tetes mata untuk mengaburkan penglihatan di mata dominan Anda. Selain itu, mata juling dapat diatasi dengan melemahkan otot mata yang terlalu banyak bekerja menggunakan suntikan Botox.

5. Lakukan tes keseimbangan dan fokus mata

Dokter menggunakan tes untuk menilai apakah mata anak fokus dan bergerak. Tes ini dilakukan untuk melatih kemampuan otot mata untuk mengkoordinasikan fokus visual dan keseimbangan gerakan mata. Ada beberapa cara untuk melatih otot mata anak di rumah, salah satunya dengan teknik pencil push-up. Teknik ini bertujuan untuk menjaga kedua mata pada titik yang sama. Yang harus Anda lakukan adalah meletakkan pena 30 cm di depan mata anak dan memintanya untuk fokus pada titik di ujung pena. Anda dapat melakukan latihan ini selama beberapa menit, tetapi hentikan jika anak Anda mengeluh penglihatan kabur. Kondisi strabismus pada anak tidak boleh dianggap enteng. Ini karena jika kondisi ini tidak ditangani dengan benar, otak mungkin tidak dapat mengenali apa yang dilihatnya di bagian mata yang lebih lemah. Hal ini dapat menyebabkan ambliopia (ambliopia).

Jika ditemui gejala mata juling pada anak, segera periksakan ke  Dokter Spesialis dan Subspesialis Mata, Klinik Mata Jakarta Aini, RS Jakarta agar mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan menunda pemeriksaan, karena bila mata juling pada anak terdeteksi sejak dini, berbagai komplikasinya dapat dihindari, termasuk kebutaan. Untuk pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


Desain-tanpa-judul-1.png
30/Aug/2022

Susunan gigi geligi yang normal adalah gigi geligi yang tersusun rapi dan sejajar di dalam lengkung rahang, begitu juga saat gigi geligi dikatupkan. Hal ini tentu sangat penting dalam menciptakan senyum yang menawan. Untuk itu, disinilah pentingnya perawatan ortodonti dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan Braces atau biasa dikenal Kawat gigi. Lalu apa saja manfaat perawatan ortodonti? Pada kondisi gigi seperti apa yang dapat dikoreksi dengan perawatan ortodonti? dan ada berapa jenis braces yang dikenal? Mari kita bahas satu persatu.

Penggunaan Dental Braces

Kawat gigi, juga dikenal sebagai kawat gigi ortodontik, adalah perangkat gigi yang terutama digunakan untuk meluruskan atau memperbaiki keselarasan gigi. Alat ini direkomendasikan untuk pasien dengan gigi bengkok dan berjejal, serta underbite dan overbite. Kawat gigi memperbaiki penampilan wajah pasien dan memastikan perawatan mulut yang tepat lebih mudah dan lebih efektif. Oleh karena itu, alat ini dikenal dapat membantu pasien menjaga kesehatan gigi yang baik dalam jangka panjang.

Perawatan ortodontik dapat dilakukan pada pasien berusia 12 atau 13 tahun ketika semua gigi dewasa mereka sudah erupsi/tumbuh. Perawatan biasanya lebih efektif ketika dilakukan selama tahap ini, dibandingkan dengan ketika dilakukan pada usia dewasa. Untuk mendapatkan susunan gigi geligi yang rapi, gigitan yang harmonis serta senyum yang menarik, salah satu caranya adalah dengan menggunakan Dental Braces (Kawat Gigi).

Penggunaan Kawat gigi ortodontik (Dental Braces) diperuntukkan bagi kondisi :

  • Gigi bengkok
  • Gigi tidak sejajar atau asimetris
  • Overbite
  • Underbite (dalam bahasa Inggris)
  • Gigitan dalam
  • Gigitan terbalik
  • Gigitan terbuka
  • Gigi penuh sesak
  • Masalah rahang

Jenis-jenis Dental Braces

Pasien yang memerlukan perawatan ortodontik memiliki beberapa pilihan Kawat gigi ortodontik (Dental Braces), mencakup :

  1. Alat Ortodonti Lepasan: dapat dilepas pasang sendiri oleh pasien, contoh : Alat Ortodonti Lepasan, Clear Aligner.
  2. Alat Ortodonti Cekat : Alat ini terpasang cekat pada gigi geligi, tidak bisa dilepas-pasang sendiri oleh pasien. Macam-macam alat ortodonti cekat :

– Alat Ortodonti Cekat Konvensional

– Alat Ortodonti Self-Ligating

– Lingual Appliances

  1. Alat Ortodonti Fungsional : Alat ini dapat berupa alat fungsional cekat atau lepasan.

Bagaimana Prosedur dilakukan?

Perawatan ortodontik dimulai dengan pemeriksaan gigi dan foto rontgen mulut. Ini dilakukan untuk mengetahui kondisi gigi pasien sehingga dokter spesialis orthodonti dapat membuat rencana perawatan gigi yang tepat untuk pasien. Dokter gigi kemudian akan membuat kawat gigi di laboratorium gigi dan memasangnya di gigi pasien setelah siap.

Kawat gigi akan bekerja dengan menggerakkan gigi secara perlahan ke arah atau posisi tertentu dengan memberikan tekanan, yang juga menyebabkan gigi penahan tulang di tempatnya berubah bentuk.

Kawat gigi logam tradisional memiliki beberapa komponen, yaitu:

  • Tanda kurung – Ini adalah benda persegi kecil yang terikat pada permukaan setiap gigi.
  • Pita – Pita ortodontik terbuat dari stainless steel atau bahan bening yang terikat pada gigi, membungkus setiap gigi untuk menahan braket di tempatnya.
  • Spacer – Ini adalah pemisah yang diposisikan di antara gigi.
  • Archwires – Ini melekat pada braket dengan karet gelang elastis kecil dan bertindak sebagai panduan untuk pergerakan gigi.
  • Ikatan – Ini adalah kabel karet kecil atau cincin yang menyatukan archwire dan braket.
  • Tabung bukal – Ini melekat pada pita gigi terakhir dan bertanggung jawab untuk menahan ujung archwire di tempatnya.

Manfaat Perawatan Ortodonti

  • Fungsi pengunyahan menjadi lebih baik
  • Mengurangi resiko gigi berlubang dan gusi berdarah karena setelah dilakukan perbaikan posisi gigi proses menyikat gigi akan menjadi lebih efektif
  • Menghindari resiko aus atau rusaknya mahkota gigi akibat kontak antar gigi yang tidak seimbang
  • Rasa percaya diri akan meningkat setelah susunan gigi menjadi rapi

Kamu memiliki susunan gigi yang tidak rapi atau gigitan yang tidak harmonis? Segera konsultasikan dengan Dokter Gigi Spesialis Ortodonti di Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta yang akan melakukan pemeriksaan, mendiagnosa dan menentukan rencana perawatan serta tindakan ortodonti yang paling tepat untuk kamu. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


WhatsApp-Image-2022-08-23-at-10.09.19-1200x1200.jpeg
23/Aug/2022

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang berfungsi mempertahankan komposisi darah dengan mencegah penumpukan produk limbah, mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga kestabilan kadar elektrolit seperti natrium, kalium, dan fosfat, mengontrol tekanan darah, dan sel darah merah serta menghasilkan hormon dan enzim yang membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan tekanan  darah yang sehat serta menjaga agar tulang tetap kuat.

Ginjal merupakan organ dengan daya kompensasi tinggi. Jika terjadi kerusakan pada salah satu ginjal, maka jaringan ginjal sehat akan mengambil alih tugas dan pekerjaan jaringan ginjal yang sakit dengan meningkatkan perfusi darah ke ginjal dan filtrasi. Bila jaringan ginjal yang rusak mencapai  75 -85 % maka daya kompensasi tak lagi mencukupi sehingga timbul gejala uremia oleh karena terjadi penurunan zat – zat yang tak bisa dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal yang sakit. Pada tahap awal gagal ginjal biasanya tidak disadari oleh penderitanya, karena gejala umumnya tidak tampak. Lalu adakah upaya pencegahan penyakit Gagal Ginjal Kronis? Mari simak ulasannya berikut ini.

Gagal Ginjal Kronik

Setiap hari, kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta unit filter yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus ginjal. Glomerulus menyaring cairan dan produk limbah, mencegah pelepasan sel darah dan makromolekul yang sebagian besar adalah protein. Hal ini juga melewati tubulus ginjal di mana ia mengisi kembali mineral yang dibutuhkan tubuh dan menghilangkan produk limbah. Ginjal juga menghasilkan enzim renin, yang menjaga tekanan darah dan kadar garam, hormon eritropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, dan bentuk aktif vitamin D, yang diperlukan untuk kesehatan tulang.

Penyakit ginjal dikenal beberapa macam, yaitu penyakit ginjal kronis (CKD) atau sebelumnya gagal ginjal kronis, cedera ginjal akut, atau sebelumnya gagal ginjal akut. Penyakit ginjal kronis adalah hilangnya fungsi ginjal secara progresif selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Penyakit ginjal kronis adalah penyakit multifaktorial yang mempengaruhi ginjal dan biasanya berkembang perlahan dan menjadi kronis. Penyakit ini sering terlambat dikenali karena gejala khasnya tidak terlihat pada awalnya. Di sisi lain, jika penyakit ginjal kronis terdeteksi sejak dini, pengobatan dapat segera dimulai dan komplikasi dapat dicegah.

Penyebab & Gejala

Penyebab utama penyakit ginjal kronis (CKD) adalah diabetes dan hipertensi. Diabetes terjadi ketika kadar gula darah melebihi kisaran normal, merusak organ vital tubuh seperti jantung dan ginjal, serta pembuluh darah, saraf, dan mata. Dan jika tidak ditangani, tekanan darah tinggi dapat menjadi penyebab utama serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal kronis. CKD juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Tanda dan gejala yang berhubungan dengan penyakit ginjal biasanya sangat umum (dan dapat dilihat pada penyakit lain juga).

  • Tekanan darah tinggi
  • Perubahan volume urin dan jumlah buang air kecil per hari
  • Adanya darah dalam urin;
  • Kelemahan dan gangguan tidur
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Gatal
  • Kelebihan muatan
  • Mual dan muntah
  • Bengkak, terutama pada kaki dan pergelangan kaki, serta kelopak mata bengkak saat bangun pagi

Pencegahan

Diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis di banyak negara berkembang, oleh karena itu mengendalikan factor resiko penyakit tersebut merupakan langkah tepat dalam mencegah terjadinya penyakit gagal ginjal kronis. Berikut langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan :

  • Rajin melakukan aktivitas fisik dan olahraga

Olahraga teratur, seperti berenang, berjalan, dan berlari, dapat membantu mengurangi stres, mengelola diabetes dan tekanan darah tinggi, serta menjaga berat badan  yang sehat. Semua ini penting untuk kesehatan ginjal. Jika Anda merasa sudah memiliki penyakit ginjal, penting untuk segera menemui dokter. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit ginjal menjadi gagal ginjal. Jika Anda telah didiagnosis menderita penyakit ginjal, temui dokter Anda secara teratur untuk memantau fungsi ginjal Anda. Tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis, tetapi pengobatan yang tepat dapat memperlambat perkembangannya.

  • Menjaga kadar gula darah tetap normal

Diabetes telah terbukti  meningkatkan risiko  penyakit jantung dan gagal ginjal. Ini hanyalah salah satu alasan mengapa penting untuk  dapat mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

  • Pertahankan tekanan darah normal

Tekanan darah tinggi juga telah terbukti  meningkatkan risiko penyakit jantung dan gagal ginjal. Oleh karena itu, penting untuk menjaga tekanan darah pada tingkat normal.

  • Menjaga berat badan ideal

Obesitas sendiri dapat meningkatkan risiko kondisi yang berhubungan dengan gagal ginjal, seperti diabetes dan hipertensi.

  • Minum 8-10 gelas air setiap hari

Dehidrasi  mengurangi aliran darah ke ginjal dan dapat merusaknya. Jadi, pastikan Anda minum banyak air  untuk menghindari dehidrasi. Anda juga dapat menanyakan kepada dokter Anda berapa banyak air yang harus Anda minum  per hari.

  • Dilarang Merokok

Merokok telah dilaporkan  mengurangi aliran darah ke ginjal. Ini dapat mempengaruhi fungsi ginjal  dengan atau tanpa penyakit ginjal.

  • Periksa fungsi ginjal secara teratur

Pemeriksaan fungsi ginjal penting dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit ginjal sedini mungkin sehingga dapat ditangani secara efektif.

tes darah berdasarkan kreatinin, urea, dan laju filtrasi glomerulus (GFR)

Urinalisis dengan melihat kadar albumin atau protein.

  • Jangan minum obat pereda nyeri dalam waktu lama tanpa saran medis

Dosis tinggi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen telah terbukti  mengurangi  aliran darah ke ginjal dan dapat merusaknya.

Penyakit ginjal kronik dapat dideteksi secara dini, maka pengobatan dapat segera dilaksanakan, dengan demikian komplikasi akibat penyakit ini dapat dicegah. Jangan ragu segera konsultasikan pada Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Ginjal (Nefrologist) karena pengobatan sedini mungkin tentu hasilnya akan lebih baik.  Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


EDUKASI.png
18/Jul/2022

Klinik Mata Jakarta Aini, Pada era digital saat ini penggunaan gadget seperti komputer, tablet, handphone hampir tidak dapat dihindari pada seluruh aktivitas manusia saat ini, seperti untuk bekerja, belajar bahkan untuk sekedar bersantai. Meskipun menggunakan perangkat digital tidak akan merusak mata secara permanen, tetapi menatapnya dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang bersifat sementara. Kondisi ini disebut sebagai “Digital Eye Strain” yang berarti kondisi tegang pada mata, disebabkan karena mata terlalu sering melihat ke layar monitor komputer, laptop, ataupun ponsel. Alasan kita mengalami ketegangan mata adalah karena kita lebih sedikit berkedip saat menatap layar komputer/gadget. Biasanya, manusia berkedip sekitar 15 kali per menit, tetapi “kecepatan kedipan” ini dapat berkurang setengahnya saat menatap layar atau melakukan aktivitas kerja dekat lainnya seperti membaca. Lalu apa saja penyebab, gejala dan cara untuk mengurangi ketegangan mata? Mari kita bahas satu persatu!

Penyebab & Faktor Risiko

Melihat komputer atau layar digital seringkali membuat mata bekerja lebih keras. Akibatnya, karakteristik unik dan tuntutan visual yang tinggi dari komputer dan tampilan layar digital membuat banyak individu rentan terhadap gangguan penglihatan. Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi dapat meningkatkan keparahan Digital Eye Strain atau gejala kelelahan mata digital. Melihat komputer atau layar digital berbeda dengan membaca buku. Seringkali huruf-huruf di komputer atau telepon genggam tidak terlalu jelas, tingkat kontras huruf dengan latar belakang kurang memadai, dan cahaya silau serta pantulan pada layar dapat membuat tampilan menjadi sulit dibaca. Dalam kebanyakan kasus, gejala Digital Eye Strain terjadi karena penggunaan perangkat digital berkepanjangan yang mengakibatkan rasa tidak nyaman pada mata. Pada kondisi ini Digital Eye Strain terjadi  saat seeorang yang menghabiskan dua jam atau lebih terus menerus di depan komputer atau menggunakan perangkat layar digital setiap hari.

Gejala

Gejala paling umum yang terkait dengan Digital Eye Strain adalah:

  • Kelelahan mata.
  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur.
  • Mata kering.
  • Sakit leher dan bahu.

Gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh:

  • Pencahayaan yang buruk.
  • Silau pada layar digital.
  • Jarak pandang yang tidak tepat.
  • Postur tempat duduk yang tidak sesuai.
  • Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi.
  • Kombinasi dari faktor-faktor ini.

Sejauh mana seseorang mengalami gejala gangguan penglihatan seringkali tergantung pada tingkat kemampuan visual mereka dan jumlah waktu yang dihabiskan menggunakan perangkat digital. Masalah penglihatan yang tidak dikoreksi seperti rabun jauh dan astigmatisme, kurangnya fokus mata atau kemampuan koordinasi mata yang tidak memadai, dan gangguan mata terkait penuaan, seperti presbiopia, semuanya dapat berkontribusi pada tingkat keparahan gangguan penglihatan saat menggunakan komputer atau perangkat layar digital.

Banyak gejala gangguan penglihatan yang dialami oleh pengguna hanya bersifat sementara dan akan menurun setelah menghentikan penggunaan perangkat digital. Namun, beberapa individu mungkin mengalami kemampuan penglihatan yang terus berkurang, seperti penglihatan kabur, bahkan setelah berhenti bekerja di depan komputer. Jika tidak segera diatasi, gejalanya akan terus kambuh dan mungkin akan memburuk jika menggunakan perangkat digital kembali.

Pencegahan

Beberapa faktor penting dalam mencegah atau mengurangi gejala CVS berkaitan dengan komputer dan cara penggunaannya. Ini termasuk kondisi pencahayaan, kenyamanan kursi, lokasi bahan referensi, posisi monitor, dan rekomendasi waktu istirahat.

Jarak layar komputer. Kebanyakan orang merasa lebih nyaman untuk melihat komputer ketika posisi mata terlalu melihat ke bawah. Secara optimal, layar komputer harus 15 hingga 20 derajat di bawah level mata (sekitar 4 atau 5 inci) yang diukur dari pusat layar dan 20 hingga 28 inci dari mata.

Materi referensi. Referensi harus terletak di atas keyboard dan di bawah monitor. Jika tidak memungkinkan, dokumen dapat diletakkan di samping monitor. Tujuannya adalah agar tidak perlu lebih banyak pergerakan dalam menatap dokumen ke layar.

Pencahayaan. Posisikan layar komputer untuk menghindari silau, terutama dari pencahayaan di atas kepala atau jendela. Gunakan tirai dan ganti lampu meja dengan lampu yang watt nya lebih rendah.

Layar anti-silau. Jika tidak ada cara untuk meminimalkan silau dari sumber cahaya, pertimbangkan untuk menggunakan filter layar. Filter ini mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan dari layar.

Posisi duduk. Kursi harus empuk dengan nyaman dan sesuai dengan postur tubuh. Tinggi kursi harus disesuaikan sehingga kaki bersandar rata di lantai. Lengan harus disesuaikan untuk memudahkan tangan saat mengetik dan pergelangan tangan tidak boleh bertumpu pada keyboard saat mengetik.

Istirahat. Untuk mencegah kelelahan mata, cobalah untuk mengistirahatkan mata saat menggunakan komputer dalam waktu lama. Mengistirahatkan mata selama 15 menit setelah dua jam penggunaan komputer terus menerus. Juga, untuk setiap 20 menit melihat komputer, lihat ke kejauhan selama 20 detik untuk memungkinkan mata kesempatan untuk fokus kembali.

Berkedip. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya mata kering saat menggunakan komputer, cobalah untuk sering berkedip. Berkedip membuat permukaan depan mata tetap lembab.

Pemeriksaan mata secara teratur dan kebiasaan menonton yang tepat dapat membantu mencegah atau mengurangi perkembangan gejala yang terkait dengan Computer Vision Syndrome. Segera konsultasikan gangguan penglihatan kepada Dokter Spesialis Mata di Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta. Informasi dan pendaftaran dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


1496059.jpg
30/Jun/2022

Penyakit jantung masih menjadi ancaman global dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit kardiovaskular, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk itu, sangat penting untuk mencegah faktor risiko penyakit jantung. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan Echocardiography atau USG Jantung. Pemeriksaan ini sangat diperlukan bagi seseorang yang mengalami gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada atau lengan atas yang tidak diketahui penyebabnya, serangan jantung, kelainan jantung, atau riwayat penyakit jantung. Lalu seperti apa sih pemeriksaan Echocardiography ? seberapa penting sih pemeriksaan ini? dan bagaimana prosedurnya? Mari kita bahas satu persatu!

Apa sih Echocardiography?

Echocardiography merupakan jenis pemeriksaan yang memberikan gambaran dan merekam gambar jantung yang sedang berdenyut menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk memvisualisasikan gambaran struktur dan fungsi jantung dilayar monitor, sehingga dokter dapat menganalisa keadaan bagian dalam jantung. Secara umum ada 4 jenis ecocardiography, namun yang paling sering dilakukan adalah Transthoracal Echocardiography.

Pentingnya Pemeriksaan Echocardiography

Echocardiography penting dilakukan dalam memeriksa ukuran ruang jantung apakah ada pembengkakan dan apakah ada kelebihan cairan di dalam kantong yang melindungi jantung. Selain itu, pemeriksaan ini juga penting untuk melihat kemampuan otot jantung dalam memompa darah dan melihat apakah ada kebocoran sekat-sekat yang memisahkan ruang di dalam jantung seperti yang ditemukan pada penyakit jantung bawaan. Echocardiography juga berfungsi untuk melihat adakah tumor atau gumpalan darah di dalam ruang-ruang jantung Anda sehingga bisa dilakukan pencegahan agar tidak terlepas bebas bersama aliran darah dan menyebabkan stroke bila menyumbat pembuluh darah otak. Dan pemeriksaan ini juga tidak kalah penting sebagai pemeriksaan awal fungsi jantung pada pasien dengan penyakit jantung yang akan dilakukan kemoterapi, sebab beberapa obat kemoterapi dapat melemahkan atau bahkan merusak fungsi otot jantung, serta dalam mendeteksi adanya kelainan jantung sejak bayi tersebut masih di dalam kandungan.

Gambaran Prosedur Transthoracal Echocardiography

  • Pasien dipersilahkan berbaring ditempat tidur dan melepas atau membuka baju.
  • Pemasangan kabel elektroda ECG sebagai monitor denyut jantung.
  • Dokter Jantung akan mengoleskan gel pelumas di sekeliling dada dan menggerakkan probe  (alat seperti mikrofon yang memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mendapatkan gambaran struktur dan fungsi jantung) yang tersambung ke monitor.
  • Sambil dilakukan pemeriksaan, pasien dapat menyaksikan bagian dalam jantungnya melalui layar monitor sekaligus diberi penjelasan tentang keadaan jantungnya.
  • Pemeriksaan dilakukan selama 45 menit hingga 1 jam. Setelah selesai merekam gambar, perawat akan melepaskan sadapan EKG dan membersihkan gel yang ada pada kulit.

Echocardiography/USG jantung merupakan pemeriksaan dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi untuk menegakkan diagnosa sakit jantung. Tidak ada radiasi sinar Rontgen pada pemeriksaan USG jantung, sehingga teknologi ini aman digunakan berulang-ulang dan dalam jangka waktu pemeriksaan yang lama. Segera lakukan pemeriksaan jantung secara dini dan konsultasikan kepada Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, Rumah Sakit Jakarta. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


MH_sensitive_teeth.png
27/Jun/2022

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Mengapa demikian? karena kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Bukan hanya berupa rasa sakit atau tidak nyaman pada gigi, tetapi bisa juga mengalami bau mulut hingga penyakit serius lainnya yang diakibatkan masalah kesehatan dari gigi dan mulut yang menurun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda masalah gigi & mulut yang tentu saja tidak bisa dianggap sepele. Apa saja sih yang perlu kita ketahui? Yuk, kita bahas satu persatu!

  1. Sakit gigi

Biasanya karena gigi berlubang tetapi juga bisa menandakan penyakit gusi atau kemungkinan tanda abses atau gigi impaksi.

  1. Gigi sensitive

Jika gigi kamu sakit saat minum minuman panas atau dingin, kamu mungkin memiliki gigi sensitif.

  1. Gusi berdarah disertai nyeri

Hal ini bisa jadi adalah tanda gingivitis atau mungkin akibat menyikat gigi terlalu keras.

  1. Sariawan

Kondisi ini bisa menjadi gejala suatu penyakit atau kelainan; infeksi dari bakteri, virus/jamur/akibat iritasi yang disebabkan oleh kawat gigi, gigi palsu/ujung tajam dari gigi yang patah/ tambalan.

  1. Bau mulut tidak sedap

Hal ini bisa disebabkan oleh apa yang kamu makan, tidak membersihkan mulut, mulut kering, merokok atau kondisi medis lainnya. Selain itu kemungkinan salah satu tanda peringatan penyakit gusi.

  1. Nyeri pada rahang

Kemungkinan penyebabnya termasuk masalah sinus, sakit gigi, radang sendi, cedera, penggilingan gigi, radang gusi atau masalah dengan rahang Anda seperti TMJ (temporomandibular joint).

  1. Mulut kering

Hal ini mungkin merupakan gejala dari gangguan medis atau efek samping dari obat-obatan tertentu.

  1. Infeksi tindikan di mulut

Jika kamu memiliki tanda-tanda infeksi pembengkakan, nyeri, demam, kedinginan, gemetar, atau munculnya bercak merah di sekitar lokasi penindikan segera periksa ke dokter gigi.

  1. Gigi Retak/patah

Dapat terjadi karena berbagai alasan seperti gigi rapuh, gertakan gigi atau cedera.

  1. Noda/perubahan warna gigi & gusi

Biasanya diakibatkan dari makan makanan tertentu, seperti kopi atau teh, merokok, penuaan, genetika, cedera, atau obat-obatan tertentu.

Masalah gigi dan mulut perlu untuk ditangani dengan tepat agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan gigi dan penyakit gusi. Jangan lupa biasakan untuk berkunjung ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga. Informasi & pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


a00039f02_peds_forearm_fracture_gwi-kh01-compressor.jpg
18/May/2022

Jakarta Orthopedic Center,  Anak-anak memiliki pola aktivitas fisik yang cenderung aktif, mulai dari berlari, melompat, memanjat pohon, bersepeda, dsb. Hal ini tentu sangat berisiko terjadinya cedera seperti retak bahkan sampai terjadi patah tulang. Meskipun pertumbuhan tulang pada anak lebih cepat dibandingkan orang dewasa, namun banyak hal yang harus kita pahami dalam menghadapi cedera tulang anak. Nah, apa saja sih poin-pon pentingnya? Yuk, kita bahas bareng-bareng!

Tulang anak mempunyai pembungkus/pelapis yang lebih tebal, tetapi mudah lepas dan lebih sering terjadi fraktur  (patah/retak). Namun pembentukan tulang baru pada anak lebih cepat, sehingga penyembuhan patah tulangnya lebih cepat dan juga kemampuan kembali pada posisi/remodeling-nya pun baik. Lokasi patah tulang yang paling sering terjadi pada anak adalah lengan bawah, antara pergelangan tangan dan siku. Dikutip dari https://orthoinfo.org/, terhitung lebih dari 40% kasus patah tulang anak terjadi di lengah bawah, dan sekitar tiga dari empat patah tulang lengan bawah pada anak-anak terjadi di ujung pergelangan tangan.

Penyebab

Patah tulang lengan bawah sering terjadi saat anak sedang bermain di taman bermain atau ketika  berolahraga. Aktivitas yang paling disuka oleh anak seperti berlari, melompat, dan berguling merupakan aktivitas yang berpotensi menyebabkan patah pada lengan bawah jika terjadi jatuh yang tidak terduga. Posisi jatuh dengan posisi lengan menyangga tubuh dapat berakibat retak bahkan patah pada lengan bawah. Dalam kebanyakan kasus, patah tulang lengan bawah pada anak-anak disebabkan oleh jatuh dengan posisi lengan bawah menyangga tubuh, bahkan bisa terjadi benturan langsung pada lengan bawah.

 

Tanda & Gejala

  • Adanya riwayat cedera/trauma.
  • Timbul rasa sakit/nyeri dan terjadi pembengkakan, kemerahan/kebiruan serta terasa panas di daerah yang patah.
  • Terjadinya perubahan bentuk/deformitas
  • Menurunnya fungsi hingga tidak dapat digerakkan daerah anggota gerak yang mengalami patah.
  • Keterbatasan lingkup gerak sendi.

https://orthoinfo.org/

Penanganan

  • Pemeriksaan Fisik

Setelah mendengar gejala dan riwayat kesehatan anak, dokter akan melakukan pemeriksaan yang cermat terhadap lengan anak Anda untuk menentukan tingkat cederanya dan akan memeriksa kemungkinan deformitas pada siku, lengan bawah, atau pergelangan tangan ; kemudian adakah nyeri tekan, pembengkakan, ketidakmampuan menggerakkan lengan yang cedera secara normal. Selama pemeriksaan fisik, dokter juga akan menguji untuk memastikan bahwa saraf dan sirkulasi di tangan dan jari anak tidak terpengaruh.

  • Pemeriksaan Rontgen

Sinar-X memberikan gambar yang jelas dari struktur padat seperti tulang. Karena tangan, pergelangan tangan, lengan, dan siku semuanya bisa terluka saat jatuh, biasanya dokter akan meminta pemeriksaan rontgen siku dan pergelangan tangan, serta lengan bawah, untuk menentukan tingkat cedera.

  • Tindakan Non Bedah : Reposisi & Pemasangan Gips untuk mengembalikan bentuk tulang dan fungsinya. Lamanya pemasangan gips bervariasi tergantung pada tingkat keparahan tulang yang patah.

https://orthoinfo.org/

  • Tindakan Bedah : Pemasangan implant disertai pengangkatan implant tergantung trauma yang dialami, bisa hitungan bulan, tahun atau lebih.

https://orthoinfo.org/

Dalam memastikan pertumbuhan dan penyembuhan tulang anak berjalan dengan sebaik-baiknya, hindari pengobatan ke dukun patah tulang karena dikhawatirkan anak mengalami kecacatan.  Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatology, Jakarta Orthopaedic Center, RS Jakarta untuk penanganan yang tepat pada cedera anak. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


Picture2.png
09/May/2022

Diabetes merupakan penyakit metabolisme yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif untuk mengontrol kadar gula (glukosa) darah. Kadar glukosa darah yang tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada banyak organ tubuh, seperti jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Namun tanpa disadari, diabetes juga dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah kecil di mata, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penglihatan buram, ganda, atau seperti ada yang menghalangi.
Lalu apa sih hubungan antara penyakit diabetes dengan kesehatan mata? Adakah cara pencegahannya? Yuk cari tahu jawabannya !

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Penyakit ini telah menjadi permasalahan kesehatan di seluruh dunia karena dapat menyebabkan disabilitas bahkan kematian. DIABETIC EYE DISEASE (DED) merupakan komplikasi akibat kadar gula darah tinggi kronis yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah kapiler, yang meliputi retinopati diabetic dan edema makula diabetic. Sekitar 20% penderita DM usia dewasa di 41 negara didagnosis menderita DED.1,2

Gangguan Kesehatan Mata yang Terkait dengan Diabetes

Retinopati Diabetic

Ketika pembuluh darah di retina membengkak, bocor, atau menutup sepenuhnya. Pembuluh darah baru yang abnormal juga bisa tumbuh di permukaan retina. Orang yang menderita diabetes atau kontrol gula darah yang buruk berisiko mengalami retinopati diabetik. Risiko juga meningkat semakin lama seseorang menderita diabetes. Seorang wanita mengembangkan retinopati diabetik setelah hidup dengan diabetes selama 25 tahun.

Edema Macula Diabetic

Edema makula terjadi ketika cairan menumpuk di retina dan menyebabkan pembengkakan dan penglihatan kabur. Diabetes dapat menyebabkan edema makula. Edema makula diabetik dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Katarak

Kelebihan gula darah akibat diabetes dapat menyebabkan katarak. Anda mungkin memerlukan operasi katarak untuk menghilangkan lensa yang tertutup oleh efek diabetes. Mempertahankan kontrol gula darah yang baik membantu mencegah kekeruhan permanen pada lensa dan pembedahan.

Glaukoma

Glaukoma adalah sekelompok penyakit yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik mata Anda. Kerusakan ini menyebabkan hilangnya penglihatan yang ireversibel. Memiliki diabetes menggandakan peluang Anda terkena glaukoma.

Penanganan & Pencegahan

Penanganan yang dapat dilakukan terhadap pasien DM dengan DED bergantung kepada tingkat keparahan penyakit.

  • Ringan: observasi dan pemeriksaan berkala, koreksi kelainan refraksi (kacamata)
  • Sedang: observasi ketat, laser fotokoagulasi
  • Berat: laser fotokoagulasi, injeksi anti-VEGF, dan/atau pembedahan (vitrektomi)

Tindakan pembedahan katarak dan manajemen glaukoma (terapi penurunan tekanan bola mata atau bahkan pembedahan) dapat dibutuhkan terhadap kondisi DED yang terjadi.

Untuk mencegah kerusakan mata akibat diabetes, pertahankan kontrol gula darah Anda dengan baik melalui diet dan obat-obatan (jika diperlukan). Hal ini dapat mencegah terjadinya retinopati diabetik sebesar 76% dan perburukan retinopati diabetik sebesar 54%.3

Serta pastikan untuk segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan rutin dengan dokter spesialis penyakit dalam (internis), spesialis mata (oftalmologis), dan/atau dokter spesialis terkait lainnya.  Informasi dan pendaftaran dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.

 

Sumber :

  1. https://diabetesatlas.org

2. https://idf.org/our-activities/care-prevention/eye-health/dr-barometer.html

3. Wang W, Lo AC. Diabetic retinopathy: pathophysiology and treatments. Int J Mol Sci 2018;19(1816):1-14


Picture1.png
13/Apr/2022

Gigi bungsu adalah gigi molar ketiga, terletak dirahang atas dan bawah, yang terbentuk dan mengalami erupsi paling akhir. Umumnya erupsi atau munculnya gigi bungsu terjadi pada usia 16 -25 tahun. Gigi dapat tumbuh normal ke dalam rongga mulut bila benih gigi terbentuk dalam posisi yang baik dan lengkung rahang cukup ruang untuk menampungnya. Sebaliknya, pertumbuhan terganggu bila benih malposisi, lengkung rahang tidak cukup luas atau keduanya. Jika pertumbuhan benih gigi terhalang yang mengakibatkan tidak dapat tumbuh atau muncul ke dalam rongga mulut sepenuhnya maka itulah yang disebut impaksi. Lalu apa saja penyebab dan dampak impaksi jika tidak segera ditangani? dan bagaimana penanganan dan perawatan yang tepat?  Yuk cari tahu sama-sama!

Impaksi & Penyebabnya

Impaksi merupakan kondisi gigi yang sebagian atau seluruhnya tidak erupsi (muncul), jalan erupsi normalnya terhalang oleh tulang dan jaringan lunak.  Terdapat berbagai factor penyebabnya, seperti Jaringan sekitar gigi yang terlalu padat, persistensi gigi susu, tanggalnya gigi susu yang terlalu dini, tidak adanya tempat bagi gigi untuk erupsi (muncul) dan kondisi rahang terlalu sempit karena pertumbuhan tulang rahang yang kurang sempurna. Gigi bungsu yang mengalami impaksi, dapat dirasakan tanpa gejala atau hanya menimbulkan rasa nyeri tumpul pada rahang, yang menyebar sampai ke leher, telinga dan kepala (migrain)

Dampak Impaksi

  • Penyakit periodontal (Infeksi jaringan pendukung gigi )
  • Karies (Kerusakan struktur dan lapisan gigi)
  • Perikoronitis (Infeksi dan peradangan gusi)
  • Resorpsi tulang (Erosi pada permukaan tulang)
  • Fraktur tulang (Hilangnya kontinuitas tulang)
  • Kista (Kantung patologis berisi cairan)
  • Tumor (Massa/benjolan jaringan fibrous yang padat dan mendesak gigi geligi di sekitarnya)
  • Maloklusi (Susunan tulang rahang dan gigi yang tidak rata)

Penanganan

Dalam menangani impaksi gigi bungsu perlu dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter gigi spesialis bedah mulut. Pemeriksaan yang dilakukan seperti pemeriksaan klinis yang mencakup ekstra oral dan intra oral serta pemeriksaan radiografik yaitu pemeriksaan panoramik atau biasa disebut foto dental. Berdasarkan hasil panoramik dokter gigi spesialis bedah mulut dapat memprediksi gigi tersebut akan mampu erupsi sempurna atau tidak, dan merencanakan tatalaksana sesuai indikasi. Tatalaksana dapat berupa tindakan dengan pembedahan atau tanpa pembedahan. Untuk tindakan pembedahan dinamakan Odontektomie yaitu prosedur pembedahan dengan cara pengangkatan gigi impaksi.

Odontektomi dengan bius lokal, dapat dilakukan pada pasien yang kooperatif, dan cukup dirawat jalan. Namun pada pasien dengan tingkat kecemasan yang tinggi, diberikan bius lokal ditambah obat penenang, atau dengan pembiusan umum khususnya diberikan pada kasus impaksi yang sangat sulit, atau pada pasien yang tidak kooperatif, seperti penderita gangguan mental.

Penanganan impaksi gigi bungsu juga dapat dilakukan tanpa pembedahan. Seseorang dapat hidup dengan gigi impaksi baik sebagian maupun keseluruhan tanpa mengalami gangguan. Pada gigi bungsu impaksi sebagian, bersih, tanpa gejala, tindakan odontektomi masih dapat ditunda atau bahkan dihindari.

Namun pilihan ini perlu dibarengi dengan upaya perawatan pribadi yang lebih cermat dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik, serta melakukan pemeriksaan rutin gigi geligi. Pada gigi bungsu yang mengalami impaksi seluruhnya, pasien dianjurkan waspada terhadap kemungkinan terjadi degenerasi kistik kantung folikel gigi (dental sac). Pasien dianjurkan secara berkala datang ke dokter spesialis bedah mulut yang akan memantaunya dengan melakukan pemeriksaan foto dental setiap 1-2 tahun sekali agar kista dentigerous yang mungkin terjadi dapat dideteksi awal. Baik tindakan pembedahan maupun tanpa pembedahan, masing-masing memiliki risiko maupun komplikasi yang harus diantisipasi dan dicegah agar komplikasi maupun kerusakan gigi dapat ditekan seringan mungkin.

Impaksi gigi bungsu perlu untuk ditangani dengan tepat agar dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan gigi dan penyakit gusi. Jangan lupa biasakan untuk berkunjung ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga. Informasi & pendaftaran Jakarta Dental Clinic, Rumah Sakit Jakarta dapat menghubungi Telp 021-5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


lensa-kontak.jpg
24/Feb/2022

Penggunaan lensa kontak tentu sudah tidak asing lagi di zaman sekarang. Kebanyakan lensa kontak digunakan sebagai tambahan dalam mempercantik penampilan. Namun, bagi sebagian orang yang mengalami gangguan penglihatan seperti mata minus, penggunaan lensa kontak merupakan salah satu pilihan alat bantu penglihatan selain kaca mata. Sama halnya dengan kaca mata, penggunaan lensa kontak memerlukan pemeriksaan dan resep dari Dokter Spesialis Mata. Lalu gangguan penglihatan apa saja yang bisa ditangani dengan Lensa kontak? Kemudian jenis lensa kontak apakah hanya soft lense saja? Mari kita bahas satu persatu yuk!

Lensa kontak merupakan lensa tipis terbuat dari plastik bening yang dipakai menempel pada kornea mata. Lensa kontak memiliki fungsi yang sama seperti kacamata, yaitu mengoreksi kelainan penglihatan, kelainan akomodasi, terapi dan kosmetik.

Lensa kontak digunakan pada kondisi berbagai kondisi, seperti :

  1. Miopia : rabun jauh/mata minus
  2. Hiperopia : rabun dekat/ mata plus
  3. Astigmatisme : mata silinder
  4. Presbiopia : perubahan pada penglihatan dekat yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Lensa kontak terbuat dari berbagai jenis plastik. Dua jenis lensa kontak yang paling umum adalah keras dan lunak.

Hard Contact Lenses

Lensa rigid gas permeable (RGP), jenis lensa kontak yang kaku terbuat dari bahan yang mengandung silikon yang memudahkan oksigen melewati mata lewat bahan lensa. Lensa RGP sangat membantu bagi penderita astigmatisme (mata silinder) dan keratoconus (kondisi saat kornea menipis dan lama kelamaan menonjol keluar seperti kerucut). Ini karena RGP memberikan penglihatan yang lebih tajam daripada lensa lunak ketika kornea melengkung tidak rata.

Daily Wear Contacts

Dipakai saat beraktivitas dan harus dilepas saat tidur. Masa pakai lensa kontak ini ada yang sehari sekali, seminggu sekali, setiap dua minggu atau setiap bulan.

Extended Wear Contacts

Dapat dipakai saat tidur, tetapi harus dilepas untuk dibersihkan setidaknya seminggu sekali.

Toric Contacts

Tipe lensa ini dapat memperbaiki penglihatan untuk orang dengan astigmatisme (mata silinder), meskipun tidak sebaik lensa kontak keras. Lensa toric bisa untuk pemakaian harian atau diperpanjang.

Lensa Kontak Berwarna

Lensa kontak yang dilengkapi berbagai macam warna. Bisa ditemukan pada tipe Daily wear contacts, Extended wear contacts dan Toric contacts.

Lensa Kontak Dekoratif

Lensa ini dapat mengubah tampilan mata terlihat seperti vampir, hewan, atau karakter lain, tetapi tidak memperbaiki penglihatan. Bisa juga digunakan untuk menyembunyikan masalah mata tertentu baik yang ada sejak lahir atau disebabkan oleh cedera.  Untuk mendapatkan lensa ini  diperlukan resep dokter.

Jenis Lensa Kontak Lain

  • Lensa Kontak untuk Presbiopia

Lensa yang dirancang untuk memperbaiki masalah penglihatan normal yang dialami orang setelah usia 40 tahun.

  • Lensa kontak hibrida

Lensa ini memiliki bagian tengah yang kaku yang dikelilingi oleh cincin luar yang lembut. Ini menggabungkan visi tajam lensa keras dengan kenyamanan lensa lunak.

  • Lensa perban

Lensa kontak ini tidak memiliki resep yang terpasang di dalamnya. Sebagai gantinya, mereka menutupi permukaan kornea Anda untuk kenyamanan setelah cedera atau operasi.

Pemilihan lensa kontak tergantung dari kondisi seseorang. Untuk memperoleh hasil yang memuaskan diperlukan pemeriksaan awal yang tepat, fitting dan pemesanan yang benar. Informasi dan pendaftaran Klinik Mata Jakarta Aini, Rumah Sakit Jakarta, dapat melalui telp 021 5732241 atau via Whatsapp 0815 8551 2655.


Hubungi kami


021-5732241
0815-8551-2655 (WhatsApp)
Fax : 021-5710249


Jalan Garnisun No.1, Jalan Jend.Sudirman,
RT.5/RW.4, Karet Semanggi, Kec.Setiabudi,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12930


marketing@rsjakarta.co.id
customer.relation@rsjakarta.co.id


Copyright © 2020 - www.rsjakarta.co.id All rights reserved.